Pakaian Tradisional Terunik di Dunia

575

Kekayaan budaya memang tidak ternilai. Ditempa oleh nenek moyang dari berpuluh generasi yang lalu. Banyak budaya yang hampir punah, namun masih banyak juga budaya yang hampir tidak tergerus zaman.  Pakaian-pakaian tradisional sampai saat ini masih sering dijadikan inspirasi untuk menciptakan fashion products yang lebih modern. Namun ada beberapa yang menurut Kover, adalah pakaian tradisional terunik yang agak sulit untuk diaplikasikan ke fashion modern. Yuk, kita simak dan isi weekend ini dengan bacaan edukasi yang juga menghibur.

 

1.Kilts – Skotlandia

Pria menggunakan rok mungkin terdengar aneh, namun di Skotlandia, pria maupun wanita sangat lumrah menggunakan rok yang merupakan pakaian tadisional mereka. Pakaian tradisional Skotlandia disebut dengan Kilts. Kilts ini menyerupai seragam yang terdiri dari kemeja putih yang dilapisi vest dan blazer lengkap dengan dasi. Untuk bawahan, busana tradisional ini terdiri dari rok selutut dengan motif kotak-kotak atau biasa disebut dengan motif tartan.

Rakyat Skotlandia biasa dapat menggunakan Kilt dalam bermacam-macam acara. Selain pakaian masyarakat, Kilt juga ternyata pernah digunakan sebagai pakaian militer. Sekarang, Kilt dikenakan di festival-festival kebudayaan Skotlandia atau acara lainnya.


2. Deel – Mongolia

Pakaian adat dari bangsa Mongolia ini di kenal dengan nama Deel. Pakaian tradisional ini sudah cukup lama dikenal oleh suku nomadik di Asia Tengah. Di Mongol, Deel memiliki 2 varian, untuk pria dan wanita. Dimana model Deel pria lebih simple dibandingkan wanita. Seiring berjalannya waktu, Deel Mongolia tradisional yang tadinya berbentuk longgar dan berlengan panjang dengan kerah tinggi dan dilengkapi aksen kain menumpuk di bagian depan, sekarang lebih variatif dan fleksible dan umumnya Deel dilengkapi pernak-pernik, jubah, tali pinggang, topi dan sepatu bot yang merupakan ciri khas pakaian bangsa Mongolia.

Hiasan kepala yang unik adalah salah satu kegemaran wanita Mongolia. Hiasan kepala ini bervariasi menurut umur, wilayah, dan juga status sosial wanita itu. Dalam keseharian, bangsa Mongol selalu memakai pakaian tradisonal mereka untuk jati identitas bangsa mereka.

3. Egungun – Yoruba, Nigeria

Penduduk asli Nigeria disebut dengan Yoruba. Yoruba memiliki sebuah tradisi festival yang sangat menarik. Tradisi ini dinamakan Egungun, yang berarti “powers concealed”, atau kekuatan yang tersembunyi. Yang menarik dari tradisi ini adalah pakaian tradisional ataupun pakaian adat yang digunakan. Busana ataupun kostum tradisi Egungun ini terbuat dari kain-kain yang berbeda, baik lokal tenun maupun industri tekstil. Selain kain, kostum ini dihias dengan bahan- bahan dari logam, manik-manik, kulit, tulang, dan lain-lain. Gaun atau kostum yang semakin rumit dan semakin berlapis mencerminkan kekuatan sosial dan prestise.

Peserta atau perwakilan keluarga yang ikut dalam festival ini harus menutupi seluruh tubuhnya dengan busana Egungun dari kepala hingga kaki, tidak boleh tampak kulitnya sedikit pun. Kemudian, setelah memakai kostum ini, mereka bukan lagi manusia tetapi sudah menjadi jelmaan nenek moyangnya


4. Suku Indian – Amerika Utara

Pakaian Tradisioal Suku Indian yang sangat khas dan unik ini memang sudah tidak asing lagi pastinya. Sebab bentuk motifnya yang luar biasa sering dipasarkan ditiap-tiap negara, meskipun apakah barang tersebut asli di import dari daerah asalnya atau hanya buatan local.

Yang menarik pada pakaian suku Indian yaitu memiliki beberapa ciri khas dalam pakaianya yang cenderung terbuka, serta identik dengan bulu-bulu elang sebagai hiasan kepala. Pasalnya orang Indian memiliki ijin khusus untuk mengumpulkan bulu-bulu Elang sementara orang selain Indian tidak diijinkan oleh pemerintah Amerika.

 

Untuk para wanita dari suku indian biasanya menggunakan busana seperti terusan ataupun dress yang berjumbai atau memiliki detail fringe. Pakaian tradisional ini terlihat sangat unik karena memiliki corak yang indah dan rumit.

 

5. Koteka – Papua, Indonesia

Pakaian tradisional terunik didunia selanjutnya adalah pakaian tradisional Papua, Indonesia. Jika pada umumnya, seorang laki-laki menggunakan baju dan celana yang rapi dan tertutup namun tidak dengan laki-laki di Papua. Mereka tidak mengenakan baju sama sekali sehingga terlihat seperti telanjang, hanya mengenakan pakaian adat Papua yang disebut koteka.


Koteka adalah penutup alat kelamin pria yang terbuat dari kulit labu air yang dibuang bagian biji dan daging buahnya. Koteka sendiri mempunyai arti pakaian dan nama ini digunakan oleh suku di Pantai. Koteka memiliki bentuk selongsong yang memanjang di bagian depannya dan dikaitkan di pinggang sampai mengarah ke atas. Selain itu, ukuran koteka sangat bervariasi.

Pada prinsipnya, semakin tinggi kedudukan seorang laki-laki terhadap adatnya maka semakin besar ukuran koteka yang mereka kenakan. Mereka menggunakan koteka dalam sehari-hari tidak hanya pada acara-acara tertentu saja.

Penulis: Viki Siregar
Editor: Elsa Malona