Rekomendasi Makanan Yang Tepat Saat Dilanda Flu

Saat anda terserang flu, biasanya tubuh akan terasa lemas, tidak nyaman, dan nafsu makan pun menurun. Kondisi ini membuat sebagian orang tidak makan seperti biasa. Padahal, asupan makanan dan minuman yang tepat sangat penting untuk membantu tubuh pulih lebih cepat. Nutrisi dan cairan yang cukup akan memberi energi agar Anda dapat kembali beraktivitas setelah masa pemulihan.

Salah satu hal terpenting ketika flu adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi. Melansir Healthline, flu sering membuat tubuh mengalami demam, berkeringat lebih banyak, dan kehilangan nafsu makan. Akibatnya, risiko dehidrasi menjadi tinggi. Minuman terbaik untuk membantu menghidrasi tubuh adalah air putih, karena berfungsi sebagai pembersih alami dan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Jika Anda ingin minuman yang lebih beraroma, beberapa pilihan lain yang aman dikonsumsi adalah kuah kaldu hangat, teh jahe, teh herbal dengan madu, atau teh lemon yang dicampur air panas.

Buah dan sayuran juga sangat dianjurkan karena mengandung air alami yang membantu mencegah dehidrasi. Jika Anda mengalami gejala seperti diare atau muntah (meskipun bukan gejala utama flu), mengganti elektrolit tubuh sangat penting. Dalam kondisi ini, minuman rehidrasi bisa menjadi pilihan. Selain menjaga asupan cairan, memilih makanan yang tepat sangat membantu mempercepat pemulihan. Berikut beberapa rekomendasi makanan saat flu yang bisa menjadi alternatif pilihan terbaik.

Sayur Soap

Menu ini sudah bertahan dalam waktu yang lama sebagai pengobatan flu klasik untuk alasan yang baik. Kuah yang panas akan memiliki efek yang menguntungkan yang sama seperti air putih dan teh panas. Selain itu, kaldu ayam yang berada di dalamnya memiliki efek anti-inflamasi pada tubuh yang dapat membantu meredakan pembengkakan yang terjadi pada hidung dan bagian sinus. Sayuran yang ditambahkan pada kuah kaldu ayam ini juga penuh dengan antioksidan dan fitokimia yang dapat membantu mempercepat pemulihan.

Kaldu

Kaldu ayam, sapi, atau sayuran merupakan makanan yang sangat menenangkan dan mudah dicerna. Kaldu membantu menghangatkan tubuh, melegakan hidung tersumbat, meredakan sakit tenggorokan, dan tentu saja mencegah dehidrasi. Kaldu juga mengandung elektrolit yang dibutuhkan tubuh agar tetap bugar.

Sup Ayam

Sup ayam sudah lama dikenal sebagai makanan penyembuh saat sakit. Meski bukti ilmiahnya masih terbatas, sup ayam tetap menjadi pilihan bernutrisi tinggi. Ayam mengandung protein dan seng, wortel menyumbang vitamin A, bawang bombai dan seledri kaya vitamin C, sementara herba seperti parsley mengandung antioksidan yang membantu melawan radikal bebas.

Bawang Putih

Bawang putih memiliki sifat antivirus dan dipercaya dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Menambahkannya ke dalam masakan atau mengonsumsinya secara mentah dapat membantu melawan penyebaran virus. Anda juga bisa menggunakan suplemen bawang putih, namun sebaiknya tetap berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu.

Yogurt

Baca Juga:  Sederet Buah Langka dari Asia yang Unik dan Jarang Diketahui

Yogurt mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang dapat mendukung sistem imun. Beberapa penelitian menyatakan bahwa probiotik dapat mengurangi tingkat keparahan flu, meski hasilnya masih beragam. Pilih yogurt yang mengandung mikroorganisme hidup, vitamin D, dan sedikit atau tanpa tambahan gula. Hindari suplemen probiotik tanpa saran medis, terutama bagi penderita penyakit tertentu.

Brokoli

Sayuran hijau kaya akan nutrisi. Brokoli mengandung serat, kalsium, vitamin C, dan vitamin E yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu melawan virus. Anda bisa menambahkannya ke dalam sup atau mengonsumsinya sebagai lauk.

Susu, telur, dan daging rendah lemak

Sumber protein, seperti susu, telur, dan daging, baik dikonsumsi untuk kesehatan tubuh karena dapat menjaga daya tahan tubuh tetap kuat. Dengan demikian, sistem imun bisa lebih efektif dalam membasmi virus dan kuman di dalam tubuh.

Protein dibutuhkan untuk menghasilkan antibodi, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, dan mendukung proses pemulihan tubuh ketika sakit atau luka. Oleh karena itu, Anda perlu mencukupi asupan protein selama terkena flu agar bisa cepat pulih.

Jahe

Jahe adalah salah satu obat tradisional yang sudah cukup umum dikonsumsi untuk meredakan batuk, pilek, dan sakit tenggorokan akibat flu. Tak hanya itu, berbagai riset juga menyatakan bahwa jahe memiliki efek antivirus. Untuk mendapatkan manfaat jahe guna mengobati gejala flu, Anda bisa mengolahnya menjadi minuman teh jahe hangat yang ditambahkan madu dan lemon.

Madu

Selain jahe, madu juga termasuk salah satu obat tradisional yang dapat meredakan flu. Madu juga diketahui memiliki efek antioksidan dan antiradang, sehingga dapat meringankan gejala flu. Meski demikian, madu tidak boleh diberikan kepada anak usia di bawah 1 tahun, karena berisiko menyebabkan keracunan atau botulisme.

Jus Sayur 

Cara lain untuk tetap terhidrasi adalah untuk mengonsumsi jus sayur segar. Tidak seperti jus buah, jus sayur umumnya rendah gula. Ini juga jadi salah satu menu makanan untuk flu yang memiliki banyak antioksidan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Dengan membentuknya menjadi jus, segala jenis sayuran ini akan lebih mudah dikonsumsi, terutama jika sedang tidak nafsu makan.

Ayam atau Kalkun

Unggas merupakan sumber protein yang sehat dan baik untuk mencukupi kebutuhan Anda saat tubuh sedang pada kondisi lemah. Makan makanan berprotein saat flu dapat memberikan tubuh Anda asupan energi yang diperlukan untuk melawan penyakit.

Meskipun tubuh sangat tangguh dan dapat menghadapi sebagian besar penyakit tanpa bantuan, dorongan dari protein dapat memberikan energi pada sistem kekebalan tubuh, membantu mempercepat pemulihan, serta mencegah flu datang kembali.