
Pernahkah Sobat Kover merasa lelah padahal tidak melakukan hal pekerjaan berat? Atau tiba-tiba merasa hampa, tanpa tahu penyebabnya? Bisa jadi ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tanpa disadari berpengaruh pada kesehatan mental setiap hari.
Tidak semua rasa lelah datang dari aktivitas berat. Sering kali, kita merasa letih padahal belum melakukan banyak hal. Bisa jadi, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang menguras energi tanpa kita sadari. Bukan karena fisik yang kurang kuat, tapi karena cara kita menjalani hari membuat cadangan tenaga cepat terkuras.
Berikut beberapa hal sepele yang mungkin luput dari perhatian, namun ternyata cukup berpengaruh terhadap stamina harian.Keep scrolling!
Membandingkan diri terus-menerus
Scrolling media sosial sambil membandingkan hidupmu dengan orang lain memang terasa sepele. Tapi tahukah kamu, kebiasaan ini seperti minum racun sedikit demi sedikit? Setiap kali kamu merasa “kurang” dibanding orang lain, kepercayaan dirimu terkikis pelan-pelan. Ingat, kamu hanya melihat highlight reel kehidupan mereka, bukan perjuangan di baliknya.
People Pleasing (Selalu Menyenangkan Orang Lain)
Keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain sering muncul dari niat baik. Namun, ketika kamu terus-menerus mengorbankan kebutuhan diri sendiri demi menjaga perasaan orang lain, energi emosional akan terkuras. People pleasing membuat kamu hidup dalam tekanan ekspektasi dari luar yang tidak pernah selesai.
Dilansir dari Psychology Today, kebiasaan sering mengutamakan keinginan dan perasaan orang lain, sampai lupa dengan kebutuhan diri sendiri, sulit berkata “tidak” karena takut mengecewakan, dianggap egois, atau merusak hubungan, mengakibatkan energi mental akan cepat habis karena pikiran selalu bekerja keras menyesuaikan diri dan menjaga perasaan semua orang. Lama-kelamaan, kebiasaan ini membuat kamu merasa lelah, tertekan, dan kehilangan ruang untuk diri sendiri.
Doomscrolling
Fenomena ini muncul karena otak kita secara alami penasaran dengan hal-hal yang terasa “mengancam”. Jadi, setiap ada berita buruk atau drama baru, otak otomatis bilang: “Lihat lagi lah, siapa tahu penting.” Padahal, 9 dari 10 kali, yang muncul bikin hati makin tidak tenang.
Dr. Gloria Mark menjelaskan dalam wawancaranya dengan The New York Times bahwa otak manusia tidak dirancang untuk menerima gangguan digital secara terus-menerus. Dalam penelitiannya, ia menyebutkan bahwa kebiasaan sering mengecek ponsel meningkatkan stres kognitif dan membuat otak sulit kembali fokus. Akibatnya, meski tidak melakukan pekerjaan berat, energi mental kamu terkuras tanpa terasa.
Multitaskin yang berlebihan
Merasa produktif dengan mengerjakan banyak hal sekaligus, Sayangnya, otak manusia tidak dirancang untuk itu. Multitasking terus-menerus justru membuat kamu lelah lebih cepat dan hasil pekerjaan menjadi kurang maksimal. Fokus pada satu hal lebih efektif dan menenangkan.
Terlalu Banyak Membuat Keputusan Kecil
Dari memilih baju, menu sarapan, sampai rute perjalanan—semuanya butuh keputusan. Saat terlalu banyak hal kecil yang harus dipikirkan, otak mulai lelah bahkan sebelum pekerjaan utama dimulai. Kondisi ini biasa disebut sebagai decision fatigue.
Membuat rutinitas sederhana atau menyiapkan beberapa hal sehari sebelumnya bisa membantu mengurangi beban ini.
Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Banyak orang menuntut dirinya untuk selalu semangat, tidak boleh lelah, harus cepat selesai. Tapi tubuh dan pikiran punya batasnya. Terlalu sering memaksa diri bisa membuat energi terkuras lebih cepat, bahkan sebelum siang hari tiba.
Menerima bahwa kita punya ritme dan jeda bisa jadi bentuk kebaikan pada diri sendiri. Tidak harus selalu kuat, yang penting tetap berjalan.


