
Jalan-jalan ke negeri orang memang sangat mengasyikkan. Pasalnya, selain dapat menjernihkan pikiran serta merilekskan tubuh, kita dapat mengambil foto selfie lalu mempostingnya di media sosial yang dimiliki sebagai kenang-kenangan bahwa kita pernah mengunjungi negara tersebut sekaligus agar orang-orang dapat melihat momen kebahagiaan yang kita rasakan.
Tapi sekarang, tunggu dulu sobat kover, jangan main asal potret saja lalu mempostingnya. Sebab, ternyata tidak semua tempat di berbagai negara yang dikunjungi diperbolehkan untuk mengambil foto loh. Berdasarkan dari beberapa sumber terpercaya, ada beberapa tempat yang melarang para pengunjungnya untuk melakukan foto selfie maupun foto biasa. Menariknya Aturan ini tidak berlaku untuk wisatawan saja melainkankan juga untuk warganya. Aturan ini mereka berlakukan tentunya dengan berbagai alasan sehingga sudah sepatutnya kita sebagai wisatawan pun harus mematuhinya.
Nah, lantas tempat-tempat dimana sajakah yang melarang warga maupun pengunjungnya untuk berfoto selfie maupun foto biasa? Dalam artikel kali ini tim kovermagz akan membahasnya untuk anda. Simak selengkapnya disini!
Running of the Bulls – Spanyol
Tempat pertama yang melarang wisatawan bahkan warganya untuk tidak melakukan foto ialah saat acara Running of the Bulls diselenggarakan yakni acara tahunan lari dari banteng. Pejabat di wilayah utara Pamplona, Spanyol telah melarang pengambilan foto selfie selama momen Running of the Bulls.
Undang-undang tersebut sebenarnya menyatakan bahwa siapa pun yang membahayakan nyawa dengan merekam atau mengambil foto selama berlangsungnya acara dikejar banteng dapat dikenakan denda serius hingga €3000.
Sejumlah pelari banteng telah didakwa, termasuk seorang pria yang mencoba mengambil foto selfie ketika banteng-banteng itu berada hanya beberapa inci di belakangnya hingga nyaris diterkam oleh seekor banteng. Gambar ini menyebar ke seluruh dunia dan disebut oleh beberapa orang sebagai “salah satu contoh terbaik dari kebodohan manusia yang pernah kita saksikan”.
Bagian Dalam Taj Mahal – India
Tentu sudah tak asing lagi kan dengan Taj Mahal? Salah satu bangunan paling populer di India sekaligus menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Kendati begitu, tahukah anda jika ternyata Taj Mahal juga memiliki aturan bagi wisatawan yang ingin berfoto. Ya, Konon wisatawan yang datang ke tempat wisata ini dilarang untuk memfoto bagian dalam Taj Mahal. Hal ini dikarenakan bangunan Taj Mahal merupakan sebuah makam sehingga berfoto di dalam bangunan ini tidak diperbolehkan. Wisatawan hanya diperbolehkan memfoto bagian luar Taj Mahal saja. Dengan aturan itu, hampir tidak ada wisatawan yang berfoto dengan menampakkan bagian dalam Taj Mahal
Bagian Dalam Valley of the Kings – Mesir
Serupa dengan Taj Mahal, Valley of the Kings yang merupakan salah satu destinasi terpopuler di Mesir juga membuat aturan yang tak memperbolehkan wisatawan untuk mengambil foto selfie maupun foto biasa khususnya di bagian dalamnya.
Terletak di bagian barat Sungai Nil, Valley of the Kings merupakan tempat yang berisi kumpulan makam para Raja Mesir Kuno. Selain makam, tempat ini juga berisi benda-benda bersejarah dan harta karun di masa lampau.
Oleh karena itulah, wisatawan yang datang ke tempat ini hanya dapat mengambil foto Valley of the Kings dari bagian luarnya saja dan dilarang keras memotret bagian dalamnya. Namun di momen-momen tertentu, mengambil foto sesekali diizinkan tapi melalui persetujuan otoritas pariwisata Mesir.
Crown Jewel – London
Merupakan salah satu tempat wisata populer bagi wisatawan. Bagaimana tidak populer? Datang ke tempat wisata yang satu ini kalian akan disuguhkan dengan berbagai perhiasan atau barang-barang berharga Kerajaan Inggris. Kendati demikian, wisatawan dilarang untuk berfoto ataupun merekam video perhiasan yang ada di sana. Tidak ada seorang pun yang diizinkan untuk mengambil permata atau barang-barang berharga di tempat ini.
Saking ketatnya, seluruh wisatawan yang datang dipantau juga oleh petugas. Selain itu, terdapat lebih dari 100 kamera CCTV yang tersebar di seluruh ruangan untuk mengawasi gerak-gerik wisatawan.
