
Perlu diketahui, pada dasarnya, rambut pasti akan rontok beberapa helai setiap harinya untuk digantikan dengan rambut baru yang sehat. Menurut penelitian di situs kesehatan WebMD, rata-rata orang dewasa memiliki 10.000 hingga 15.000 helai rambut. Sekitar 50-100 helai rambut tersebut akan rontok setiap hari. Jadi, kerontokan rambutmu masih dinilai normal jika jumlah helaian yang rontok masih di antara angka tersebut. Rambut yang sehat akan kembali tumbuh untuk menggantikannya.
Selain itu, apa cara lain untuk menilai normal-tidaknya kerontokan rambut? Berikut beberapa ciri-ciri rambut kamu rontok normal atau beresiko kebotakan.
Rambut Rontok yang Normal
Di atas kepala kita, tumbuh kira-kira sebanyak 100.000 folikel rambut. Biasanya dalam sehari, terjadi kerontokan pada 50-100 helai rambut. Namun, setiap orang tentu mengalami proses kerontokan rambut yang berbeda. Kerontokan yang terjadi ini bergantung pada panjang dan ketebalan rambut. Semakin panjang dan semakin tebal rambut, maka helaian rontok akan semakin banyak.
Selain faktor ketebalan dan panjang rambut, helaian rambut rontok yang ditemukan di kamar mandi juga biasanya dipicu oleh aktivitas keramas. Rambut yang sudah memasuki fase rontok, kemudian distimulasi dengan pijatan kepala dan kondisioner akan rontok ke lantai. Selain itu, menyisir rambut saat keramas juga memicu helaian rambut yang jatuh di kamar mandi.
Rambut mengalami fase pertumbuhan yang berakhir pada kerontokan. Diawali oleh fase anagen, yaitu fase pertumbuhan rambut yang biasanya tumbuh sepanjang 1-2 cm per bulannya. Di dalam fase anagen, folikel rambut membentuk sel-sel keratinosit yang membentuk rambut-rambut baru. Fase ini berlangsung selama 2 hingga 8 tahun.
Kemudian, ada fase katagen yang merupakan masa transisi rambut. Folikel rambut mulai beristirahat, tetapi tidak langsung rontok. Fase ini berlangsung selama 2 hingga 6 minggu. Lalu terakhir, rambut akan mengalami kerontokan di fase telogen yang berlangsung selama 2 sampai 4 bulan.
Kapan harus waspada dengan kerontokan rambut?
Kerontokan rambut tidak sama dengan kebotakan. Meski rambut rontok adalah proses regenerasi rambut yang alami, tetapi rontok berlebih dapat menjadi tanda-tanda masalah dalam tubuh. Saat inilah kita perlu khawatir, tetapi tidak perlu berlebihan, sebab ada beberapa pola hidup yang memicu kerontokan berlebih.
Beberapa pola hidup yang memengaruhi kerontokan berlebih adalah stres, kekurangan nutrisi, dan efek samping obat. Oleh karenanya, jika muncul tanda-tanda rontok berlebihan, kita perlu mulai memetakan rasa stres dengan berolahraga, meditasi, dan mengatur pola tidur. Selain itu, juga harus mulai mengonsumsi makanan yang lebih bernutrisi, misalnya makanan yang mengandung vitamin A, vitamin D, iron, selenium, zinc, dan nutrisi lainnya. Penggunaan alat elektronik yang panas, seperti catokan dan hair dryer dan cara menyisir juga memengaruhi kerontokan rambut yang berlebih.
Apabila terjadi kerontokan yang parah hingga rambut menipis drastis, bahkan ketika mengubah pola hidup, Anda bisa melakukan konsultasi ke dokter. Selain itu, kerontokan normal biasanya terjadi di seluruh kepala. Jadi, jika rambut yang rontok hanya di beberapa bagian, ini perlu dikonsultasikan.


