
Stres tidak hanya dapat meningkatkan risiko terkena flu, depresi , masalah jantung, dan stroke , tetapi juga dapat memperpendek harapan hidup menurut penelitian the National Institute of Health and Welfare.
Penelitian menunjukkan bahwa stres bisa menyebabkan kematian dini atau kematian yang mendadak. Maka, sebaiknya jangan remehkan stres yang muncul saat bergelut dengan berbagai tekanan yang Anda hadapi di kantor. Simak baik-baik informasi lengkap soal stres dan tanda-tanda stress yang bisa memperpendek umur
1. Merasa Lelah Sepanjang Waktu
Merasa lelah hampir sepanjang waktu meski sudah cukup istirahat, bisa jadi termasuk tanda stres tersembunyi. Stres kronis dapat mengacaukan siklus tidur-bangun alami tubuh. Makanya, meski kamu merasa sedang tidur, namun tubuhmu masih dalam mode siaga tinggi, sehingga kamu sulit tidur nyenyak dan memulihkan diri.
Kelelahan yang terus-menerus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, mempercepat penuaan, dan meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung dan diabetes.
Karena itu, cobalah untuk mengelola stres dengan baik di malam hari. Misalnya, dengan membatasi penggunaan layar sebelum tidur demi mendapatkan tidur yang berkualitas.
2. Mudah Lupa
Sering melamun saat mengobrol atau mudah lupa pada hal-hal kecil, juga bisa termasuk tanda stres tersembunyi.
Bukan hanya sekedar masalah emosional, stres kronis juga dapat mengubah struktur otak, mengecilkan area seperti hipokampus (bagian yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran). Sementara itu, perubahan otak jangka panjang akibat stres telah dikaitkan dengan penurunan kognitif dini, demensia, dan gangguan kesehatan mental.
Untuk menghindari hal tersebut, terapkan gaya hidup sehat, bersosialisasi, tingkatkan perhatian penuh (mindfulness), dan melakukan permainan otak.
3. Merasa Nyeri dan Sakit Tanpa Sebab
Nyeri dan sakit tanpa sebab seperti sakit leher, sakit punggung bawah, atau rahang kaku, juga bisa menjadi tanda stres tersembunyi. Di saat kamu stres, otot-otot menegang, dan jika stres terus berlanjut, maka ketegangan itu berubah menjadi nyeri kronis.
Ketegangan otot kronis dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang terkait dengan masalah jantung, penyakit autoimun, hingga kanker. Karena itu, perhatikan kesehatan tubuh dengan baik. Kamu bisa melakukan peregangan harian dan beberapa latihan pernapasan.
4. Mati Rasa Secara Emosional
Tak hanya perasaan panik, terkadang stres juga memiliki gejala tersembunyi seperti mati rasa atau emosi datar. Mati rasa secara emosional dapat menyebabkan isolasi, depresi, dan kebiasaan mengatasi masalah secara tidak sehat seperti makan berlebihan, minum, hingga perilaku berisiko, yang dimana dapat berdampak serius pada umur panjang.
Untuk mengatasi hal tersebut, cobalah berbicara dengan seseorang yang kamu percaya, menulis jurnal, atau menghubungi terapis.
5. Ingin Makan Banyak Junk Food
Stres juga dapat meningkatkan keinginan untuk makan makanan berlemak tinggi dan bergula tinggi dengan mengacaukan hormon lapar seperti ghrelin dan leptin. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan (terutama lemak perut visceral yang berbahaya), masalah metabolisme, dan risiko kematian dini yang lebih tinggi.
Tentunya kamu perlu memperhatikan dan menjaga diri dengan baik. Cobalah untuk mengonsumsi makanan sehat yang menenangkan seperti cokelat hitam, kacang-kacangan, atau buah beri. Selain itu, praktikkan makan dengan penuh kesadaran.
Itulah beberapa tanda stres tersembunyi, dan ini sangat berbahaya. Karena stres kronis yang menumpuk diam-diam dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat penuaan, merusak otak, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.


