Catat! Ini 5 Cara Mengelola Berat Badan selama Ramadan

Saat menjalani ibadah puasa, tak sedikit orang yang mengalami turun berat badan, tetapi ada juga yang naik berat badan. Hal ini disebabkan oleh pola hidup selama bulan puasa yang berbeda dari sebelumnya.

Banyaknya pilihan makanan dan rasa lapar membuat orang kalap mengonsumsi makanan melebihi kebutuhan hariannya. Hasilnya, berat badan melambung naik. Jadi, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk tidak menerapkan pola hidup sehat yang benar ya! 

Di artikel kali ini, Kovermagz akan memberikan beberapa tips puasa agar Anda dan keluarga selalu fit selama bulan Ramadan. Yuk simak!

Batasi Makanan Manis

Berpuasa sepanjang hari tanpa makan dan minum bisa membuat tubuh terasa lelah dan kurang bertenaga. Saat berbuka, makanan atau minuman manis memang dapat memberikan energi dengan cepat. Namun, efeknya biasanya tidak bertahan lama dan justru bisa membuat tubuh kembali terasa lemas setelahnya. 

Selain itu, gula juga mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Karena itu, saat berbuka puasa sebaiknya perhatikan dan batasi jumlah gula yang dikonsumsi agar energi tetap stabil dan kesehatan tetap terjaga. 

Konsumsi protein dan makanan tinggi serat

Menyambung dari poin sebelumnya, coba konsumsi makanan berserat dan berprotein tinggi seperti daging sapi, ikan, telur, buncis, dan kacang-kacangan saat berbuka.

Nantinya, protein dan serat ini akan sangat membantu menjaga pencernaan sekaligus memberikan efek kenyang lebih lama. Hindari juga makan makanan berminyak dan tinggi sodium karena menyebabkan mudah haus.

Perbanyak minum air putih

Tips puasa agar tidak dehidrasi tentu saja dengan memperbanyak minum air putih. Perlu diketahui, tak ada perbedaan jumlah asupan air minum yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa.

Anda akan tetap dianjurkan untuk minum 2 liter air mineral setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Anda bisa melakukan tips puasa agar tidak dehidrasi ini dengan mengikuti pola minum 2-4-2, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat makan malam (antara waktu berbuka dan sahur), dan 2 gelas lagi saat sahur. Mudah, bukan?

Aktif bergerak

Walau sedang berpuasa, kita tetap disarankan untuk aktif bergerak. Jadi, target 10.000 langkah per hari usahakan tetap tercapai. Kita bisa “mencicil”nya dengan berjalan santai di atas walking pad. Jika memungkinkan, sempatkan untuk beranjak dari kursi kerja dan berjalan mengelilingi area kantor untuk mengejar target harian.

Kita juga perlu menyempatkan diri berolahraga. Mendekati jam berbuka, kita bisa “cari keringat” dengan menyediakan 15-30 menit berolahraga angkat beban atau kardio.

 Bagi Makanan Menjadi Porsi Kecil

Saat berbuka puasa, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi semua makanan sekaligus. Mulailah dengan porsi kecil saat berbuka, kemudian lanjutkan dengan makan malam satu atau dua jam setelahnya. Cara ini dapat membantu tubuh menyesuaikan diri setelah seharian berpuasa. 

Makan dalam jumlah besar sekaligus dapat membuatmu berisiko mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan. Selain itu, pastikan menu makan malam tetap seimbang, dengan kombinasi yang tepat antara karbohidrat, protein, lemak sehat, dan sayuran, agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.