
Liburan akan segera tiba, lonjakan perjalan udara akan terjadi di penghujung tahun. Untuk Sobat kovermagz yang ingin berlibur sebaiknya mengetahui deretan bandara tersibuk di dunia untuk memilih penerbangan yang sesuai menunjang mobilitas liburan kamu.
Melansir The Aero World, berikut daftar bandara tersibuk di dunia tahun 2025 yang perlu diketahui sebelum liburan!
Bandara Internasional Hartsfield–Jackson Atlanta (ATL)
Bandara ATL memimpin daftar dengan rata-rata 5,43 juta kursi per bulan. Terletak di Amerika Serikat bagian selatan, bandara ini menjadi pusat utama Delta Air Lines dan memiliki enam landasan pacu yang mendukung kapasitas tinggi.
Lebih dari 80% penerbangan di ATL adalah domestik; letaknya yang strategis dan cuaca yang relatif stabil membuatnya tetap unggul.
Bandara Internasional Dubai (DBX)
Dengan rata-rata 5,35 juta kursi per bulan, Dubai mempertahankan dominasinya di sektor penerbangan internasional. Lokasinya yang berada di antara Eropa, Asia, dan Afrika menjadikannya jalur penghubung utama bagi penumpang jarak jauh. Bandara ini menjadi rumah bagi Emirates, maskapai dengan armada pesawat berbadan lebar terbesar di dunia yang melayani berbagai rute global.
Lalu lintas transit mendominasi, terutama penumpang antara Eropa dan Asia. Infrastruktur kelas dunia dan dukungan penuh pemerintah membuat DXB tumbuh stabil dengan peningkatan kapasitas 3% tiap tahun. Tak heran, bandara ini tetap menjadi titik persinggahan favorit bagi wisatawan global.
Bandara Haneda Tokyo (HND)
Haneda melayani rata-rata 4,83 juta kursi per bulan dan menjadi bandara tersibuk di Asia. Dekat dengan pusat Tokyo, bandara ini memberikan akses mudah dengan beragam rute domestik dan internasional dari ANA dan Japan Airlines.
Pertumbuhan ekonomi Jepang dan kenaikan wisatawan asing membantu bandara ini mempertahankan posisi kuat di lima besar dunia.
Bandara Istanbul (IST)
Bandara Istanbul menampilkan kenaikan signifikan dengan 4,76 juta kursi per bulan. Turkish Airlines menjadikan IST hub yang melayani lebih dari 120 negara, didukung terminal luas dan landasan pacu baru.
Pertumbuhan trafik dari Afrika dan Asia Selatan menjadi faktor utama keberhasilan bandara ini yang dibuka pada 2019.
Bandara Internasional Chicago O’Hare (ORD)
Kenaikan peringkat dari posisi ketujuh tahun lalu menunjukkan peningkatan signifikan di O’Hare. Sebagai pusat operasi bagi United Airlines dan American Airlines, ORD memegang peranan penting dalam lalu lintas penerbangan antara Amerika dan Eropa.
Modernisasi terminal dan penjadwalan yang lebih efisien membuat bandara ini mampu melayani lebih banyak penerbangan setiap harinya. Lokasinya yang berada di tengah Amerika Serikat juga menjadikannya titik transit ideal untuk rute lintas pantai dan antarnegara bagian.
Bandara Heathrow London (LHR)
Dengan 4,53 juta kursi per bulan, Heathrow masih menjadi simpul penting penerbangan internasional, terutama ke Amerika dan Asia. British Airways serta Virgin Atlantic mendominasi operasional rute jarak jauh dari bandara ini.
Namun, keterbatasan slot penerbangan dan belum adanya ekspansi kapasitas membuat pertumbuhannya sedikit tertahan. Meskipun demikian, kembalinya permintaan perjalanan di Eropa dan Amerika memastikan Heathrow tetap berada di jajaran bandara paling sibuk di dunia.
Bandara Internasional Pudong Shanghai (PVG)
PVG mencatat 4,52 juta kursi per bulan, menunjukkan kebangkitan besar setelah pembukaan kembali penerbangan internasional. Bandara ini menjadi basis utama bagi China Eastern Airlines dan berperan penting dalam menghubungkan Tiongkok dengan berbagai negara.
Kelas menengah yang terus berkembang di Tiongkok meningkatkan permintaan perjalanan keluar negeri. Selain itu, kapasitas kargo yang kuat menjadikan Pudong tidak hanya penting bagi penumpang, tetapi juga bagi sektor logistik global.


