
Dalam dunia makeup, terdapat proses yang dinamakan dengan color correcting, proses ini terjadi ketika kamu berupaya untuk menyempurnakan warna kulit agar tampak merata dengan menggunakan color corrector.
ketidaksempurnaan warna kulit selalu diakali dengan menggunakan concealer. Tapi tidak semua noda di kulit dapat tertutupi dengan sempurna, hanya dengan concealer berwarna terang, atau yang menyerupai warna kulit asli kita.
Untuk mengatasinya, kita membutuhkan color corrector, sebelum mengaplikasikan concealer atau base makeup. Color corrector juga terdiri dari beberapa warna, yang disesuaikan dengan jenis noda pada kulit.
Namun, banyak orang masih bingung cara memilih warna color corrector yang sesuai dengan kebutuhan. Setiap warna memiliki fungsi yang berbeda berdasarkan prinsip roda warna (color wheel), di mana warna-warna saling menetralkan. Untuk hasil optimal, penting untuk mengenali jenis-jenis color corrector dan kegunaannya sebelum mengaplikasikannya ke wajah. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini
Color Corrector Hijau
Color corrector berwarna hijau digunakan untuk menetralkan kemerahan pada kulit. Ini sangat efektif bagi kamu yang memiliki kulit sensitif, rosacea, atau bekas jerawat merah yang membandel. Warna hijau bekerja karena berlawanan dengan merah di color wheel, sehingga dapat menyamarkan kemerahan secara visual.
Untuk menggunakannya, cukup aplikasikan sedikit pada area kemerahan sebelum mengoleskan foundation atau concealer. Hindari pemakaian berlebihan agar hasil akhir tidak terlihat abu-abu. Pilih formula yang creamy agar mudah dibaurkan dan menyatu dengan kulit.
Color Corrector Biru
Kalau warna hijau bisa digunakan untuk noda kemerahan ringan, color corrector biru dapat digunakan untuk noda kemerahan atau hiperpigmentasi pada warna kulit yang lebih gelap (medium to tan skin).
Selain itu, color corrector biru juga bisa membantu memperbaiki warna base makeup atau foundation yang terlalu kuning atau gelap. Kamu bisa mencampur sedikit color corrector biru dengan foundation yang terlalu gelap, sebelum mengaplikasikannya ke kulit.
Color Corrector Ungu dan Lavender
Color corrector ungu atau lavender sangat cocok untuk kulit yang tampak kusam, terutama yang memiliki rona kekuningan atau keabu-abuan. Warna ungu akan membantu menyeimbangkan warna kulit agar terlihat lebih segar, cerah, dan hidup.
Biasanya digunakan di area wajah yang cenderung kusam seperti dahi, pipi, dan dagu. Aplikasikan tipis-tipis agar tidak mengubah warna makeup secara keseluruhan. Color corrector ungu juga bisa dicampur dengan primer untuk tampilan glowing dari dalam.
Menggunakan color corrector dengan tepat bisa menjadi kunci untuk tampilan makeup yang lebih natural dan tahan lama. Memahami fungsi setiap warna membantu kamu menentukan produk mana yang benar-benar dibutuhkan, sehingga makeup tidak hanya terlihat indah tetapi juga efisien dalam penggunaannya.
Color Corrector Peach dan Orange
Color corrector peach atau oranye sangat efektif untuk menyamarkan lingkar hitam di bawah mata, terutama bagi kamu yang memiliki kulit sawo matang hingga gelap. Warna ini mampu menetralkan rona biru atau keunguan yang sering muncul di area bawah mata atau sekitar mulut.
Aplikasikan dengan jari atau kuas kecil, lalu tap pelan hingga menyatu dengan kulit. Setelah itu, lapisi dengan concealer berwarna natural untuk menyamarkan bekas corrector dan menghasilkan tampilan yang cerah serta segar. Pilih warna peach untuk kulit terang dan oranye untuk kulit medium hingga gelap.


