Covid-19 Belum Lenyap, Antisipasi Gelombang Ketiga di Awal Desember 2021

ANTISIPASI TERHADAP GELOMBANG KETIGA

Dari YouTube Sekretariat Presiden, juru bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito Wiku menegaskan pentingnya untuk terus mengawasi pergerakan dan aktivitas masyarakat, terutama menuju periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Beberapa provinsi yang memberi sinyal-sinyal warning adalah Bengkulu, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banten Sulawesi Barat (Sulbar),  Papua, awa Barat (Jabar), Gorontalo, dan Maluku Utara. 

Menurut Dicky Budiman seorang epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, gelombang ketiga pandemi Covid-19 diharapkan tidak akan sebesar gelombang sebelumnya. “Kecuali kalau ada varian yang jauh lebih hebat atau setidaknya seperti varian Delta, itu bisa sama (gelombang infeksinya)”, seperti dilansir dari Kompas.

Dicky menyampaikan meskipun positivity rate kita saat ini rendah, tapi sayangnya testing, tracing, dan tracking yang dilakukan juga rendah. Ini perlu diwaspadai. “Sudah dicapai (nilai standar) dari WHO, itu tidak dijamin,” ujarnya. “Misalnya ada terkonfirmasi 1.000 kasus positif, harus ada tracing minimal 1.000 x 15 (orang), itu minimal. Karena WHO juga menyarankan (tracing ke) 30 orang. Nah ini harus dilakukan,” tambah Dicky.

Penulis: Elsa Malona