
Pada momen Idul Adha umat islam saling berbagi daging kurban, terutama bagi masyarakat yang sedang membutuhkan. Daging kurban yang didapat untuk masyarakat Indonesia biasanya diolah menjadi sate, gulai atau rendang.
Bagaimana dengan negara-negara lain yang juga merayakan hari Idul Adha, olahan apa yang menjadi ciri khas negara-negara tersebut. Berikut adalah beberapa makanan khas Idul Adha dari berbagai belahan dunia:
Biryani – Asia Selatan
Biryani merupakan salah satu kuliner khas Asia Selatan, yang populer di kawasan Asia Tenggara. Hidangan berbahan dasar nasi yang biasanya dimasak dengan daging (sering kali domba atau kambing), sayuran, dan campuran rempah-rempah yang beraroma kuat.
Nasi Biryani menjadi pilihan yang lezat untuk dinikmati selama perayaan Iduladha, terutama di India. Aroma khas rempah dengan cita rasanya yang otentik membuat nasi ini terasa lebih nikmat dibandingkan dengan nasi lainnya.
Tagine – Maroko
Tagine adalah sajian yang populer di Maroko dan seluruh wilayah Afrika Utara. Secara tradisional, tagine merupakan semur sayuran bercita rasa gurih dengan rempah yang kuat. Namun, sebagian orang juga kerap menambahkan daging (sapi, ayam, domba atau kambing) dan buah-buahan kering ke dalamnya.
Hidangan ini biasanya disajikan dengan roti khas Maroko, seperti khobz atau kesra. Penyajiannya pun sangat unik menggunakan semacam panci atau mangkuk dengan dasar datar, serta tutupnya yang berbentuk kerucut terbuat dari tanah liat atau keramik.
Korma – India
Berbeda dengan buah kurma, korma merupakan hidangan sejenis kari yang populer di wilayah India dan sekitarnya. Korma biasa dibuat menggunakan daging atau sayuran yang direbus bersama yogurt atau krim, kaldu cair, dan rempah-rempah sehingga tekstur sausnya lebih kental.
Korma India biasanya memiliki rasa yang kaya, gurih, dan sedikit pedas. Hidangan ini sering disajikan dengan nasi basmati, roti naan, atau chapati. Beberapa variasi korma juga bisa mengandung kacang-kacangan seperti kacang tanah atau almond, yang bisa memberikan tekstur renyah.
Maqluba – Timur Tengah
Maqluba sering kali disajikan sebagai hidangan utama pada perayaan Iduladha di negara-negara Timur Tengah. Dalam bahasa Arab, maqluba memiliki arti “terbalik”, disebut demikian karena hidangan berupa nasi yang dimasak dengan daging (domba atau ayam), sayuran, dan aneka rempah-rempah itu disajikan dengan dibalikkan di atas piring saji.
Selain penyajiannya yang unik, cita rasa maqluba yang gurih dan kaya rempah membuatnya banyak digemari. Sepiring maqluba bisa disantap oleh 2-3 orang karena bentuknya yang lebar seperti kue.
Tufahije – Bosnia
Tufahije, yang berarti “apel dengan isian” dalam bahasa Bosnia, menjadi bagian dari tradisi perayaan Iduladha di banyak daerah di Bosnia. Dessert ini dibuat dengan merebus apel dalam air gula, lalu diisi dengan kacang, kemudian diberi topping berupa krim kocok, es krim, atau crème fraiche di atasnya
Biasanya, tufahije disajikan dalam gelas lebar atau piring kecil. Banyak orang yang menyukai hidangan penutup bercita rasa lezat satu ini.
Sheer Khurma – Asia Selatan
Sheer khurma atau dikenal juga dengan puding bihun, merupakan makanan tradisional yang biasa disajikan saat Idulfitri dan Iduladha di wilayah Asia Selatan, terutama di India dan Pakistan.
Makanan penutup ini terbuat dari vermicelli atau bihun, susu, gula, kurma, dan buah-buahan kering. Cara membuatnya dengan memasak bihun dalam susu sampai lembut dan mengental. Kemudian buah kering ditambahkan sebagai topping. Dessert ini biasa disajikan sebagai sarapan pada pagi hari setelah salat Iduladha.
Maamoul-Lebanon
Maamoul memang merupakan makanan khas yang sering disajikan pada acara-acara spesial seperti Idulfitri, Iduladha, Paskah, dan acara penting lainnya, sebagai bagian dari tradisi yang identik kebahagiaan bersama keluarga dan teman.
Maamoul sendiri adalah kue kering yang diisi dengan isian manis, seperti pasta kurma, kenari, pistachio, almond, atau buah kering. Keunikan sajian ini terletak pada teksturnya yang kasar dengan isian manis yang harum. Beberapa orang kerap menambahkan taburan gula bubuk untuk menambah cita rasanya.


