Rani Jambak Padukan Musik elektrik dan Lagu Etnik

Karya Rani pun menuai respon positif dari berbagai kalangan. Apalagi saat ini, kawula milenial Kota Medan sangat menggandrungi lantunan musik mix, sehingga ini menjadi peluang Rani untuk kembali mengangkat potensi kebudayaan di mata generasi muda Kota Medan.

Sudah disaksikan sebanyak 572 kali oleh ‘netizen’ ditambah komentar yang baik di kolom Youtube miliknya, menjadikan Rani kecanduan untuk mengaransemen lagu-lagu etnik tradisional lainnya dan berhasil ia hadirkan di tahun 2019 ini seperti Serampang Dua Belas dan Tanjung Katung.

Lagu-lagu etnik tradisional dikemas dalam musik elektrik, menurut Rani perlu dilakukan karena kehadiran band asal luar yang perlahan mulai mendominasi genre musik di Indonesia dan mengikis ingatan akan lagu-lagu daerah.

“Kita harusnya tetap memperkenalkan lagu-lagu etnik tradisional ini secara door to door ke telinga muda-mudi milenial. Dengan me-mix lagu etnik tradisional dengan alat musik elektrik yang saya miliki, saya akan mencoba membius telinga-telinga mereka untuk ikut melestarikan budaya dan menyadarkan mereka, bahwa musik etnik tradisional juga bisa terlihat modern,” ungkap Rani.

Kecintaan Rani terhadap dunia musik ternyata sudah mendarah daging sejak ia berada di bangku sekolah dasar. Saking cintanya, selepas tamat SMA, Rani mengambil kuliah Strata 1 Pendidikan Seni Musik di Universitas Negeri Medan pada tahun 2010 sampai 2015.

Pada tahun 2017–2018 Rani mendapat beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian Keuangan Indonesia di Macquarie University, Australia untuk melanjutkan studi S2 Master of Creative Industries.

Gemilang prestasi yang membanggakan ini diakui Rani Jambak tidak tercipta begitu saja. Ada banyak histori yang ia lewatkan sebelum sampai ke tahap ini, salah satunya pro dan kontra dalam keluarganya yang sempat menolak Rani berkarir di dunia musik, karena menurut orang tuanya dunia musik itu tidak bisa menjamin pekerjaan dan kehidupannya.

Namun Rani Jambak punya jawaban yang cemerlang, ia perlahan membuktikan keseriusannya berkarir di zona musik. Ini ditandai dengan padatnya jadwal ‘manggung’ dan event-event musik yang dilakoninya seperti Tao Silalahi Arts Festival 2018, Mini Concert and Discusion di Yogyakarta, International Seminar Australia, France & Japan AR Education, Celeb Nature Festival di Makassar, Medan Most Inspiring Award 2018 & Medan Kover Face IV dan masih banyak lainnya.

Rani juga sebelumnya sudah menciptakan lagunya sendiri yang berjudul Nature dan Falling in Love. Saat ini, Rani Jambak tengah sibuk mempersiapkan penampilannya untuk Sound of X oleh Goethe Institute Singapore yang melibatkan tujuh negara, diantaranya Singapura, Sydney (Australia), Wellington (New Zealand), Bangkok (Thailand), Yangon (Myanmar), Manila (Filipina) dan Medan (Indonesia) yang nantinya akan digelar akhir tahun 2019.