Facebook luncurkan Pusat Informasi Ilmu Iklim

126

Medan, KoverMagz – Ajak masyarakat pahami isu perubahan iklim lebih dalam sebagai akibat dari tingginya aktivitas industri kini  untuk mengatasi hal ini dengan memberikan akses yang lebih mudah terhadap ilmu pengetahuan dan informasi tepercaya tentang perubahan iklim.

Facebook memperkenalkan Pusat Informasi Ilmu Iklim, sebuah sarana di platform Facebook yang menghubungkan komunitas dengan sumber daya faktual dan terpercaya kepada lebih dari 200 organisasi dunia dan para ahli di bidang perubahan iklim, sekaligus memberikan orang-orang inspirasi tentang langkah-langkah yang dapat mereka lakukan dalam rutinitas sehari-hari untuk mengatasi persoalan lingkungan. 

“Setiap harinya, orang-orang menggunakan Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk membangun interaksi yang bermakna dan membuat dunia lebih dekat. Melalui Pusat Informasi Ilmu Iklim, kami berkomitmen untuk menghubungkan orang dengan informasi yang faktual dari berbagai organisasi dan ahli seperti Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) beserta jaringan globalnya, yaitu UN Environment Programme (UNEP), The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), World Meteorological Organization (WMO), dan The Met Office.

Melalui Pusat Informasi Ilmu Iklim ini, kami memberikan informasi terbaru mengenai perubahan iklim berikut fakta-fakta seputar dampaknya terhadap ekosistem bumi dan alam, juga informasi mengenai perubahan suhu rata-rata bumi per tahun. Kami juga memberikan inspirasi kepada komunitas untuk ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas polusi,” kata Ruben Hattari, Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia.  

Selain memberikan edukasi kepada publik tentang perubahan iklim, sejak tahun 2020 lalu, Facebook mencanangkan komitmen untuk mencapai net zero carbon emission atau emisi nol karbon dan 100 persen pemanfaatan energi terbarukan di seluruh ekosistem operasional secara global pada tahun 2030. “Dalam satu dekade mendatang, visi terhadap pengurangan jejak karbon ini akan dicapai melalui pembuatan desain yang efisien, kerjasama dengan para supplier yang juga memiliki visi sama, dan penerapan teknologi yang dapat menghilangkan polusi karbon,” jelas Ruben. 

Baca Juga:  GREYSIA POLII & APRIYANI RAHAYU BERIKAN MEDALI EMAS PERTAMA UNTUK INDONESIA