Kenali Sedini Mungkin Tentang Fatal Heart Attack

119

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh timbunan lemak. Bila lemak makin menumpuk, maka arteri akan makin menyempit, dan membuat aliran darah ke jantung berkurang. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah kaya oksigen ke jantung. Serangan jantung fatal atau yang sering disebut dengan Fatal heart attack bisa menyebabkan sudden death (kematian mendadak). Sebelumnya mari kita ketahui lebih lanjut mengenai Arteri Koroner.

Depicts progressive coronary artery disease of the heart, showing normal blood flow throught the left main coronary artery contrasted with a blocked version with 95% occlusion. The left anterior descending (LAD) branch of the left coronary artery is called the “Artery of Sudden Death” because it supplies the left ventricle heart muscle. When the LAD is suddenly occluded, a fatal myocardial infarction, or heart attack, usually occurs.
  • Arteri koroner kiri utama (left main coronary artery/LMCA) – Arteri ini berfungsi mengalirkan darah ke serambi kiri dan bilik kiri jantung. LMCA terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

– Left anterior descending (LAD) : berfungsi mengalirkan darah ke bagian depan dan kiri      jantung.

– Circumflex (LCX) : berfungsi mengalirkan darah ke bagian belakang dan sisi luar jantung.

  • Arteri koroner kanan (right coronary artery/RCA) – Arteri ini mengalirkan darah ke serambi kanan dan bilik kanan. Selain itu, RCA juga mengalirkan darah ke nodus sinoatrial dan nodus atrioventrikular, yang mengatur ritme jantung. RCA terbagi menjadi right posterior descending dan acute marginal artery. Bersama LAD, RCA juga mengalirkan darah ke bagian tengah jantung, dan septum (dinding pemisah antara bilik kanan dan bilik kiri jantung).

Menurut dr Joko Maryono, Sp PD, Sp JP, FIHA, FACC kepada Grid.ID, kebanyakan penyakit jantung koroner lebih banyak diderita oleh kaum wanita.

Selama ini diketahui, sekitar 30 persen pasien tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kelainan jantung sebelumnya, begitu datang dengan serangan jantung, sisanya, 70 persennya, kata Joko lebih lanjut, terdeteksi karena hasil medical check up,” .

Baca Juga:  ALBUM "KOMPILASI SATU DEKADE MEDAN BLUES SOCIETY” IS OUT!!

Mantan tim dokter istana pada masa pemerintahan Presiden Soeharto ini menyebutkan, yang 30 persen bisa terjadi karena beberapa faktor, dan faktor gaya hidup adalah yang  utama seperti ;

Doyan makan dan jarang olah raga menjadi pemicu lemak dalam darah

  1. Doyan Makan – Kebiasaan makan sembarangan, berbagai cemilan yang tidak sehat contohnya yang dipinggiran jalan yang mengandung banyak minyak.
  2. ‘Lazy Style’ – Merupakan gaya hidup yang tidak banyak melakukan pergerakan. Contohnya dari bangun pagi tidak melakukan olahraga ringan hingga sampai di kantor pun hanya bekerja duduk didepan komputer sampai pulang ke rumah.
  3. Radikal Bebas – Polusi udara di perjalanan, asap kendaraan, asap rokok bahkan radiasi dari elektronik dan gadget yang dipakai.

 

 

Penyakit Jantung Koroner dapat diketahui sejak dini jika dengan cepat disadari dan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan secepat mungkin. Pencegahan jangka panjang penyakit yang berkaitan dengan penyumbatan arteri  ini sebenarnya bisa dilakukan, sejak usia anak-anak atau remaja. Yang memprihatinkan, banyak orang-orang muda yang berusia 30-34 sudah diketahui adanya plak atau penebalan lemak pada pembuluh koroner mereka. Hal itu mengindikasikan bahwa mereka berisiko mendapat serangan jantung dan stroke.

Untuk itu mulai dari sekarang ganti pola hidup dengan sehat, seperti ;
  1. Sebisanya hindarilah rokok (perokok aktif maupun pasif) dan minuman beralkohol.

2. Kurangi konsumsi garam, kurang dari 1 sendok makan per hari untuk menghindari hipertensi dan stroke dini

3. Jalani pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat

4. Olahraga sedikitnya 30 menit setiap hari, dan lakukan 5 kali seminggu

Penulis : Annette Thresia Ginting

Sumber : Berbagai Sumber