Unik! Ini 5 Tradisi Perayaan Paskah di Berbagai Negara

Paskah merupakan salah satu momen yang tepat bagi keluarga untuk menciptakan pengalaman yang bermakna dan berkesan, sambil berbagi pesan kasih.

Biasanya, Paskah dirayakan dengan beribadah, berkumpul berburu telur Paskah, merenungkan makna Paskah, dan sebagainya. Akan tetapi, ada juga masyarakat di berbagai belahan dunia lainnya yang merayakan Paskah dengan tradisi unik yang menarik untuk ditelusuri.

Di berbagai berbagai belahan dunia, Paskah juga dirayakan dengan cara-cara yang jauh lebih unik, bahkan tak biasa. Tradisi -tradisi ini dilakukan dan dipengaruhi dengan sejarah dan budaya setempat. Yuk, lihat deretan tradisi unik perayaan Paskah di berbagai negara berikut ini!

Perayaan Paskah di Jerman

Tradisi musim semi di Jerman adalah Ostereierbaum, atau yang berarti pohon telur Paskah. Tradisi ini ternyata sudah berlangsung ratusan tahun, meski asal-usulnya masih tidak diketahui secara pasti.

Untuk menyelenggarakan tradisi saat Paskah ini, pohon atau ranting akan dihias menggunakan telur warna-warni yang sudah dicat. Sampai sekarang, tradisi Ostereierbaum tetap dilestarikan di berbagai wilayah Jerman.

Wet Monday (Polandia)

Masyarakat Polandia punya tradisi unik saat Senin Paskah yaitu Wet Monday. Tradisi ini dilakukan dengan saling menyiram air sebagai simbol penyucian dan pembaruan. Wet Monday melambangkan kegembiraan, kebangkitan, dan harapan yang datang dengan musim semi.

Tradisi ini konon berakar dari pembaptisan Pangeran Mieszko I pada tahun 966 M. Saking populer-nya, tradisi ini bahkan turut dirayakan di beberapa kota lain di dunia seperti Buffalo dan New York, bahkan berlangsung hingga malam hari karena suasananya yang meriah.

Omelet raksasa di Prancis

 Warga Haux, Prancis, merayakan Senin Paskah dengan memasak omelet raksasa dari lebih 4.500 telur yang bisa dinikmati lebih dari 1.000 orang. Tradisi ini konon terinspirasi dari kisah Napoleon Bonaparte yang memerintahkan pengumpulan telur setelah menyukai omelet setempat. Setiap keluarga menyumbang telur, lalu seluruh warga berkumpul di alun-alun untuk memasaknya bersama.

Penyihir Paskah di Finlandia 

Di Finlandia dan Swedia, anak-anak berdandan seperti penyihir, membawa sapu, dan berkeliling dari rumah ke rumah. Mereka menawarkan hiasan ranting willow sebagai “berkah” dan menerima permen atau uang sebagai balasan. Tradisi ini berakar dari kepercayaan lama tentang penyihir yang berkeliaran saat Paskah.

Perayaan Paskah di Negara-negara Pasifik

Negara di kawasan Pasifik seperti Selandia Baru dan Australia merayakan Paskah dengan cara yang berbeda. Dilansir dari Wycliffe, salah satu tradisi yang populer di negara tersebut adalah menikmati makanan khas yaitu hot cross buns, roti manis berbumbu yang memiliki tanda salib di atasnya.

Selain itu, bedanya Paskah di Australia tidak menggunakan kelinci sebagai simbol Paskah karena dianggap sebagai hama. Oleh karena itu, sebagai gantinya merayakan dengan hewan bernama bilby, sehingga dijuluki sebagai ‘Easter Bilby’ karena bentuknya mirip kelinci.

Baca Juga:  Intip Profil dan Sederet Kekayaan Teuku Rassya, Putra Tamara Bleszynski yang Baru Resmi Menikah!