Kelola Kesehatan Dengan Baik Lewat Individual Health Record

330

Penulis: Imada Lubis | Foto: Parada Al Muqtadir

Ketika sakit, penting bagi siapa saja untuk mengetahui riwayat penyakit keluarganya. Hal ini diperlukan guna memudahkan dokter dalam menentukan diagnosis, sebab ada beberapa penyakit yang memang dipengaruhi atau diturunkan secara genetik.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dr. Beni Satria M.Kes namun ia menekankan agar pasien tak hanya mementingkan riwayat penyakit keluarga saja tetapi juga catatan kesehatan pribadinya. Catatan kesehatan pribadi atau Individual Health Record dinilai amat penting khususnya bagi masyarakat urban saat ini yang mayoritas memilih pola hidup instan dan tak sehat.

“Kalau kita mau sehat kuncinya di diri kita sendiri bukan tergantung dokternya, rumah sakitnya canggih atau tidak dan segala macam. Itu hanya penunjang sebab yang terpenting kita punya niat kuat untuk hidup sehat ditambah punya Individual Health Record sendiri,” katanya saat ditemui (23/8).

Individual Health Record digunakan sebagai sarana penunjang komunikasi antara dokter dan pasien. Kumpulan fakta terkait riwayat hidup termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan masa lampau termanajemen dengan informasi yang memadai dan akurat.

“Jika punya Individual Health Record kan tercatat apa saja yang sudah dikonsumsi. Misalnya hari ini dan dua hari lalu minum alkohol, artinya besok jangan dilakukan lagi atau saat minggu lalu pernah batuk. Akan tercatat obat apa yang dikonsumsi untuk mengatasinya. Jadi suatu saat batuknya kambuh, dokter lebih mudah mendiagnosis,” katanya saat ditemui di RSU Sarah Medan.

Baca Juga:  MENGEJAR KESEMPURNAAN KECANTIKAN, SEJAUH APA?

Pelayanan kesehatan yang diterima pasien ketika berobat ke klinik, puskesmas, rumah sakit dan lain-lain tentu tidak selalu sama. Satu waktu ketika berobat, pasien bisa saja ditangani oleh dokter yang berbeda. Keadaannya akan merepotkan bila pasien tak bisa menjelaskan secara rinci riwayat penyakitnya.

“Ketika berobat kita pasti ditanya sakitnya udah berapa lama, sebelumnya pernah sakit serupa atau tidak. Kemampuan manusia untuk mengingat kejadian di masa lampau tentu terbatas apalagi jika disuruh mengingat tiga bulan lalu minum obat apa saat batuk. Biasanya pasien akan menjawab sekenanya seperti tidak ingat atau lupa. Nah disinilah Record itu dibutuhkan. Atau kalau malas jawab ketika berobat karena sakit gigi misal, ya tinggal dikasihkan saja biar dokternya baca sendiri,” tambahnya seraya tertawa.

Dokter Beni menutup pembicaraan dengan berharap siapa saja tak hanya rekan sejawatnya gencar mensosialisasikan pentingnya Individual Health Record. Peran pemerintah menurutnya juga penting mengingat Individual Health Record sifatnya rahasia.

“Mayoritas masyarakat memang belum aware dengan ini bahkan sebagian masih acuh. Padahal Smartphone yang tak lepas dari genggaman banyak menghadirkan aplikasi tersebut. Sebut saja medic trust atau bisa dibuat lebih sederhana, dicatat dibuku poin-poin meliputi apa yang dikonsumsi, kapan konsultasi dengan dokter serta hasilnya seperti istri saya,” paparnya lagi.