Catat! 6 Jenis Ikan Tinggi Merkuri yang Harus Dibatasi Konsumsinya

Ikan dikenal sebagai sumber protein tinggi yang menyehatkan bagi tubuh. Namun, tahukah Anda bahwa beberapa jenis ikan yang sering kita konsumsi sehari-hari ternyata bisa mengandung merkuri

Merkuri adalah unsur logam berat yang berbahaya bagi tubuh manusia, dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi ikan yang terkontaminasi. Merkuri adalah elemen alami yang ditemukan di udara, air, dan tanah.

Meskipun hampir semua jenis ikan mengandung merkuri dalam jumlah tertentu, ada beberapa ikan yang memiliki kandungan merkuri tinggi yang harus dihindari, terutama bagi wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Berikut adalah daftar ikan dengan kadar merkuri tinggi yang perlu dibatasi konsumsinya

King Mackerel

Secara umum, makarel merupakan sumber omega-3 yang baik. Namun, king mackerel atau ikan tenggiri raja, terutama yang ditangkap di Samudra Pasifik, memiliki kadar merkuri tinggi, yakni 0.730 PPM.

Tuna

Tuna, khususnya jenis Bigeye dan Yellowfin dikenal memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi dengan sekitar 0.689 ppm. Ikan ini termasuk predator laut besar sehingga akumulasi merkuri dari rantai makanan cukup tinggi.

Konsumsi tuna segar jenis ini sebaiknya dibatasi terutama bagi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Sebab, bayi yang belum lahir paling rentan terhadap efek merkuri. Dampaknya dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf dan pertumbuhan mereka di tahun-tahun awal.

Tongkol atau Cakalang

Ikan tongkol atau cakalang termasuk predator besar di laut sehingga mengandung merkuri yang relatif tinggi sekitar 0.730 ppm. Konsumsi ikan ini secara berlebihan bisa meningkatkan risiko paparan merkuri, terutama pada wanita hamil dan anak-anak.

Bagi orang dewasa yang tidak hamil atau menyusui, konsumsi tongkol masih bisa diterima. Namun tetap disarankan untuk tidak mengonsumsi ikan jenis ini terlalu sering. Direkomendasikan juga untuk memvariasikan konsumsi ikan laut yang lebih rendah merkuri seperti kembung atau salmon.

Baca Juga:  Viral di Indonesia, Ini 7 Manfaat Rutin Mengonsumsi Natto Jepang

Ikan Hiu

Ikan hiu juga termasuk golongan ikan yang berukuran besar sehingga mengandung banyak metilmerkuri di dalam tubuhnya. Dari data FDA, ikan hiu dapat mengandung merkuri sebanyak 0.979 PPM sehingga sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi.

 Marlin

Marlin kadang dijual segar di pasar atau restoran tertentu. Ikan ini mengandung merkuri cukup tinggi karena merupakan predator laut yang besar. Adapun tingkat merkusinya mencapai 0.485 ppm. Ibu hamil, menyusui, dan anak-anak sebaiknya menghindari konsumsi marlin untuk mencegah potensi gangguan pada sistem saraf janin dan anak.

Selain merkuri, populasi marlin juga terbatas karena overfishing. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi marlin tidak hanya lebih aman bagi kesehatan, tetapi juga lebih ramah lingkungan. Genhype bisa memlih ikan alternatif yang lebih rendah merkuri dan lebih berkelanjutan untuk konsumsi sehari-hari.

Ikan Tuna Mata Besar atau Big Eye Tuna 

Ikan ini memiliki tubuh yang memanjang dan kekar, mirip torpedo, dengan ukuran yang bisa mencapai 236 sentimeter. Rasa dagingnya mirip dengan tuna lainnya, namun kandungan merkurinya yang tinggi membuat ikan ini disarankan untuk dihindari.

Meskipun beberapa ikan laut mengandung merkuri tinggi, ada banyak pilihan ikan laut yang aman untuk dikonsumsi karena memiliki kadar merkuri yang lebih rendah. Ikan seperti salmon, sarden, herring, dan trout adalah contoh yang relatif rendah merkuri dan kaya akan asam lemak omega-3, yang baik untuk kesehatan jantung dan otak. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sobat Kovermagz!