Penyanyi A Whole New World, Peabo Bryson Tutup Usia

Penyanyi balada soul ikonis, Peabo Bryson dikabarkan telah meninggal dunia. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (2/6) atau beberapa hari setelah mengalami strok tepat diusianya ke 75 tahun. Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh sang keluarga melalui pernyataan resminya yang menyatakan Peabo Bryson pergi dengan keluarga menemani di sisinya.

“Kami sangat terharu oleh besarnya curahan kasih sayang, doa, dan dukungan dari para penggemar, sahabat, serta rekan kerja di seluruh dunia,” ungkap keluarga Bryson dalam taklimat yang dibagikan kepada PEOPLE.

Selama lebih dari lima dekade, suara khas Bryson menjadi bagian dari banyak momen penting para pendengarnya. Musiknya mengiringi perayaan, kisah cinta, hingga masa-masa yang membutuhkan penghiburan dan inspirasi. Keluarga meminta privasi selama masa duka. Mereka juga menyampaikan terima kasih atas cinta, doa, dan dukungan dari para penggemar, sahabat, serta rekan-rekan Bryson di seluruh dunia.

“Kami sangat tersentuh oleh limpahan cinta, doa, dan dukungan dari para penggemar, teman, serta kolega di seluruh dunia. Meski hati kami hancur, kami merasa terhibur karena tahu betapa Peabo dicintai dan betapa banyak kehidupan yang tersentuh oleh suaranya serta kemurahan hatinya,” kata keluarga.

Perlu diketahui, Bryson dikenal dengan karakter vokal yang lembut dan deretan lagu duet balada yang populer. Bisa dibilang, Bryson semasa hidupnya juga terkenal lewat beberapa tembang ikonis dari film-film legendaris Disney, seperti Beauty and the Beast dan A Whole New World. Selain itu, ia juga dikenal lewat “Tonight, I Celebrate My Love”, “You’re Looking Like Love to Me”, dan “As Long as There’s Christmas”.

Namun, karier Bryson tidak hanya identik dengan lagu-lagu Disney. Penyanyi asal South Carolina itu sudah membangun perjalanan panjang di dunia R&B sejak 1970-an. Ia memulai karier sebagai anggota grup Moses Dillard and the Tex-Town Display, sebelum dikontrak label independen Bang Records di Atlanta sebagai artis solo.

Bryson merilis album pertamanya pada 1976, lalu bergabung dengan Capitol Records setahun kemudian. Sejumlah lagu R&B kemudian melejit, di antaranya “Feel the Fire”, “Reaching for the Sky”, “I’m So into You”, dan “Crosswinds”. Pada 1984, Bryson meraih hit pop Top 10 pertamanya lewat “If Ever You’re in My Arms Again”. Kesuksesan itu kemudian diikuti lagu “Show and Tell” dan “Can You Stop the Rain”.

Bryson juga pernah tampil dalam opera sabun “One Life to Live” pada 1985. Ia mengisi vokal untuk lagu tema acara tersebut, yang kemudian digunakan sebagai tema utama selama tujuh tahun.

Rekam Jejaknya

Pada 1991, kolaborasi Bryson bersama Céline Dion dalam lagu tema film animasi Disney, Beauty and the Beast, sukses menjadi hit besar di seluruh dunia. Setahun berselang, ia kembali mencetak sejarah baru saat merilis A Whole New World untuk film Aladdin bersama Regina Belle. Lagu tersebut menorehkan rekor sebagai lagu tema film animasi pertama yang berhasil merajai takhta tertinggi di tangga lagu Billboard Hot 100.

Profil Singkat 

Lahir dengan nama Robert Peapo Bryson di Greenville, Carolina Selatan pada 1951, gairah bermusiknya sudah tumbuh sejak usia dini. Kepada majalah Soul pada 1978, ia sempat bercerita bahwa musik adalah satu-satunya hal yang benar-benar ingin ia geluti, meskipun sempat tebersit keinginan untuk menjadi seorang dokter saat harus menentukan arah karier di usia 14 tahun.

Pilihan tersebut awalnya sempat membuat sang ibu khawatir karena takut putranya akan terjerumus ke dalam lingkaran ketergantungan obat-obatan. Bryson mulai bernyanyi secara profesional sejak remaja sebagai vokalis latar untuk kelompok musik lokal, Al Freeman and the Upsetters.

Pengucapan nama Peapo yang sulit oleh sang pemimpin band kemudian melahirkan nama panggung Peabo yang digunakannya hingga akhir hayat.

Perjalanan kariernya mulai mendapat titik terang saat tampil bersama Moses Dillard and the Tex-Town Display, hingga menarik perhatian Bang Records yang menaungi perilisan album debutnya pada 1976 sebelum akhirnya ia hijrah ke Capitol Records.

Pada 1984, If Ever You’re in My Arms Again menjadi single Top 10 pertama Bryson di Hot 100. Ia merilis Show & Tell pada 1989, dan lagu itu mencapai peringkat No. 1 di tangga lagu R&B. Ia kembali meraih puncak tangga lagu R&B dengan Can You Stop the Rain pada 1991. Pada tahun yang sama, ia juga menghadirkan Beauty and the Beast.

Awalnya, Dion dipilih untuk menyanyikan lagu tersebut secara solo, tetapi para eksekutif khawatir bahwa ia terlalu baru dan menginginkan artis yang lebih mapan.

“Saya belajar itu dari melakukan duet. Kuncinya adalah memanfaatkan kekuatan dan kelemahan pasangan duet Anda secara seimbang. Jadi pada dasarnya itu menghasilkan situasi di mana tidak ada kelemahan karena Anda memanfaatkan keduanya secara seimbang.”

Hubungan profesional yang solid juga terbangun saat Disney kembali memercayakan lagu A Whole New World kepada Bryson dan Regina Belle. Kesuksesan lagu ini melampaui ekspektasi dan mencatatkan rekor yang baru bisa dipecahkan kembali puluhan tahun kemudian oleh lagu We Don’t Talk About Bruno dari film Encanto pada 2022. Bryson menilai karya tersebut merepresentasikan setiap harapan dan janji manusia.

“Saya menyanyikannya di Afrika Selatan untuk pertama kalinya ketika warga kulit hitam Afrika Selatan diizinkan masuk dalam kontes kecantikan Miss South Africa,” kenang Bryson mengenai momen historis tersebut.

Sepanjang perjalanannya, peraih delapan nominasi penghargaan Grammy ini tidak jarang melayangkan kritik terhadap industri musik yang dinilainya terlalu mengagungkan usia muda ketimbang pengalaman.

Ia menyayangkan sikap saluran seperti MTV yang enggan memutar karya musisi senior seperti dirinya dan Flack. Enggan dikotakkan dalam satu genre, ia menegaskan fleksibilitasnya sebagai musisi.

“Saya tidak sreg dengan konsep satu dimensi tentang diri saya. Saya melihat diri saya sebagai manusia Renaisans sejati, tidak ada hal yang tidak bisa saya lakukan,” ujarnya kepada Los Angeles Times pada 1994.

Hingga akhir hayatnya, musisi yang sempat pulih total dari serangan jantung pada 2019 ini telah menelurkan total 20 album studio. Peabo Bryson meninggalkan seorang istri, Tanya Boniface, serta dua orang anak, Linda dan Robert.