3. Dikenal Banyak Memakan Korban
Kendati dikenal akan keindahan sungainya, ternyata Sungai Aare juga dikenal banyak memakan korban. Dikabarkan sudah terjadi beberapa kali pengunjung tenggelam dan hanyut, apalagi turis mancanegara yang belum mengenal karakter sungai tersebut. Sungai Aare dinilai berbahaya, bahkan bagi perenang berpengalaman. Sejumlah insiden terjadi di sungai itu.
Dikutip dari situs swissinfo.ch, pada tahun 2013 setidaknya ada 24 orang tenggelam di Sungai Aare. Menurut Swiss Lifesaving Society, mayoritas korbannya adalah pria muda.
Sementara itu, sejumlah orang di komunitas traveling juga sempat menyinggung bahaya berenang di Sungai Aare. Salah satunya seseorang dengan akun Mari, menulis di kolom komunitas pada situs ricksteves.com pada 2019.
Dalam postingan itu disebutkan pula kasus remaja putri tenggelam, padahal ia termasuk jago berenang. Disebutkan pula sebuah peringatan bahwa sungai itu memiliki pusaran yang kerap tak terduga bagi perenang.
4. Terdapat Wisata Arung Jeram
Tidak hanya untuk berenang, di Sungai Aare juga terdapat wisata arung jeram. Bahkan pada tahun 2012, para peserta arung jeram di Sungai Aare masuk dalam rekor dunia dengan total pengunjung mencapai 1.268 orang secara bersamaan mengarungi sungai tersebut menggunakan perahu karet, dari Kiesen ke Eichholz.
5. Masuk Warisan Budaya
Sejak tahun 2017, untuk mereka yang berenang di Sungai Aare ternyata masuk dalam daftar tradisi hidup hidup (list of living traditions) UNESCO. Kantor Kebudayaan Federal Swiss memutuskan kegiatan mana yang diklasifikasikan sebagai tradisi hidup. Sungai Aare memang dikenal turis mancanegara merupakan bagian dari warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) Swiss.




