5 Olahraga Ringan yang Akan Bikin PMS Membaik

Young korean woman doing lunges, exercising on yoga mat at home, working out her strength, copy space. Asian lady making domestic training in the morning

Siapa sangka, bahwa nyeri haid merupakan keluhan yang umum dialami oleh wanita ketika menstruasi ternyata bisa diatasi dengan berolahraga. Nyeri haid terjadi karena rahim berkontraksi yang disebabkan oleh adanya pelepasan hormon prostaglandin untuk mengeluarkan sel telur yang tidak dibuahi. Nyeri haid tersebut dapat diredakan dengan beberapa pilihan jenis olahraga yang aman dan mudah untuk dilakukan.

Memang, pada beberapa wanita yang sedang menstruasi hanya merasakan nyeri haid ringan. Akan tetapi tidak sedikit wanita yang merasakan nyeri haid parah yang tidak tertahankan hingga mengganggu rutinitas sehari-hari. Oleh karena itu, terdapat beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan ketika sedang haid untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami. Karena ketika berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang berfungsi dalam meredakan rasa yang dialami, sehingga hormon tersebut dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang dialami ketika haid.

Jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk meredakan nyeri haid seperti:

1. Yoga

Melakukan yoga saat PMS bisa jadi penyelamatmu. Gerakan-gerakan lembut seperti child’s pose, cat-cow, atau supta baddha konasana dapat membantu meredakan kram dan memperlancar aliran darah. Dilansir dari studi yang dipublikasikan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine (2016), latihan yoga selama 12 minggu secara signifikan menurunkan gejala PMS, termasuk kecemasan dan nyeri punggung bawah. Kamu bisa coba 15–30 menit saja di rumah dengan panduan video atau aplikasi favoritmu.

2. Jalan Kaki

Kita mungkin sering meremehkan jalan kaki, tapi sebenarnya jalan kaki adalah bentuk olahraga ringan yang sangat efektif untuk meredakan gejala PMS. Jalan kaki selama 20–30 menit dapat membantu tubuh melepaskan endorfin, hormon yang memperbaiki suasana hati dan mengurangi persepsi nyeri. Riset dari American College of Obstetricians and Gynecologists bahkan menyarankan aktivitas aerobik ringan seperti ini untuk perempuan yang sering mengalami gejala pramenstruasi intens.

3. Stretching

Kita mungkin sering meremehkan jalan kaki, tapi sebenarnya jalan kaki adalah bentuk olahraga ringan yang sangat efektif untuk meredakan gejala PMS. Jalan kaki selama 20–30 menit dapat membantu tubuh melepaskan endorfin, hormon yang memperbaiki suasana hati dan mengurangi persepsi nyeri. Riset dari American College of Obstetricians and Gynecologists bahkan menyarankan aktivitas aerobik ringan seperti ini untuk perempuan yang sering mengalami gejala pramenstruasi intens.

4. Pilates

Pilates bukan cuma untuk mereka yang ingin membentuk perut. Teknik napas dalam dan kontrol gerakan yang jadi dasar dari Pilates bisa menenangkan sistem saraf dan mengurangi kembung serta nyeri otot saat PMS. Sebuah penelitian dari International Journal of Women’s Health and Reproduction Sciences (2021) menemukan bahwa latihan Pilates secara teratur berdampak positif pada kestabilan emosional dan gejala fisik PMS. Kamu bisa mencoba kelas daring dengan durasi 10–20 menit.

5. Bersepeda Santai

Kalau kamu punya sepeda, gunakanlah untuk berkeliling santai di pagi hari. Bersepeda dengan intensitas rendah membantu melancarkan peredaran darah dan memberikan distraksi alami dari rasa tidak nyaman. Selain itu, olahraga ini juga membantu mengatasi mood swing berkat peningkatan dopamin dan serotonin. Studi dari Journal of Physical Activity and Health (2014) menyebutkan bahwa aktivitas aerobik seperti ini mampu memperbaiki kualitas hidup selama fase luteal (pra-menstruasi).