
Bagi pencinta musik alternatif, nama American Football bukan hal asing. Band asal Urbana–Champaign, Illinois, Amerika Serikat ini dikenal lewat musik yang tenang, melankolis, dan penuh perasaan. Meski tidak pernah benar-benar mengejar popularitas, American Football justru menjadi salah satu band paling berpengaruh dalam skena emo dan math rock.
American Football dibentuk pada 1997 oleh Mike Kinsella (vokal dan gitar), Steve Holmes (gitar), dan Steve Lamos (drum). Melansir AllMusic, band ini dikenal dengan gaya musik yang menggabungkan struktur math rock yang tidak biasa dengan nuansa emo yang lembut dan introspektif.
Berbeda dengan math rock yang sering terdengar rumit dan agresif, American Football memilih jalur yang lebih tenang. Lagu-lagu mereka diisi gitar bersih, tempo lambat, serta ritme yang kadang berubah tanpa terasa kasar. Vokal Mike Kinsella terdengar seperti sedang bercerita, membuat pendengar merasa dekat dengan liriknya.
Melansir Pitchfork, kekuatan American Football terletak pada kesederhanaan yang jujur. Mereka tidak banyak menggunakan distorsi atau teriakan, tetapi mampu menghadirkan emosi yang dalam melalui aransemen musik yang rapi dan lirik yang reflektif.
Pada 1999, American Football merilis album debut berjudul American Football atau yang sering disebut LP1. Saat pertama kali dirilis, album ini tidak langsung populer. Namun seiring waktu, album ini justru menjadi karya legendaris dan banyak dibicarakan.
Menurut Rolling Stone, LP1 dianggap sebagai salah satu album emo paling berpengaruh sepanjang masa. Sampul rumah dengan cahaya lampu di malam hari pun menjadi simbol tersendiri bagi para penggemarnya.
Dari album tersebut, lagu Never Meant menjadi karya paling populer dan sering dikaitkan dengan American Football. Lagu ini dikenal lewat intro gitar yang khas serta lirik tentang hubungan yang tidak pernah berjalan sesuai harapan.
Selain itu, lagu The Summer Ends juga kerap disebut sebagai lagu favorit penggemar karena mampu menggambarkan perasaan kehilangan dan berakhirnya sebuah masa. Lagu lain seperti Honestly? dan Stay Home memperlihatkan ciri khas math rock American Football melalui perubahan ritme yang halus namun tetap emosional.
Tak lama setelah merilis album debut, American Football memutuskan untuk bubar. Para personelnya memilih fokus pada kehidupan masing-masing, sementara musik mereka terus menyebar melalui internet dan komunitas penggemar.
Popularitas American Football justru semakin besar meski band ini tidak aktif selama bertahun-tahun. Pada 2014, American Football akhirnya kembali dan merilis album American Football (LP2) pada 2016, disusul LP3 pada 2019. Lagu seperti My Instincts Are the Enemy dari LP2 menunjukkan sisi band yang lebih dewasa dan reflektif.
Band ini sendiri pernah menggelar konser perdana di Jakarta pada 5 Agustus 2019 di Studio Palem, Kemang. Dipromotori oleh kolaborasi 630 Records, Noisewhore, dan PPPOST95, konser ini menampilkan lagu-lagu hits seperti Never Meant sebagai bagian dari tur album LP3.


