Deretan Tradisi Unik Hari Raya Idul Adha di Berbagai Negara

Seperti kita tahu bahwa Idul Adha dikenal sebagai hari raya besar umat Islam yang identik dengan penyembelihan hewan kurban. Namun, tak hanya sekedar berkurban, setiap negara di berbagai belahan dunia juga memiliki beragam tradisi unik untuk memeriahkan momen spesial ini. Sebut saja misalnya di Indonesia. Suasana malam jelang Idul Adha diramaikan dengan gema takbiran di masjid hingga jalan-jalan.

Kemudian ada pula yang lebih unik, yakni seperti di Aljazair yang sibuk membeli kayu bakar dan batu bara hingga Turkmenistan yang meriah dengan konser rakyat dan pemasangan ayunan raksasa. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini tim kovermagz akan memaparkannya untuk anda. Simak tradisi unik Idul Adha dari berbagai negara berikut ini! 

Kurban Bayrami yang Meriah – Turki

Di Turki, Idul Adha dikenal sebagai Kurban Bayrami. Sebelum salat Id, umat Muslim di Turki biasanya akan mandi besar, memakai pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian. Kemudian, masyarakat berbondong-bondong mengikuti salat berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. 

Setelah salat, prosesi kurban dimulai. Daging kurban di Turki banyak diolah menjadi hidangan bernama “kavurma” (daging tumis) atau “sac tava” (daging yang dimasak di wajan besi). 

Sebagian besar daging dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Tradisi mengunjungi kerabat yang lebih tua untuk mencium tangan mereka sebagai tanda penghormatan adalah hal yang wajib dilakukan. Anak-anak juga akan menerima hadiah atau uang saku. 

Membeli Kayu dan Batu Bara di Aljazair

Di Aljazair, masyarakat memiliki kebiasaan membeli kayu bakar dan batu bara menjelang Idul adha. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Di banyak daerah di negara ini, daging kurban akan dipanggang secara tradisional menggunakan bara api dari kayu yang dibeli khusus untuk hari raya. 

Proses pembakaran daging dilakukan secara beramai-ramai, biasanya di halaman rumah atau tempat terbuka. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan sekaligus bentuk pelestarian budaya lokal dalam merayakan Idul dha.

Mengoleskan Henna pada Hewan Kurban di Maroko

Maroko juga punya tradisi unik menjelang penyembelihan hewan kurban, yakni mengoleskan henna atau pacar ke dua tanduk domba atau kambing yang akan dikurbankan. Henna ini biasanya berwarna jingga atau cokelat kemerahan dan dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan kurban. 

Penggunaan henna juga menjadi simbol bahwa hewan kurban diperlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang sebelum dikurbankan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt.. Tradisi ini menjadi momen kebersamaan antara anak-anak dan orang dewasa, karena mereka sering ikut menghias atau sekadar menyaksikan prosesnya. 

Meletakkan Sejumlah Uang di Bawah Selimut Kursi di Filipina

Beberapa komunitas Muslim di Filipina memiliki tradisi meletakkan sejumlah uang di bawah selimut kursi menjelang Iduladha. Tradisi ini konon akan membawa berkah dan kemakmuran bagi keluarga di hari raya kurban. 

Uang tersebut biasanya disimpan dalam amplop dan diletakkan secara diam-diam oleh anggota keluarga tertua atau yang dituakan. Meski terdengar tidak biasa, tradisi ini dilakukan dengan niat baik sebagai simbol harapan atas rezeki yang terus mengalir. Uang itu pun akan menjadi milik orang yang duduk di kursi tersebut. 

Menghias Kuda di Nigeria

Di Nigeria, khususnya di kalangan masyarakat suku Hausa dan Fulani, perayaan Iduladha dimeriahkan dengan parade kuda yang dihias secara megah. Kuda-kuda akan dikenakan pelana dan kain warna-warni, lengkap dengan hiasan emas atau manik-manik, lalu dikendarai oleh para penunggang berpakaian tradisional. 

Tradisi yang disebut Hawan Sallah dan Hawan Daushe ini bukan hanya pertunjukan semata, melainkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin dan simbol kejayaan Islam. Parade ini selalu menarik perhatian warga, dan menjadi tontonan yang dinanti-nanti setiap tahun. 

Menggelar Konser dan Memasang Ayunan Besar di Turkmenistan

Suasana Idul Adha juga tak kalah meriah di Turkmenistan dengan diadakannya konser musik tradisional dan pemasangan ayunan besar di taman-taman kota. Konser tersebut biasanya menghadirkan pertunjukan lagu-lagu rakyat dan tari-tarian khas Turkmenistan yang menggambarkan sukacita dan rasa syukur dalam menyambut hari raya. 

Adapun ayunan besar yang dipasang di taman atau alun-alun kota menjadi daya tarik utama, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Mengayun dipercaya sebagai bentuk simbol pembersihan diri dari dosa dan kesedihan, sehingga siap menyambut hari baru dengan hati yang bersih. 

