
Kabar tak sedap datang dari dunia mode dunia. Salah satu Desainer ternama dunia, Giorgio Armani diketahui telah menghembuskan napas terakhirnya tepat di usianya ke 91 tahun. Pria yang dikenal sebagai ikon desainer dan pendobrak pakem kaku tentang kemewahan dalam berbusana itu telah meninggalkan warisan estetika yang akan terus hidup lewat karya dan konsepnya.
Berbicara tentang busana yang santai, tetapi tetap mewah, ingatan semua orang akan langsung tertuju kepada Giorgio Armani. Pria kelahiran Milan, Italia, itu berhasil mengubah gaya kaku jas menjadi lebih kasual dan modern, tapi tetap berkualitas. Dia mengubah citra keras dalam pakaian pria menjadi lebih lembut dan memperkuat gambaran pakaian wanita dari lembut dengan karya-karyanya.
Berdasarkan dari laman Museum Guggenheim dan Britannica, Armani berasal dari Piacenza, suatu kota kecil di Italia. Menempuh pendidikan di sekolah negeri setempat, dia memiliki rasa cinta terhadap teater dan sinema.
Meskipun begitu, dia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter. Akan tetapi, keinginan itu tampaknya tidak sesuai dengan takdirnya. Sang pria lebih memilih meninggalkan sekolah kedokteran yang sedang dijalaninya untuk berkarier di bidang mode. Pada 1957, Armani bekerja di department store La Rinascente di Milan, Italia, sebagai buyer.
Dia sempat bekerja sebagai asisten fotografer sebelum menerima promosi ke kantor gayanya, tempat dia membeli dan memamerkan produk-produk berkualitas dari India, Jepang, dan Amerika Serikat. Dengan demikian, dirinya turut memperkenalkan budaya asing kepada konsumen Italia pada umumnya.
Setelah 7 tahun, dia mulai meniti karier sebagai desain mode dengan “berlatih” di atelier Nino Cerruti pada 1964. Armani yang tidak menjalani pelatihan formal apa pun merancang lini busana pria untuk jenama itu.
Enam tahun berselang, Giorgio Armani mengikuti “hasutan” sang teman, yakni Sergio Galeotti untuk menjadi perancang busana dan konsultan lepas. Langkahnya tepat lantaran dia segera menorehkan prestasi dengan karya-karyanya dalam peragaan busana bergengsi di Sala Bianca, Florence.
Pujian datang ketika jaket bombernya sukses membuat kagum banyak orang lantaran penggunaan material dalam konteks dan kombinasi yang tidak terduga – yang terkenal menjadi ciri khas kejeniusannya.
Pada 1975, pakaian siap pakai untuk pria dan wanita dengan label milik sendiri pun rilis di pasar melalui perusahaannya Giorgio Armani SpA. Dengan Label yang sama dengan namanya sendiri, dia mendobrak industri mode.
Armani meluncurkan jas pria tanpa lapisan dan konstruksi. Terlihat longgar dan informal, blazer menawarkan tampilan di bagian bawahnya. Desain ini menandakan perubahan besar dari setelan pengap yang kerap mengekang pria pada 1960-an. Karya ini juga mengabaikan gaya berpakaian generasi hippie.
Tidak berhenti di situ, dia juga meluncurkan jas tanpa struktur untuk wanita 3 bulan kemudian. Dibuat dengan kain pakaian pria tradisional, jas itu sesederhana, selembut pria, dan memiliki otoritas maskulin.
Armani juga merancang power suit dengan sangat apik untuk pria dan wanita pada era 1980-an, serta menjadi simbol era pertumbuhan ekonomi internasional. Dia mengambil inspirasi dari kemewahan Hollywood pada era 1940-an dari bahu yang lebar dan kerah yang juga lebih lebar.
Reputasi Armani dalam dunia mode global mulai melejit kala karyanya hadir dalam film American Gigolo pada 1980. Adegan Richard saat memilih pakaian di depan lemari penuh setelan Armani juga sukses membuat namanya ikut melambung.
Usai film itu, aktor dan aktris Hollywood pun ramai-ramai menggunakan pakaian rancangan sang desainer saat dalam film atau berjalan di atas karpet merah. Gaya minimalis khas Armani menjadi begitu diminati.
Setelah itu, namanya pun terus menggema di seluruh dunia. Dia menjadi ikon dalam dunia mode global dan jaminan mutu bahwa karyanya akan membuat penggunanya selalu menjadi pusat perhatian.
Sepanjang kariernya, Armani juga tercatat telah memperoleh puluhan penghargaan. Sebagai contoh, dia membawa pulang Neiman Marcus Award untuk Distinguished Service di bidang mode pada 1979. Selain itu, dia juga mendapat The Best International Designer dari Council of Fashion Designers of America juga diraih oleh Armani pada 1983.
Tak hanya berjaya pada era 1900-an, nama dan karyanya terus diapresiasi hingga era baru 2000-an. Salah satunya adalah penghargaan Knight Grand Cross of the Order of Merit dari Presiden Italia pada 2021. Kini Armani telah sampai pada tempat peristirahatan terakhirnya, tapi karya dan kontribusinya akan terus dikenang di industri mode dunia.


