4 Tips Mengatasi Rasa Takut Dalam Trading Forex

50
4 Tips Mengatasi Rasa Takut Dalam Trading Forex

Memasuki dunia trading tentunya tak ada jaminan akan selalu mulus. Banyaknya resiko di depan yang membuat seseorang merasa takut dan dapat menyebabkan overthinking. Mereka berpikir bagaimana kalau jatuh nanti, atau bagaimana kalau saya meninggal. Itulah rasa takut.

Anda sebagai trader pemula wajib tahu bahwa rasa takut akan  kerap kali muncul dan selalu menjadi sandungan bagi sebagian trader. Bukan tanpa sebab, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang trader merugi. Mulai dari pemahaman yang kurang, pemilihan teknik yang salah, hingga ketidaksabaran bisa menjadi pemicu.

Lucunya banyak orang dalam trading yang sudah tahu bahwa dirinya mungkin akan terancam jika dia melakukan kesalahan-kesalahan yang fatal, tapi dia selalu mengulangi dan menikmati ketakutan itu. Bahkan banyak orang yang bilang ingin keluar dari ketakutan tetapi justru tetap berkecimpung di dalam ketakutan itu.

Kali ini KoverMagz akan bagikan beberapa tips penting untuk mengatasi rasa takut dalam trading forex. Penasaran bagaimana cara mengatasinya ? Simak artikel di bawah ini selengkapnya!

1. Berpikir Positif dan Kurangi Overthink

Banyak orang tentunya takut dengan kegagalan, apalagi saat memulai sesuatu. Adakalanya kita berpikir terlalu jauh hingga membuat hasil yang kita buat tak maksimal. Pada saat kita overthinking tentang hal-hal yang menguatirkan, ketakutan kita akan semakin besar dan pengambilan keputusan kita akan cenderung salah.

Dalam trading, bila Anda memikirkan suatu hal yang belum tentu terjadi, misalnya kalau saya rugi bagaimana, nanti kalau pattern gagal bagaimana, kalau kehilangan semuanya bagaimana, dsb. Banyak pikiran-pikiran yang akhirnya overcomplicated membuat Anda overthinking dan tidak tenang. Semua itu tidak real, jadi Anda harus buang semua pemikiran tersebut.

2. Ketakutan itu tidak nyata, Bahaya itu nyata

Sobat Kover harus tahu bahwa kehadiran adrenalin membuat kita merasa bahwa sesuatu itu membahayakan padahal belum tentu terjadi. Jadi, fear is not real–fear adalah sebuah karangan atau imajinasi kita yang membuat kita berpikir yang tidak seharusnya.

Demikian juga pada saat Anda trading. Jika Anda sudah masuk di dalam pattern yang bagus, polanya bagus dan semuanya sudah betul dan Anda tidak melakukan apapun yang melenceng maka Anda bisa menutup laptop dan pergi kemana pun. Harga akan mengikuti dengan semestinya, walaupun yang namanya resiko itu benar – benar ada. Tetapi apa yang perlu ditakutkan? Selama menggunakan pengaman atau stop loss maka Anda akan aman.

3. Pilih Sistem Trading yang Diyakini

Dalam memulai suatu hal, adakalanya seseorang merada takut dan tidak percaya diri. Kenapa? Karena kita belum menguasai bidang yang dilakukan. Seperti Anda baru pertama kali bekerja, pasti Anda akan mengerjakan sesuatu dengan lambat karena takut salah, hingga akhirnya terbiasa dan bisa bekerja dengan cepat.

Dalam trading pilihlah satu metode yang kamu percaya bahwa itu bisa menghasilkan uang. Percaya, yakin, sudah terbiasa, sudah tahu bahwa metode ini bisa menghasilkan uang. Lakukan berulang – ulang dan jangan pernah ganti sistem trading.

Bila sistem trading terus berganti, Anda tidak akan memiliki satu kepercayaan diri terhadap sistem tersebut. Jika kalian melihat sistem tersebut bisa menghasilkan profit, gunakan terus. Saat seorang trader sudah sangat terbiasa menggunakan satu sistem yang dipakai dalam berbagai macam jenis keadaan pasar, maka rasa takut itu akan hilang dengan sendirinya.

4. Jangan Memasukkan Uang Panas

Ketika Anda memutuskan untuk melakukan trading, janganlah pernah memasukkan dana trading yang Anda tidak siap untuk hilang alias uang panas. Kalau Anda masuk dengan uang dingin maka Anda bisa berbisnis atau trading dengan tanpa banyak beban. Trading dengan uang dingin membuat Anda bisa lebih stabil secara psikologis.

Rasa takut dapat dieliminasi jika sudah menguasai bidang yang ditekuni. Jika Anda belum memiliki pengetahuan yang cukup terkait bisnis trading ini, Anda bisa belajar trading dengan mencari berbagai sumber dari buku, blog, hingga pelatihan. Semoga bermanfaat!