Danau Tahoe – California
Tahukah sobat kover jika di California Amerika Serikat ada satu tempat yang melarang wisatawannya untuk melakukan foto selfie dengan binatang liar loh khususnya yang gemar dengan beruang. Nama tempat tersebut ialah Danau Tahoe.
Menurut otorisas pariwisata California, melakukan selfie dengan beruang sangat berbahaya bagi manusia dan beruang sebab dapat mengancam nyawa. Namun sekuat apapun aturan itu diberlakukan, pihak berwenang mengatakan bahwa area tersebut justru dibanjiri oleh orang-orang yang mencoba mengambil foto-foto tersebut. Betapa pun lucunya beruang-beruang ini, para pejabat Danau Tahoe berusaha memperingatkan pengunjung akan bahaya binatang tersebut.
Beruang yang merasa sesak dan terancam akan menyerang dan bisa mematikan. Jika kebiasaan selfie dengan beruang ini terus berlanjut, pihak berwenang di Danau Tahoe mengatakan kawasan yang paling banyak dikunjungi beruang akan ditutup untuk umum karena risikonya terlalu tinggi terhadap manusia dan beruang.
Berfoto Selfie dengan Hewan Buas – New York
Selain California, New York menjadi negara bagian Amerika Serikat pertama yang melarang wisatawannya untuk berfoto selfie dengan hewan-hewan buas seperti singa, harimau, atau kucing besar lainnya. Secara khusus, undang-undang tersebut melarang kontak langsung antara masyarakat dan aneka satwa pada acara pameran hewan keliling.
Peserta pameran hewan yang tidak mematuhi undang-undang ini dapat dikenakan denda untuk setiap pelanggaran. Undang-undang tersebut disahkan tidak hanya untuk melindungi hewan liar tetapi juga masyarakat yang mencintai hewan tersebut.
Jiangsu National Security Education Museum – China
Selanjutnya adalah Jiangsu National Security Education Museum yang terletak di China. Ini merupakan salah satu tempat di dunia yang melarang wisatawan untuk berfoto. Bahkan, tempat wisata ini juga tak boleh dikunjungi wisatawan asing atau luar China.
Hanya warga China saja yang diizinkan untuk mengunjungi museum mata-mata ini. Museum ini merupakan rumah bagi peralatan mata-mata, gawai alat spionase, dan dokumen yang dikumpulkan dari tahun 1972.
Salah satu alasan kenapa tempat ini sangat terbatas aksesnya adalah museum ini dianggap sangat sensitif untuk ditampilkan bagi wisatawan asing. Untuk melindungi museum tersebut, wisatawan lokal atau warga China sendiri dilarang untuk memotret museum tersebut.
Makkah – Arab Saudi
Melansir dari MapQuest Travel, generasi muda yang melakukan “selfie” pada ibadah haji di kota Makkah, Arab Saudi, mendapat sorotan dari para ulama di sana.
Oleh karena itu pula, ponsel berkamera dilarang digunakan di masjid-masjid suci hingga beberapa tahun terakhir. Di Arab bahkan pernah dikeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa selfie adalah “bentuk pemujaan diri yang tidak beragama dan tidak dapat diterima”.
Selfie yang diambil selama perjalanan haji dianggap dapat mengalihkan perhatian wisatawan dari salat dan ritual agama yang sedang berlangsung. Bahkan, dianggap merusak ketenangan dan kerendahan hati yang diperlukan dalam menjalankan ibadah.
Korea Utara
Menjadi salah satu negara yang terbilang cukup sulit untuk diakses wisatawan asing. Meski diizinkan masuk, ada beberapa aturan bagi wisatawan khususnya untuk berfoto. Salah satu tempat yang melarang wisatawan untuk berfoto adalah Istana Matahari Kumsuan atau Kumsuan Palace of the Sun yang menjadi mausoleum (bangunan makam) untuk untuk Kim Il-sung , pendiri Korea Utara, dan untuk putranya Kim Jong-il. Keduanya sendiri ditetapkan sebagai pemimpin abadi Korea Utara.
Selain dilarang untuk berfoto, bagi wisatawan yang berkunjung juga harus melakukan pemeriksaan secara ketat. Bahkan, sebelum masuk, pengunjung harus melewati ruang pembersih debu agar tidak ada debu yang terbawa masuk ke dalam bangunan.
Patung David Michaelangelo – Florence
Meski patung David Michaelangelo selalu berhasil membuat wisatawan yang datang berdecak kagum, namun otoritas di tempat tersebut yakni Galleria dell’Accademia, Florence, Italia justru melarang wisatawannya untuk mengambil foto ataupun berfoto selfie. Hal ini bukan karena patung setinggi 17 meter tersebut merupakan objek wisata populer melainkan khawatir merusak nilai-nilai seni Patung David.
Namun, para wisatawan dilarang mengambil foto ataupun berfoto selfie dengan bantuan tongkat, karena dikhawatirkan merusak nilai-nilai seni Patung David.


