Perangkat Teknologi Ini di Nilai Mampu Perangi Corona

201

Drone

China mengandalkan drone untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke desa-desa dan kota-kota yang terkena virus korona. Perangkat udara digunakan di provinsi pesisir Jilin, Shandong dan Zhejiang. Dengan penyemprotan disinfektan, diharapkan drone bisa mencegah penyebaran virus ini.

Helm Pintar

Helm pintar ini merupakan alat yang pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan thermal scanner. Aparat kepolisian di Chengdu, Provinsi Sichuan, China menggunakan helm pintar untuk mendeteksi suhu tubuh warga.

Alat tersebut diklaim mampu mendeteksi suhu tubuh lebih cepat yakni mencapai 100 orang dalam 2 menit. Perangkat diklaim mampu mendeteksi suhu abnormal secara tepat waktu, akurat dan efektif.

Cincin Oura

Sebanyak 2.000 profesional kesehatan garis depan akan mendapatkan cincin Oura untuk dipakai selama penelitian. Cincin melacak suhu tubuh pengguna secara terus menerus, serta pola tidur, detak jantung, dan tingkat aktivitas mereka. Seperti diketahui, demam adalah gejala umum dan awal yang dapat menunjukkan COVID-19.

Robot

Perusahaan dari Israel menciptakan robot bernama Temi yang digunakan untuk membantu dokter mendiagnosis pasien virus korona dengan jarak yang aman. Robot ini dilengkapi dengan termometer dan kamera untuk mengambil tanda vital pasien. CMO Robotemi Yaron Yoels mengatakan, robot Temi ditujukan untuk mencegah potensi penyebaran virus korona yang ditularkan dari pasien ke dokter.

Aplikasi Peta

Baca Juga:  Thank You Prof. Sarah Gilbert, pahlawan wanita di balik vaksin Astra Zeneca!

Warga China menggunakan program peta dan penelusur perjalanan untuk menghindari daerah yang terkena infeksi virus korona. Aplikasi ini bernama QuantUrban dan program WeChat, YiKuang atau “Epidemic Situation”.

Aplikasi mengadopsi informasi resmi di lingkungan tempat terjadinya kasus virus korona. Aplikasi melakukan pemetaan secara geografis, sehingga pengguna dapat mengukur seberapa dekat mereka dengan lokasi yang terinfeksi virus korona.

Kemudian, pemrosesan klaim (claims processing) yang menggunakan blockchain. Teknologi ini diklaim membantu rumah sakit mengefisiensikan waktu pekerjaan bersifat administrasi. Ant Financial (Alipay) menggunakan blockchain di platform Xiang Hu Bao untuk mempercepat pemrosesan klaim. Teknologi ini juga mengurangi kontak langsung di tengah wabah virus corona. Pengiriman lewat udara (aerial delivery) seperti penggunaan pesawat tanpa awak (drone). Startup AI asal Singapura, Antwork meluncurkan layanan transportasi udara perkotaan pertama untuk mengirimkan kebutuhan medis ke rumah sakit. Perusahaan e-commerce asal Tiongkok, JD.com juga menggunakan drone dan robot untuk mengirim barang yang dipesan melalui platform-nya. Hal ini untuk mengurangi kontak langsung guna meminimalkan penyebaran virus corona.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Lima Macam Teknologi Dinilai Bisa Tangani Wabah Virus Corona” , https://katadata.co.id/berita/2020/03/11/lima-macam-teknologi-dinilai-bisa-tangani-wabah-virus-corona

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati