
Biasanya orang-orang mulai mengalami kulit keriput setelah memasuki usia paruh baya sebagai salah satu tanda-tanda penuaan. Namun, siapa sangka ternyata banyak juga yang mengalami kulit keriput di usia muda. Bagaimana bisa? Nah, untuk mengetahui penyebab kemunculan keriput yang lebih dini, mari simak artikel berikut ini sampai habis.
Penyebab munculnya keriput pada kulit ternyata bukan hanya karena usia saja. Namun, ada beberapa faktor eksternal maupun internal yang bisa mendorong keriput timbul lebih cepat di usia muda. Apa saja?
Melewatkan Penggunaan Tabir Surya
Sering kali kita mengabaikan pentingnya memakai tabir surya setiap hari, padahal kebiasaan ini punya dampak besar karena merupakan cara mencegah penuaan dini. Tanpa perlindungan SPF, kulit menjadi lebih rentan terhadap sinar matahari yang bisa memicu munculnya flek hitam, garis-garis halus, dan warna kulit yang tidak merata.
Bahkan di hari yang mendung sekalipun, sinar UVA dan UVB tetap bekerja diam-diam merusak kolagen di dalam kulit. Hal ini pada akhirnya mempercepat tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan bintik gelap.
Over Eksfoliasi
Eksfoliasi memang bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati dan membuat wajah terlihat lebih segar. Namun, jika dilakukan terlalu sering, justru bisa merusak lapisan pelindung alami kulit.
Ketika lapisan pelindung alami kulit terganggu, kulit menjadi lebih sensitif, mudah kemerahan, dan rentan mengalami penuaan dini seperti munculnya kerutan. Salah satu tanda umum bahwa kamu mungkin sudah berlebihan dalam mengeksfoliasi adalah saat wajah terasa terlalu kencang, seperti tertarik, atau bahkan perih setelah perawatan.
Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Mengonsumsi gula secara berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit. Saat tubuh menerima terlalu banyak gula olahan, akan terjadi proses bernama glikasi.
Proses glikasi tersebut membuat protein penting dalam kulit, seperti kolagen dan elastin, menjadi kaku dan rusak. Padahal, kedua protein tersebut berperan besar dalam menjaga kulit tetap kenyal, kencang, dan tampak awet muda.
Dehidrasi
Kulit yang sehat dan tampak segar tidak hanya bergantung pada perawatan luar seperti penggunaan pelembap. Asupan cairan dari dalam tubuh ternyata juga sangat memengaruhi kesehatan dan kesegaran kulit.
Saat tubuh mengalami dehidrasi atau kekurangan air, kulit akan kehilangan elastisitas alaminya, terlihat lebih kusam, dan bahkan bisa tampak berkerut halus seperti kulit kering. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan cairan setiap hari sama pentingnya dengan merawat kulit dari luar agar kesehatan dan penampilan kulit tetap terjaga optimal.
Stres Kronis
Stres yang berlangsung terus-menerus atau kronis bisa berdampak buruk bagi kesehatan kulit. Saat kita stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol, yang jika terus-menerus tinggi kadarnya, bisa menyebabkan berbagai masalah pada kulit, misalnya, munculnya jerawat, warna kulit yang tampak kusam, hingga garis-garis halus yang tampak makin jelas.


