
Memasak makanan sahur terkadang memang cukup membuat seseorang merasa kewalahan. Karena itu sebagian orang biasanya telah mempersiapkan saat malam. Kemudian saat sahur Anda bisa memanaskannya.Namun Anda perlu hati-hati.Ternyata tidak semua makanan, aman dipanaskan kembalo loh.
Beberapa makanan sebaiknya tidak dipanaskankarena dapat mengubah komposisi nutrisi, menghasilkan senyawa berbahaya, atau memengaruhi rasa dan tekstur. Berikut adalah beberapa contoh makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan.
Telur
Makanan lainnya yang tidak boleh dipanaskan saat sahur adalah telur. Telur termasuk makanan berprotein tinggi, di mana jenis makanan ini mengandung banyak nitrogen yang dapat teroksidasi dengan mudah apabila terkena paparan suhu panas secara berulang. Akibatnya, senyawa tersebut dapat memicu masalah kesehatan.
Jadi, alih-alih memanaskan kembali telur yang sudah matang untuk disantap saat sahur, sebaiknya Anda segera menghabiskan makanan tersebut saat berbuka puasa. Selain itu, pastikan untuk memilih telur yang berkualitas baik agar tidak memicu gangguan kesehatan yang bisa mengganggu ibadah puasa Anda.
Seafood
FDA mengungkap kalau seafood segar yang baru ditangkap tidak bermasalah jika dibekukan. Namun, bila sudah dimasak dan ditaruh di suhu ruangan, sebaiknya jangan disimpan lagi ke kulkas. Ini berpotensi menyebabkan penyakit bawaan makanan.
Bahkan, memanaskan ulang bukanlah ide yang baik. Pasalnya, bakterinya tidak akan mati bila dipanaskan.
Sayur Bayam
Menikmati sayur bayam harus sekali habis. Jangan sampai menghangatkan kembali sayur yang dimasak sore, untuk sahur. Hal ini karena bayam mengandung kadar nitrat yang tinggi, di mana saat dipanaskan kembali akan berubah jadi nitrit yang berpotensi bahaya.
Selain itu, Dr. Bryan Quoc Le, Ph.D, seorang ilmuwan pangan mengatakan, bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya rentan terkontaminasi E.coli, baik dari air limbah yang mengalir atau hewan liar yang buang air besar di ladang. Hal ini bisa menyebabkan patogen berkembang biasa.
“Bayam yang dimasak hingga matang akan bebas dari E.coli, tetapi jika bayam dimasak dengan tidak benar, didinginkan, dan dipanaskan kembali dengan tidak benar, hal ini dapat (menyebabkan patogen berkembang biak), yang mengakibatkan komplikasi serius dan gejala keracunan makanan,” ujarnya.
Jamur
Selain telur, ada juga jamur. Jangan memanaskan kembali jamur karena dapat membuat rasa dan tekstur tidak enak. Hal lain pun dapat merusak protein dan nutrisinya. Lalu, jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan, orang yang mengonsumsinya bisa mengalami sakit perut, hingga bahaya lain yang lebih mengerikan.
“Sama seperti telur, ketika protein teroksidasi, protein tersebut dapat menjadi karsinogenik (berpotensi menyebabkan kanker),” ujar Dr. Duvenage.
Kentang
The Wellness Corner mengatakan kentang yang dipanaskan ulang dapat mengubah struktur patinya, yang bisa menyebabkan pembentukan senyawa beracun yang disebut solanin. Solanin dengan rasa pahit ini bisa menyebabkan mual, muntah,dan masalah pencernaan lainnya.
Dr. Le dalam The Sun pun mengatakan kentang yang sudah dingin dan pada suhu ruang bisa meningkatkan risiko penyakit bawaan Bacillus cereus yang berkembang biak dan meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan. Karena itu, penting untuk langsung menyimpan di lemari es dan panaskan kembali hanya pada saat ingin langsung dikonsumsi.


