Serangan Jantung Intai Anak Usia Dini

170

Penulis : Atya  | Fotografer : Parada Al Muqtadir

MEDAN,kovermagz.com | Berbicara mengenai penyakit serangan jantung sepertinya sudah menjadi momok menakutkan bagi semua orang bagaimana tidak penyakit ini menjadi penyakit paling mematikan di dunia pada tingkat pertama.

Penyakit yang kapan saja bisa mengakibatkan kematian ini sangat berpengaruh bagi hidup kita terutama untuk sebagian orang yang tidak menjalani pola hidup sehat. Selain mejaga pola hidup sehat, sangat perlu mewaspadai penyakit ini secara dini agar dapat melalukan pencegahan secara cepat dan tepat.

Menurut dr. Yuke Sarastri serangan jantung sebenarnya disebabkan oleh proses aterosklerosis yaitu suatu proses dimana pembuluh darah pada jantung mengalami penyempitan sehingga aliran darah menuju jantung menjadi tidak lancar. Faktanya, proses ateroskleosis ini sudah terjadi dan dimulai bahkan pada usia belasan tahun namun dikarenakan proses ini ada yang berjalan pelan maka banyak orang yang tidak sadar sehingga seringkali mengabaikan faktor yang satu ini. Proses ateroskleosis ini juga dapat berjalan cepat jika pola atau gaya hidup seseorang tidak teratur sehingga penyempitan aliran darah itu dapat semakin terasa. Dan sebaiknya, jika sudah memasuki usia 20 atau 30 tahun semakin mewaspadai proses ini agar cepat terdeteksi dan dapat dilakukan pencegahan.

Lalu, apakah anak kecil juga dapat terkena penyakit serangan jantung ? Nah, faktanya anak kecil tidak dapat terkena penyakit serangan jantung. Namun, beda halnya jika si anak memiliki riwayat penyakit jantung bawaan secara lahir. Kasus penyakt jantung yang terjadi pada anak biasanya, dikarenakan adanya infeksi yang menyerang pada katup jantung yang biasanya disebabkan oleh bakteri.

Penyakit mematikan ini jika dilihat dengan usia pada umumnya menyerang seseorang yang usianya di atas 45 tahun. Namun bukan berarti usia dibawah itu tak bisa terkena serangan jantung, maka dari itu pola hidup sehat seperti makanan yang sehat, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup merupakan salah satu bentuk pencegahan dini paling mudah dilakukan untuk penyakit serangan jantung. Untuk makanan, dokter sangat menganjurkan agar makan makanan yang sehat seperti adanya protein, sayur untuk serat dalam tubuh, dan lemak yang tidak berlebihan.

Para dokter spesialis jantung juga membagi jenis – jenis dari serangan jantung ini yang terbagi dalam 3 spektrum yaitu, Sindrom Koroner Akut dengan ST Elevesi Miokardi Infark, Sindrom Koroner Akut dengan non ST Elevesi Miokardi Infark, dan angina pektoris tidak stabil (unstable angina). Dokter akan menilai termasuk kemanakah penyakit jantung tersebut melalui gambaran dari Elektrokardiogram (EKG) dan enzim jantung yang diperiksa melalui darah. Pada umumnya, keluhan utama dari ketiga jenis penyakit serangan jantung ini yaitu seperti nyeri dada dengan durasi lebih dari 20 menit dan nyeri yang terasa menjalar. Jika keluhan seseorang yang mengalami penyakit jantung seperti nyeri dada yang hebat lebih dari 20 menit sampai terjadi keringat dingin maka segeralah memeriksakan diri sehingga tau pengobatannya. Dan yang membedakan dari ketiga jenis penyakit serangan jantung ini yaitu dapat dilihat ketika melakukan pemeriksaan.

Nah, untuk pertolongan pertama jika sudah terjadi nyeri yang sangat lama meskipun sudah tiduran atau semacamnya, maka segeralah bawa ke rumah sakit karena penyakit yang satu ini tidak bisa dengan asal menolong. Faktor resiko yang dapat terkena serangan jantung yaitu faktor usia, diabetes melitus, hipertensi (darah tinggi), kolesterol tinggi, merokok, dan gaya hidup yang tidak sehat atau seperti pola hidup yang tidak banyak aktivitas misalnya duduk terus menerus yang terlalu lama juga menjadi salah satu faktor resiko terkena penyakit serangan janntung. Menurut dr. Yuke ada 2 faktor resiko seperti faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat dimodifikasi. Contoh faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi yaitu faktor usia. Lalu dokter menganjurkan dengan rutin melakukan olahraga juga dapat mencegah serangan jantung, seperti rutin olahraga selama 30 menit sehari dan empat kali dalam satu minggu.

Lalu, bagaimana untuk mengidentifikasi diri sendiri mengenai penyakit serangan jantung ? menurut dr Yuke cara pertama yaitu dengan merasakan keluhan seperti apakah terasa nyeri di bagian dada kiri. Dan lakukan juga pemeriksaan rutin mengecek kadar gula darah, kadar kolesterol, tekanan darah dan melakukan pemeriksaan tahunan secara teratur ke dokter dengan setahun sekali jika usia di atas 40 tahun.

Di klinik Syifa, menggunakan External Enhanced Counter Pulsation (EECP) dalam melakukan terapi untuk membantu melancarkan aliran darah, meningkatkan oksigenisasi, dapat menurukan tekanan darah bagi hipertensi, dan juga melebarkan pembuluh darah bagi penderita angina. Untuk terapi dengan EECP ini dilakukan sebanyak 10 kali treatment dan akan menimbulkan hasil yang positif bagi penderita penyakit jantung.

Mengenai penyakit serangan jantung juga tak lepas dari terapi pasang ring pada jantung yang saat ini sudah ramai dilakukan. Melakukan terapi pasang ring ini merupakan terapi infasif untuk melebarkan pembuluh darah yang sempit. Karena penyakit serangan jantung terjadi apabila pembuluh darah mengalami penyempitan yang sangat sempit maka dapat dilebarkan denga pemasangan ring tersebut. Terapi pemasangan ring ini juga merupakan permanen dan tidak dapat dilepas karena pada lama – kelamaan ring tersebut dapat menyatu dengan pembuluh darah. Terapi pemasangan ring di wilayah Kota Medan juga sudah banyak terdapat di rumah sakit yang ada di Kota Medan. Namun jangan salah jika sudah melakukan terapi pemasangan ring bukan berarti terapi EECP tak perlu dilakukan lagi. terrapi EECP juga masih sangat berfungsi dan sangat membantu mengurangi gejala yang kronis seperti mengurangi nyeri dada, mudah lelah dan gampang nyeri jika beraktivitas berat terapi ini sangat berguna selain tindakan infasif tadi.

Untuk terapi EECP ini tidak boleh dilakukan jika dalam keadaan hamil dan hanya dengan minum obat saja. Untuk wanita, serangan jantung biasanya terjadi pada usia diatas 50 tahun dan sangat jarang terjadi pada usia produktif dikarenakan wanita dilindungi oleh hormon yang ada pada rentang waktu ketika masih terjadi mensturasi. Namun, jika wanita sudah memasuki masa monopause faktor resiko serangan jantung menjadi sama dengan pria maka dari itu kita perlu waspada dan melakukan pencegahan sangat perlu dilakukan sejak sekarang.