
Imlek kini menjadi momentum persatuan. Bukan hanya komunitas Tionghoa yang merayakan, tetapi masyarakat luas turut menikmati kemeriahannya. Kuliner khas Imlek pun semakin dikenal lintas budaya dan generasi.
Sebagaimana perayaan besar pada umumnya, Imlek identik dengan hidangan khas yang seakan “wajib” hadir di meja makan keluarga. Makanan khas Imlek tidak hanya memberikan kesan hangat dan meriah, tetapi juga menyimpan sejarah panjang serta makna simbolis yang mendalam. Setiap sajian bukan sekadar makanan, melainkan doa dalam bentuk rasa, tekstur, dan warna.
Berikut adalah lima makanan khas Imlek beserta sejarah singkat dan makna simbolisnya.
Jeruk Mandarin
Jeruk mandarin identik dengan Imlek karena warna oranyenya menyerupai emas, serta pelafalannya dalam bahasa Mandarin dan Kanton yang mirip dengan kata “keberuntungan” dan “kesuksesan”.
Dalam perayaan Imlek, jeruk menjadi simbol kemakmuran karena warna dan maknanya dalam bahasa. Biasanya jeruk diberikan sebagai hadiah kepada keluarga dan kerabat sebagai doa baik untuk tahun yang baru. Bahkan, menyusun jeruk dalam jumlah genap dipercaya membawa keseimbangan dan keharmonisan.
Kue Keranjang – Nian Gao
Nian Gao sudah dikenal sejak Dinasti Han di Tiongkok. Terbuat dari tepung ketan dan gula, kue ini memiliki tekstur lengket dan rasa manis.
“Nian” berarti tahun, sedangkan “Gao” berarti tinggi. Maknanya adalah harapan agar kehidupan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Teksturnya yang lengket melambangkan eratnya hubungan keluarga.
Dumpling atau Jiaozi
Dumpling atau jiaozi adalah makanan khas Tiongkok Utara yang hampir selalu hadir saat Imlek. Bentuknya yang menyerupai yuanbao atau emas batangan kuno membuat makanan ini dipercaya sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran finansial.
CNN Travel menjelaskan bahwa keluarga biasanya membuat dumpling bersama-sama pada malam tahun baru sebagai simbol kerja sama dan harapan akan rezeki yang melimpah. Dalam beberapa tradisi, satu dumpling diisi koin sebagai simbol keberuntungan besar bagi siapa pun yang menemukannya. Meski kini koin sering diganti benda aman, makna simbolisnya tetap dijaga.
Siu Mie
Selanjutnya ada siu mie, alias mie goreng panjang umur. Mie satu ini memang sengaja dibuat panjang dan disajikan tanpa terputus untuk melambangkan panjang umur. Saat menyajikan siu mie, bentuknya harus tetap panjang dan jangan sampai terpotong.
Siu mie yang terpotong dipercaya akan memperpendek umur dan mendatangkan kesialan lainnya. Hal ini karena mie merupakan salah satu simbol panjang umur dan kebahagiaan yang wajib ada saat Imlek.
Tang Yuan
Selanjutnya ada tan yuan alias ronde, makanan berbentuk bola-bola dari bahan tepung ketan. Tan yuan biasanya disajikan dengan kuah jahe yang enak dan menghangatkan tubuh. Makanan ini cocok disantap dengan keluarga saat merayakan Imlek bersama.
Bukan saja enak dan hangat, tan yuan juga memiliki makna yang dalam. Teksturnya yang lengket dipercaya dapat mempererat hubungan keluarga. Dengan menyantap makanan ini saat Imlek, diharapkan keluarga akan lebih harmonis.


