
Sepanjang 2025, olahan kacang pistachio kian populer dalam berbagai dessert dan minuman, seperti cokelat Dubai, es krim, hingga pastry. Kacang yang telah dikonsumsi sejak ratusan tahun lalu ini kini mendunia berkat cita rasa dan khasiatnya.
Kacang pistachio merupakan biji dari pohon Pistacia vera yang umumnya dikonsumsi sebagai camilan maupun bahan makanan. Kacang ini tidak hanya memiliki rasa yang lezat, tetapi juga mengandung banyak nutrisi yang berguna untuk kesehatan tubuh.
Dikutip dari Healthline, pistachio kaya akan beragam nutrisi yang mendukung penurunan berat badan, kesehatan usus, pengaturan gula darah, hingga kesehatan jantung. Pistachio mengandung lemak sehat dan berperan sebagai sumber protein, serta, dan antioksidan yang baik.
Kaya akan nutrisi
Dalam porsi 1 ons atau 28 gram, sekitar 49 pistachio mengandung berbagai nutrisi, seperti serat, protein, kalium, hingga vitamin B6. Pistachio menjadi salah satu makanan yang paling kaya akan vitamin B6, yang bermanfaat untuk beberapa fungsi tubuh, termasuk pengaturan gula darah dan pembentukan hemoglobin. Kacang ini juga mengandung kalium, dengan perbandingan 1 ons pistachio mengandung kalium lebih banyak daripada setengah pisang berukuran besar.
Tinggi akan antioksidan
Molekul antioksidan sangat bermanfaat untuk mencegah kerusakan sel dan berperan penting dalam mengurangi risiko kesehatan tertentu, seperti kanker. Menurut penelitian, pistachio memiliki kandungan antioksidan paling tinggi dibandingkan jenis kacang dan biji-bijian lain.
Kandungan lutein dan zeaxthin dalam pistachio dapat bermanfaat untuk kesehatan mata dan melindungi mata dari kerusakan akibat cahaya biru serta terganggunya penglihatan sentral mata. Selain itu, kandungan polifenol dan tokoferol yang ada di pistachio juga dapat melindungi tubuh dari kanker dan penyakit jantung.
Rendah kalori, namun kaya protein
Kacang-kacangan biasanya mempunyai kandungan kalori yang tinggi, namun pistachio termasuk kacang yang mengandung kalori paling rendah. 28 gram pistachio hanya mengandung 159 kalori, tergolong rendang jika dibandingkan dengan 185 kalori dalam kacang kenari dan 196 kalori dalam kacang pecan.
Sementara itu, pistachio mempunyai kandungan 14 persen protein dari jumlah kalorinya, menobatkan pistachio sebagai kacang kedua dengan kandungan protein terbanyak setelah almond. Pistachio juga mengandung banyak asam amino esensial, yang diperoleh melalui makanan karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri.
Membantu penurunan berat badan
Meskipun termasuk makanan yang padat energi, pistachio erupakan makanan yang baik untuk menurunkan berat badan. Pistachio yang kaya akan serat dan protein, dapat berkontribusi untuk menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, sehingga anda akan makan lebih sedikit.
Sebuah studi pada tahun 2020 menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi pistachio secara teratur, mengalami penurunan tekanan darah dan peningkatan asupan serat yang bermanfaat untuk penurunan berat badan.
Meningkatkan bakteri usus yang sehat
Serat yang dikandung pistachio akan bergerak melalui sistem pencernaan setelah dikonsumsi, di sana beberapa jenis serat akan dicerna oleh bakteri baik dalam usus, kemudian bertindak sebagai prebiotik. Menurut penelitian pada 2014, mengonsumsi pistachio dapat meningkatkan jumlah bakteri penghasil butirat dalam usus lebih banyak daripada saat mengonsumsi almond.
Menurunkan kolesterol dan tekanan darah
Pistachio dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dengan berbagai cara, seperti dengan mengonsumsi pistachio dapat membantu menurunkan kolesterol darah dan memperbaiki tekanan darah. Selain itu, pistachio juga dapat menurunkan tekanan darah lebih dari jenis kacang yang lain.
Meningkatkan kesehatan pembuluh darah
Seperti kebanyakan jenis kacang lain, pistachio adalah sumber asam amino L-arginin yang diubah menjadi oksida nitrat di dalam tubuh. Senyawa tersebut berperan penting dalam menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga pistachio dapat menjaga pergerakan pembuluh darah dari asam amino L-arginin yang terkandung di dalamnya.
Membantu penurunan gula darah
Pistachio juga memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga pistachio tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tinggi. Sebuah studi pada 2024 menemukan bahwa mengkonsumsi 57 gram pistachio setelah makan malam sebagai camilan, bermanfaat baik bagi penderita prediabetes.
Kacang ini juga kaya akan antioksidan, karotenoid, dan senyawa fenolik yang bermanfaat untuk mengatur gula darah. Tak heran jika pistachio kini digemari bukan hanya karena rasanya, tetapi juga manfaatnya bagi kesehatan.


