PEMBOHONG vs PEMBOHONG PATOLOGIS

134
Lying businessman observing his long nose

Sesekali, kita bisa mengatakan dusta atau berbohong, kadang bersembunyi di balik istilah white lie (dusta putih) untuk mengurangi rasa bersalah, karena alasan terpaksa. Terpaksa berbohong untuk menghindari menyakiti perasaan orang lain atau pun terpaksa berbohong agar terhindar dari masalah. Yang perlu digarisbawahi adalah kata sesekali

Kebohongan patologis adalah topik kontroversial. Pembohong patologis (pathological liar)  dicirikan oleh sejarah panjang (mungkin seumur hidup) dari kebohongan yang sering dan berulang yang tidak dapat dilihat motif psikologis atau manfaat eksternal yang jelas. Kebohongan patologis diduga bisa akibat gangguan kepribadian seperti antisosial atau sociopathy atau bisa juga terjadi karena demensia.

Walau ini bukan patokan, kebohongan khas yang sering Anda dengar dari seorang pathological liar adalah:

  • Menciptakan riwayat diri yang tidak sebenarnya. Bisa itu semacam prestasi, seperti predikat pekerjaan, mendaki gunung, melakukan kejahatan atau sebaliknya suatu kondisi buruk, misalnya  pernah mengalami kerugian materi, pernah gagal ujian, dan sebagainya. 
  • Sering meng-copy cerita atau kisah orang lain dan menyadurnya seakan-akan hidupnya sendiri
  • Mengklaim sedang menderita penyakit tertentu.
  • Menceritakan persahabatan atau kekerabatan dekat dengan seorang artis maupun pejabat tinggi negara
  • Cerita-cerita yang pernah disampaikan walau dengan versi yang berbeda, karena ia lupa dengan detil kebohongan sebelumnya.

 

CIRI-CIRI PEMBOHONG PATOLOGIS

 

Kebohongannya tidak memiliki manfaat yang jelas

Kebohongan terus-menerus yang diciptakan oleh pembohong patologis sering kali tidak memiliki manfaat obyektif pada saat itu. Menceritakan kisah-kisah “masa lalu” yang tampaknya tidak memiliki motif objektif padanya, adalah ciri klasik. Itu sebabnya, kebohongan patologis ini mudah diverifikasi oleh orang lain. Misalnya, seseorang mungkin membuat tuduhan palsu atau klaim muluk tentang masa lalu mereka yang mudah untuk diperiksa orang lain.

 

Biasanya menggambarkan diri mereka sebagai pahlawan atau korban

Kalaupun ada manfaat tersirat dari suatu kebohongan yang sedang diucapkan oleh seorang pembohong patologis, itu adalah rasa kagum saat ia menceritakan prestasi atau rasa simpati saat ia menceritakan kisah buruknya. 

 

Cerita yang mereka ceritakan biasanya dramatis, rumit, dan detail

Pembohong patologis adalah pendongeng yang hebat. Bisa dari kisah-kisah orang lain atau terinspirasi dari buku atau film yang ditonton, ia akan menyadur kisah-kisah ke dalam hidupnya. Itu makanya, kebohongannya cenderung sangat detail dan penuh warna. Meskipun jelas-jelas berlebihan, pembohong patologis mungkin sangat meyakinkan.

Bedakan, seseorang yang sering membesar-besarkan cerita untuk membuat dirinya tampak lebih menarik atau terus-menerus berbohong untuk menutupi kesalahan yang dibuatnya, kemungkinan besar tidak berbohong secara patologis, karena terdapat motif yang jelas.

Mempercayai sendiri kebohongan yang mereka ceritakan

Ketika seorang pembohong patologis menceritakan kebohongan-kebohongannya ia berada di antara sadar dan delusi, sehingga terkadang ia percaya pada kebohongannya sendiri. Sebagian pembohong patologis melakukannya begitu sering sehingga para ahli percaya bahwa mereka mungkin tidak mengetahui perbedaan antara fakta dan fiksi setelah beberapa waktu. For all we know, mereka bisa saja lulus lie-test detector dengan mudahnya. 

Setelah sekian lama, pembohong patologis juga cenderung berbohong secara alami dan kreatif. Ia fasih, tahu cara berinteraksi dengan orang lain saat berbicara dan mampu berpikir cepat. Biasanya ia tidak menunjukkan tanda-tanda umum berbohong, seperti jeda lama atau menghindari kontak mata. Setiap pertanyaan akan dijawab dengan cepat dan panjang namun sebenarnya tidak secara spesifik menjawab pertanyaan tersebut.