Liburan Panjang Penuh Keceriaan – Mesir 

Baca Juga:  10 Daftar Negara Paling Sulit Untuk Dapatkan Kewarganegaraan

Bagi masyarakat Mesir, Idul Adha adalah momen liburan panjang yang paling dinanti. Libur nasional bisa berlangsung hingga lima hari, memberikan kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan bepergian. Setelah salat Idul Adha, banyak keluarga langsung menyembelih hewan kurban mereka. Daging kurban kemudian diolah menjadi berbagai hidangan lezat seperti “fattah” (nasi dengan roti renyah, kuah kaldu, dan daging), serta berbagai jenis masakan panggang. 

Tradisi unik lainnya adalah kunjungan ke makam kerabat yang telah meninggal dunia. Mereka membawa bunga dan membacakan doa-doa. Selain itu, taman hiburan dan area rekreasi akan dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati waktu bersama keluarga dan teman-teman.

Bakrid – India

di India, Idul Adha dikenal sebagai “Bakrid”. Perayaan ini juga sangat meriah, terutama di komunitas Muslim. Setelah salat Id, banyak umat Muslim yang menyembelih kambing atau sapi. Daging kurban kemudian dibagi menjadi tiga bagian: sepertiga untuk keluarga, sepertiga untuk tetangga, dan sepertiga untuk kaum miskin. 

Salah satu tradisi yang menarik di India adalah penyajian “Sheer Khurma”, sejenis puding vermicelli manis yang dimasak dengan susu, kurma, dan kacang-kacangan. Hidangan ini menjadi menu wajib saat sarapan setelah salat Id. Selain itu, banyak juga festival kecil dan pasar dadakan yang menjual berbagai pernak-pernik dan makanan khas Idul Adha. Semangat berbagi dan kebersamaan sangat kental terasa di seluruh pelosok India saat Idul Adha.

Meriahnya Takbiran dan Kumpul Keluarga – Indonesia

di negeri bumi pertiwi tercinta kita, Indonesia, Idul Adha juga tak kalah meriah. Malam Idul Adha diwarnai dengan gema takbir yang berkumandang di masjid-masjid dan jalan-jalan. Keesokan paginya, jutaan umat Muslim memadati lapangan dan masjid untuk menunaikan salat Id. Setelah salat, penyembelihan hewan kurban menjadi puncak acara. 

Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat. Di Indonesia, tradisi kumpul keluarga dan makan bersama opor ayam, rendang, atau sate menjadi menu wajib. Silaturahmi antar tetangga dan kerabat juga semakin intens, menciptakan suasana kehangatan dan kebersamaan yang tak tergantikan.

Menghidangkan Makanan – Timur Tengah

Di negara-negara seperti Yaman dan Suriah, makanan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan. Hidangan ringan hingga makanan tradisional khas disiapkan khusus untuk Idul Adha. Di Manama, jubah khas seperti jalabia menghiasi etalase toko. Di Libya, para penunggang kuda mengenakan sorban dan jubah terbaik saat merayakan hari raya.

Mengenakan pakaian baru dan henna – Uni Emirat Arab 

Di Uni Emirat Arab, masyarakat membeli pakaian baru dan mengenakan parfum khusus untuk merayakan Idul Adha. Wanita dan anak-anak menghiasi tangan mereka dengan henna, sementara anak-anak menikmati hadiah kecil dan permainan tradisional.

Memandikan hewan kurban – Pakistan

Di Pakistan, sebelum disembelih, hewan kurban dimandikan dan dihias dengan pita warna-warni. Tradisi ini menunjukkan rasa hormat terhadap hewan kurban dan menambah semarak perayaan.

Penyembelihan Unta – Arab Saudi

Berbeda dengan negara lainnya yang berkurban sapi atau kambing, di Arab Saudi, justru masyarakat umumnya memilih berkurban dengan unta sebagai simbol kemuliaan. Seekor unta dapat dikurbankan untuk tujuh orang, menjadikannya pilihan praktis bagi keluarga besar atau kelompok masyarakat. Meskipun demikian, tak sedikit juga yang berkurban kambing atau domba.

Perayaan Selama 40 Hari – Bangladesh

Jika di banyak negara Idul Adha dirayakan selama 1–3 hari, masyarakat Bangladesh menyambutnya dengan perayaan panjang selama 40 hari. Mereka rela berjalan kaki di atas rel kereta api atau menggunakan perahu kecil untuk pulang ke kampung halaman. Momen ini juga kerap dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga.

Tukar hadiah- Kazakhstan

Di Kazakhstan, tradisi Idul Adha melibatkan saling tukar hadiah antara keluarga dan teman. Masyarakat berkumpul untuk berbagi makanan dan memberikan hadiah sebagai tanda kasih sayang.