
Seperti kita tahu bahawa pada Desember 2024 lalu, salah seorang legenda bulu tangkis Indonesia bernama Hendra Setiawan mengumumkan pensiun dari cabang bulu tangkis Indonesia. Namun seusai pengumuman itu, sang legenda tersebut ternyata kembali turun gunung di Kejuaraan Dunia Senior BWF 2025 di Thailand. Menariknya, di turnamen itu Hendra tampil luar biasa dengan meraih dua gelar sekaligus di nomor ganda putra dan ganda campuran.
Kejuaraan Dunia Senior BWF merupakan ajang dua tahunan yang ditujukan bagi pemain berusia di atas 35 tahun. Turnamen ini mempertandingkan nomor tunggal, ganda, dan ganda campuran dengan pembagian kategori usia hingga 75 tahun. Tahun ini, turnamen digelar di Eastern National Sports Training Centre, Pattaya, Thailand, pada 7–14 September 2025.
Hendra turun di nomor ganda di dua kategori berbeda, yaitu kelompok usia 35+ dan 40+. Di nomor ganda campuran, Hendra menggandeng Debby Susanto di kategori U-35, sedangkan di nomor ganda putra dirinya memilih Tony Gunawan di kategori U-40. Sedari awal, kolaborasi ini menjadi sorotan karena menghadirkan reuni para pemain yang sudah malang melintang di dunia bulutangkis Indonesia.
Gelar pertama Hendra di turnamen ini berhasil lebih dahulu diraih lewat nomor ganda campuran. Berstatus unggulan kedua, Hendra dan Debby tampil dominan dengan menumbangkan unggulan pertama dari Thailand, Nawut Thanathiratham/Peeraya Minkitamorn, lewat skor telak 21-5, 21-9.
Tak berhenti di situ, Hendra kembali berjaya di nomor ganda putra U-40 bersama Tony Gunawan. Keduanya, yang juga berstatus unggulan dua, berhasil menundukkan pasangan tuan rumah, Boonsak Ponsana/Jakrapan Thanathiratham, dengan skor 21-18, 21-16.
Dengan kemenangan ganda ini, Hendra Setiawan menorehkan pencapaian luar biasa sebagai juara dunia senior di dua nomor sekaligus. Prestasi ini semakin melengkapi perjalanan kariernya yang gemilang, termasuk momen bersejarah saat merebut medali emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido.
Hendra sejatinya sudah mengumumkan rencana pensiunnya sejak 3 Desember 2024. Akan tetapi, keputusan resmi untuk gantung raket baru ia jalani setelah menuntaskan penampilannya di Indonesia Masters 2025 pada Januari lalu.
Selepas itu, Hendra sempat menyatakan ingin mengalokasikan lebih banyak waktu untuk keluarga. Akan tetapi, tidak sampai dua bulan kemudian, dia justru memilih langkah baru dengan menjadi pelatih bagi pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Kini, tak sampai setahun, dia pun kembali tampil di kejuaraan internasional. Dunia bulu tangkis memang sepertinya tak bisa jauh-jauh darinya. Raihan dua gelar ini pun membuktikan bahwa meski sudah pensiun, fisik dan kepiawaiannya di olahraga ini belum pudar.
Secara keseluruhan, di turnamen Kejuaraan Dunia Senior BWF, kontingen Indonesia telah mengumpulkan 13,5 medali emas, 6,5 medali perak, serta 10 medali perunggu. Bagi para legenda, turnamen ini tak semata soal perebutan medali, melainkan juga ajang mempererat silaturahmi, merasakan kembali suasana kompetisi, serta menjadi panutan bagi generasi muda bulutangkis dunia.


