
Kadar kolesterol tinggi disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, mulai dari malas bergerak hingga mengonsumsi makanan berlemak dan manis. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter. Obat-obatan mampu menurunkan kadar kolesterol dalam waktu cepat.
Tidak hanya pengobatan medis, Anda juga bisa menurunkan gejala kolesterol tinggi melalui obat kolesterol alami. Obat ini mudah ditemukan di rumah sehingga Anda bisa mengonsumsinya secara rutin.
Obat kolesterol alami mampu mencegah adanya efek samping dan sebagai cara alternatif untuk mengobati kadar kolesterol jahat. Adapun remah alami yang dapat Anda gunakan, antara lain:
1. Bawang Putih
Bukan rahasia lagi kalau bawang putih punya segudang manfaat untuk kesehatan. Salah satu kandungan utamanya, yaitu allicin, memiliki sifat antikolesterol dan antiradang yang sangat kuat.
Penelitian menunjukkan bahwa allicin membantu menghambat sintesis kolesterol di hati dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) sambil menurunkan kolesterol jahat (LDL). Bawang putih segar yang dihancurkan lalu dibiarkan selama beberapa menit sebelum dimasak akan mengaktifkan allicin secara optimal.
Kamu bisa mencampurkannya ke dalam berbagai masakan seperti tumisan, sambal, sup, atau bahkan mengonsumsinya dalam bentuk air rebusan bawang putih di pagi hari saat perut kosong. Jika dikonsumsi rutin, bawang putih dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan memperbaiki sirkulasi darah.
2. Kunyit
Rempah berwarna kuning cerah ini kaya akan kurkumin, senyawa aktif yang memiliki efek antiinflamasi, antimikroba, dan antikolesterol. Kurkumin bekerja dengan cara menekan produksi kolesterol di hati dan meningkatkan metabolisme lemak dalam tubuh.
Selain itu, kunyit juga membantu mengurangi peradangan kronis yang sering menjadi pemicu penyakit jantung. Penggunaan kunyit dalam bentuk segar atau bubuk bisa ditambahkan ke dalam nasi, sayur bening, sup ayam, tumisan, hingga dijadikan turmeric latte atau jamu. Kalau kamu sedang menjaga kadar kolesterol, pastikan kunyit masuk ke dalam menu harianmu ya, Beauties!
3. Jahe
Selain terkenal untuk menghangatkan tubuh, jahe juga memiliki efek menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Kandungan gingerol dan shogaol dalam jahe berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah oksidasi kolesterol jahat—proses yang bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.
Jahe bisa kamu konsumsi dalam bentuk irisan segar yang diseduh dengan air panas sebagai teh jahe, atau digunakan sebagai bumbu dalam masakan seperti sop, semur, atau rendang. Bahkan bisa juga dicampurkan ke dalam smoothies untuk sentuhan rasa hangat yang menyegarkan.
4. Kayu Manis
Kayu manis memiliki rasa manis alami yang bisa menjadi pengganti gula, sekaligus memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol. Dalam beberapa studi, konsumsi kayu manis secara rutin dapat menurunkan LDL, trigliserida, dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Senyawa aktif di dalam kayu manis, seperti cinnamaldehyde, juga membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin yang secara tidak langsung berkontribusi pada pengelolaan berat badan dan kolesterol.
Kamu bisa menaburkan kayu manis bubuk ke dalam oatmeal, kopi, teh herbal, smoothies, atau memasukkannya ke dalam rebusan jahe dan madu sebagai minuman sehat.
5. Ketumbar
Ketumbar mengandung antioksidan kuat seperti linalool dan quercetin yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan mengatur kadar kolesterol. Biji ketumbar mengandung senyawa yang membantu meningkatkan pembuangan kolesterol melalui empedu. Menariknya, ketumbar juga memiliki efek diuretik ringan yang membantu mengeluarkan kelebihan natrium dari tubuh, sehingga menurunkan tekanan darah, manfaat ganda yang sangat mendukung kesehatan jantung.
Gunakan biji ketumbar dalam bentuk utuh, bubuk, atau daun segarnya sebagai bumbu pada sayur lodeh, gulai, sup, atau sambal. Untuk manfaat lebih maksimal, kamu juga bisa merebus biji ketumbar dan meminum airnya setiap pagi.
6. Lada Hitam
Lada hitam adalah rempah yang sering dipakai tanpa disadari manfaat kesehatannya. Kandungan utama lada hitam adalah piperine, senyawa yang membantu mempercepat metabolisme, meningkatkan penyerapan nutrisi (terutama kurkumin dari kunyit), dan menghambat akumulasi lemak dalam tubuh.
Dengan menambahkan lada hitam ke dalam masakan seperti tumisan, salad dressing, telur rebus, atau sup, kamu tidak hanya meningkatkan rasa, tetapi juga mendapatkan efek pembakaran lemak dan pengelolaan kolesterol secara alami.


