Buku Dirazia hingga Disita, Penggiat Literasi: Literasi Anak Indonesia akan Semakin Terpuruk

102

Penulis & Fotografer: Frengki Marbun

Beberapa pekan lalu, jagat penggiat literasi dibuat terheran-heran karena adanya razia buku yang diduga dilakukan oleh salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Makassar, Sulawesi Selatan. Atas terjadinya tindakan tersebut, penggiat literasi Medan mengadakan diskusi dengan tajuk ‘Buku Untuk Dibaca Bukan Dirazia’ di Literacy Coffee, Sabtu sore (10/08/2019).

Untuk melengkapi diskusi itu, tiga pembicara diundang di antaranya; Dian Purba sebagai sejarawan, Liston Damanik dari Aliansi Jurnalis Independen (Aji) Medan, dan  Ranto Sibarani dari praktisi hukum.

Dilansir dari Detik.com, yang terbit 5 Januari 2019 silam, menyatakan survey dari Program for International Student Assessment (PISA) rilisan Organisation for Economic Co-Operation and Develompent (OECD) tahun 2015 mengungkapkan bahwa minat baca Indonesia berada di ranking 62 dari 70 negara, yang artinya literasi anak Indonesia sedang terpuruk.

Menurut Dian Purba, sejarawan sekaligus penggiat literasi mengatakan dengan adanya razia atau penggrebekan buku menunjukkan kebodohan manusia tersebut.