PENYEBAB PATHOLOGICAL LYING

Memang penelitian terhadap kondisi ini belum terlalu banyak. Malahan, masih ada kontroversi apakah kebohongan patologis ini adalah masih suatu gejala atau adalah sebuah gangguan kepribadian. Seperti yang dilansir dari Medical News Today, ada beberapa penyebab terjadinya kebohongan patologis, di antaranya:

 

Gangguan kepribadian

Kebiasaan berbohong patologis diperkirakan adalah salah satu gejala dari gangguan kepribadian seperti: 

  1. Gangguan kepribadian borderline (borderline personality disorder): Gangguan yang membuat penderitanya sulit mengatur emosi, sering mengalami perubahan mood, perasaan insecure,dan labil.
  2. Gangguan kepribadian narsistik (narcissistic personality disorder): Gangguan ini menyebabkan seorang individu membutuhkan pengakuan, kekaguman dan perlakuan yang spesial dari orang lain.
  3. Gangguan kepribadian antisosial (antisocial personality disorder): Para peneliti berpendapat bahwa jika sebagian penderita ini memiliki gejala kebohongan patologis, maka mereka dengan kondisi ini sering berbohong untuk keuntungan atau kesenangan pribadi.

 

Lying businessman observing his long nose

Demensia frontotemporal

Demensia frontotemporal adalah kondisi demensia, yang memengaruhi bagian depan (frontal) dan bagian samping (temporal) organ otak.yang mempengaruhi kebiasaan (sifat) dan kemampuan berbicara.

Perubahan pada sifat dan kemampuan berbicara ini meliputi:

  1. Perilaku sosial yang tidak semestinya 
  2. Tidak dapat memahami perilaku sendiri maupun orang lain
  3. Kurang empati terhadap orang di sekelilingnya
  4. Perilaku kompulsif
  5. Perubahan pilihan dan pola makan
  6. Rasa bosan
  7. Emosi yang labil

 

DIAGNOSA

Kebohongan patologis bukanlah diagnosis formal. Sebagian  dokter atau terapis mungkin mengenali perilaku tersebut sebagai tanda atau gelaja dari kondisi lain yang mendasari, seperti gangguan kepribadian atau gangguan buatan, walau untuk mengenali gangguan itu akan ada gejala-gejala lainnya yang lebih spesifik.

Sebagian dokter atau psikolog mengenali kebohongan patologis sebagai gejala independen, karena beberapa orang melakukan kebohongan patologis tanpa memiliki kondisi medis yang mendasarinya.

Akibatnya, sulit bagi dokter untuk menentukan apakah seseorang terlibat dalam kebohongan patologis karena tidak ada tes psikologis atau biologis untuk itu. Untuk mendiagnosis sebagian besar kondisi kesehatan mental, dokter akan menggunakan wawancara klinis. Jika orang tersebut tidak jujur tentang kebohongannya, dokter mungkin perlu berbicara dengan anggota keluarga atau teman untuk membantu mengidentifikasi pola kebohongan patologis.

BAGAIMANA MENGATASI PEMBOHONG PATOLOGIS

Mengenal pembohong patologis bisa sangat membuat frustasi karena berbohong tampaknya tidak ada gunanya. Hubungan kerja, persahabatan maupun kekerabatan akan sulit diupayakan apabila gejala atau kondisi ini tidak diatasi. 

Berikut beberapa petunjuk untuk membantu Anda berkomunikasi dengan pembohong patologis:

  1. Jangan marah

Betapapun frustrasinya, penting untuk tidak membiarkan amarah Anda menguasai Anda saat menghadapi pembohong patologis. Bersikaplah suportif dan baik hati, tetapi tegas.

 

2. Harapkan penyangkalan

Karena seorang pembohong patologis cenderung untuk merespon Anda dengan kebohongan, maka ketika Anda konfrontasi mereka dengan kebohongan itu, expect denial. Ia mungkin akan menyangkal, terkejut bahkan marah atas tuduhan tersebut. 

 

3. Ingatlah bahwa ini bukan tentang Anda

Sulit untuk tidak menganggap dibohongi secara pribadi, tetapi jika Anda berhadapan dengan seorang pembohong patologis, ingatlah bahwa orang tersebut mungkin didorong oleh gangguan kepribadian yang mendasarinya.

 

4. Bersikaplah suportif

Saat berbicara dengan orang tersebut tentang kebohongannya, ingatkan dia bahwa dia tidak perlu mencoba membuat Anda terkesan. Biarkan mereka tahu bahwa Anda menghargai mereka apa adanya.

 

5. Jangan libatkan mereka

Saat Anda menyadari suatu kebohongan, jangan teruskan pembahasan itu. Anda dapat mempertanyakan kebohongan itu, yang dapat mendorong ia untuk berhenti berbohong pada saat itu. Atau Anda juga dapat memberi tahu orang tersebut bahwa Anda tidak ingin melanjutkan percakapan jika mereka tidak jujur.

 

6. Sarankan bantuan medis

Tanpa menghakimi atau mempermalukan, sarankan orang tersebut untuk mempertimbangkan bantuan profesional dan beritahu mereka bahwa saran Anda berasal dari perhatian yang tulus untuk kebaikannya.

Baca Juga:  MENGEJAR KESEMPURNAAN KECANTIKAN, SEJAUH APA?