
Masih bingung dalam mengenali produk bebas gluten? Jika iya tak usah gusar. Kali ini tim kovermagz akan membagikan sederet tips untuk mengenali produk bebas gluten. Seperti kita tahu gluten merupakan sejenis protein alami yang didalamnya terdapat biji-bijian seperti gandum (wheat), barley (jelai), rye (gandum hitam), dan triticale (hasil persilangan antara gandum dan rye).
Protein ini berperan penting dalam memberikan kekenyalan, elastisitas, dan struktur pada adonan roti, pasta, atau kue. Ketika tepung dicampur dengan air, gluten membentuk jaringan elastis yang membuat adonan dapat mengembang dan mempertahankan bentuknya saat dipanggang.
Bagi sebagian orang, gluten bisa menimbulkan masalah kesehatan. Sebut saja contohnya penderita penyakit celiac. Penderita ini akan mengalami reaksi autoimun ketika mengonsumsi gluten, yang menyebabkan kerusakan pada dinding usus halus dan mengganggu penyerapan nutrisi.
Maka dari itu, banyak orang dengan kondisi tersebut harus menjalani diet bebas gluten yakni menghindari semua makanan dan minuman yang mengandung atau terkontaminasi gluten. Tanpa basa-basi yuk ikuti tips mengenali produk bebas gluten dibawah ini:
Mencari label gluten-free di kemasan
Tips pertama yang harus dilakukan ialah dengan mencari tahu label gluten free yang ada di kemasan. Menurut Food and Drug Administration (FDA), produk yang diklaim gluten-free harus mengandung kurang dari 20 bagian per juta (ppm) gluten.
Angka ini menjadi standar internasional karena dianggap aman bagi sebagian besar penderita penyakit celiac. Namun, label bebas gluten bersifat sukarela. Artinya tidak semua produk yang tidak mengandung gluten mencantumkannya.
Untuk memastikan keamanan, konsumen disarankan mencari logo sertifikasi pihak ketiga seperti Gluten-Free Certification Organization (GFCO) atau NSF Gluten-Free, yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah diuji dan memenuhi standar ketat.
Membaca daftar bahan dengan cermat dan teliti
Tips kedua ialah membaca daftar bahan dengan cermat dan teliti. Selain memperhatikan label, penting untuk memeriksa bahan-bahan yang digunakan. Hindari produk yang mengandung gandum (wheat), barley, rye, dan triticale, termasuk turunannya seperti semolina, malt, atau spelt.
Produk yang menggunakan brewer’s yeast atau oats juga perlu diwaspadai, kecuali jika secara jelas tertulis certified gluten-free oats. Beberapa bahan seperti modified food starch, hydrolyzed vegetable protein, atau natural flavoring bisa menjadi sumber gluten tersembunyi.
Perhatikan pernyataan tambahan pada label
Celiac Disease Foundation menekankan pentingnya membaca bagian peringatan seperti “Contains wheat” atau “May contain barley”. Kalimat itu menunjukkan adanya risiko kontaminasi silang (cross-contamination) selama proses produksi. Produk dengan pernyataan semacam ini sebaiknya dihindari, terutama bagi mereka yang sangat sensitif terhadap gluten.
Waspadai produk fermentasi atau olahan
Produk fermentasi atau hidrolisis seperti saus, kecap, dan bumbu olahan harus melalui pengujian tambahan agar dapat diberi label gluten-free. Hal ini karena protein gluten dalam bahan dasarnya bisa saja terurai sebagian namun tetap menimbulkan reaksi pada penderita celiac.
Menghindari kontaminasi di rumah
Waspadai risiko kontaminasi silang yang bisa terjadi ketika makanan bebas gluten bersentuhan dengan bahan atau peralatan yang mengandung gluten, bahkan dalam jumlah sangat kecil sekalipun.
Gunakan peralatan masak, talenan, dan saringan terpisah untuk bahan bebas gluten. Pastikan toaster, wajan, dan sendok kayu tidak digunakan bergantian dengan produk berbasis gandum, serta bersihkan meja dapur dan alat masak dengan air hangat dan sabun sebelum menyiapkan makanan. Selain itu, pisahkan area penyimpanan bahan bebas gluten dari tepung atau produk berbasis gandum agar partikel kecil tidak mencemari bahan lain.


