Peringati No Bra Day, Begini Sejarah Singkatnya

63

Medan, Kovermagz – Tanggal 13 Oktober menjadi Hari Tanpa Bra sedunia atau “No Bra Day”. Peringatan ini adalah sebagai bentuk kegiatan untuk mendorong wanita agar lebih punya kesadaran terhadap kanker payudara.

Dikutip dari CNN Indonesia, asal usul Hari Tanpa Bra sedunia ini berawal dari kegiatan meningkatkan kesadaran akan kanker payudara yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2011 lalu. Seorang dokter bedah bernama Mitchell Brown di membuat sebuah gagasan berupa kampanye Bra bernama BRA (Breast Reconstruction Awareness) yang bertujuan untuk mendidik pasien tentang perlunya operasi dan rekonstruksi payudara.

Setelahnya, pada tanggal 13 Oktober, kelompok kesadaran kanker mengajak para perempuan untuk tidak menggunakan bra dan meminta mereka untuk segera memeriksakan diri apa bila terdapat gejala-gejala kanker payudara. Gerakan ini menarik perhatian dan akhirnya hingga saat ini, tanggal 13 Oktober selalu menjadi Hari Tanpa Bra sedunia yang diperingat oleh seluruh masyarakat dunia.

Baca Juga:  India at the Centre of Fight Against COVID-19

Pesan moral dari gerakan ini sebenarnya adalah sebuah kepedulian bagi wanita penderita kanker payudara. Selain itu, tidak menggunakan bra dalam sehari juga membantu memberi semangat pada penderita kanker di seluruh dunia.

Memang masalah kesehatan payudara adalah hal yang sangat riskan. Kita harus lebih perhatian terhadap kesehatan payudara. jika terdapat gejala-gejala seperti benjolan yang tidak biasa, pembengkakan disebelah sisi payudara, atau jika payudara mengeluarkan cairan yang tidak biasa, segera periksakan sedini dan sesegera mungkin.

Hal yang dapat dilakukan sejak dini untuk memulai hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, hindari minuman beralkohol, olahraga rutin, dan berhenti merokok.

Reporter: Jehan Erwita

Dokumentasi: Istimewa