Sejarah Kue Keranjang, Makanan Khas Perayaan Imlek

143

Kue keranjang atau kue bakul jadi hidangan khas pada perayaan tahun baru Imlek. Makanan yang identik dengan warna coklat dan memiliki rasa yang manis itu selalu hadir menjadi bagian dalam keluarga keturunan Tionghoa di Indonesia.

kue bakul memiliki tekstur yang kenyal dan lengket lantaran dibuat dengan gula halus dan beras ketan yang digiling dengan halus. Pembuatan kue secara tradisional menggunakan keranjang anyaman bambu berlapis daun pisang dan dikukus dengan waktu lebih dari 10 jam.

Kue ini terbuat dari tepung beras ketan dan gula dengan makna keberuntungan. Yuk ketahui lebih lanjut tentang kue ini!

Sejarah Kue Keranjang 

Dikutip dari Bakingworld, kue keranjang biasanya dikenal dengan nama Nian Gao. Asal usul kata Nian Gao sendiri berasal dari cerita zaman China kuno, konon diceritakan ada raksasa bernama Nian yang tinggal di sebuah gua pegunungan.

Saat musim dingin, Nian kesulitan menemukan makanan karena hewan-hewan sedang hibernasi sehingga Nian pun turun ke desa untuk mencari mangsa. Masyarakat desa pun sangat takut menjadi mangsanya, hingga akhirnya warga desa bernama Gao memiliki ide untuk membuat kue dari tepung ketan dan gula yang sangat sederhana.

Warga pun meletakan kue tersebut di dekat pintu untuk diberikan kepada Nian, lalu Nian memakan kue tersebut hingga kenyang dan kembali ke gua. Sejak saat itu, Gao berhasil menghentikan Nian untuk memangsa manusia di musim dingin. Masyarakat pun gigih membuat kue tersebut setiap musim dingin untuk diberikan kepada Nian, dari sinilah asal muasal nama kue keranjang disebut ‘Nian Gao

Benar saja, saat Nian hendak mencari mangsa ia menemukan kue yang diletakkan Gao di depan pintu rumahnya. Nian yang penasaran kemudian menyicipi kuenya. Siapa sangka ternyata seekor raksasa itu menyukai kue buatan Gao.

Sehingga ia membawa pergi kue Nian Gao atau kue keranjang meninggalkan desa dan kembali ke gua. Sejak saat itulah, masyarakat China setiap perayaan Imlek membuat kue keranjang. Hal ini bertujuan untuk mengenang jasa Gao yang telah menyelamatkan kehidupan mereka dari Nian.

Makna Kue Keranjang 

Selain sejarah terciptanya, kue keranjang pun memiliki makna pembawa keberuntungan. Tak hanya itu, makna kue keranjang ini juga dipercaya sebagai wujud harapan untuk memulai tahun baru yang lebih baik.

Sejarah Kue keranjang atau Nian Gao memiliki makna ‘tahun yang lebih tinggi’. Dipercaya dapat menjadi simbol sebagai jabatan yang lebih tinggi, pendapatan yang lebih tinggi, pertumbuhan keluarga, serta harapan di tahun baru agar semuanya menjadi lebih baik lagi.

Tak cukup sampai disitu, rasa manis khas kue keranjang memiliki arti agar siapapun yang memakan kue ini selalu bertutur kata yang baik dan manis. Sedangkan teksturnya yang lengket memiliki makna sebagai satu kesatuan yang melambangkan hubungan keluarga dan persaudaraan yang erat.

Dengan mengkonsumsi kue keranjang pada perayaan imlek, berarti mengamini filosofi yang dipercaya pada kue keranjang.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/kovermag/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353