
Drifting mobil di jaman sekarang ini bukan lagi sekadar hobi belaka namun telah berkembang pesat menjadi salah satu olahraga balap profesional yang digemari banyak orang khususnya anak muda berbakat di Indonesia. Hal ini dikarenakan cabang olahraga yang satu ini cukup menarik dan memacu adrenalin.
Drifting dianggap sebagai seni mengendalikan mobil, terutama oleh para pecinta otomotif. Pengemudi menggunakan teknik khusus dengan mengatur pengereman dan kelincahan mengemudi agar mobil bisa meluncur (sliding) lebih lama.
Kompetisi drifting selalu menarik perhatian publik Indonesia, terutama anak-anak muda penggemar otomotif. Salah satu drifter muda yang dinilai berpotensi besar adalah Maliq Abbyzandharu Kazuo.
Pada ajang Kejurnas Passion Drift Challenge 2025, yang berlangsung pada 22-23 November 2025 di Sentul Otopark, Maliq tampil sangat menonjol di kelas New Gen dan berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, termasuk gelar prestisius Juara Nasional New Gen 2025.
Setelah mengalahkan para pesaingnya, Maliq berhasil meraih gelar Juara Nasional New Gen 2025. Dia mendapatkan gelar ini berkat total poin tertinggi yang dikumpulkan olehnya dari tiga seri kejuaraan. Di akhir musim, pembalap dengan akumulasi poin terbanyak mendapatkan predikat juara nasional.
Selain itu, dia juga berhasil menjadi pemenang di seri final Round New Gen Class, yaitu juara 1 di seri ke 3 atau seri terakhir dari kejuaraan Passion Drift Challenge 2025. Maliq pun meraih penghargaan Top Qualifier New Gen, ini adalah juara kualifikasi yaitu pembalap dengan nilai tertinggi pada saat kualifikasi untuk mendapat posisi start paling depan saat balapan berlangsung.
Andre Irawan, Team Manager Club Intertek Maliq Racing Team, memaparkan bahwa pesaing tertangguh Maliq dalam pertandingan ini adalah M. Aryasatya dengan selisih poin yang sangat tipis.
“Kunci keberhasilan Maliq tak lain berkat latihan yang intens dan konsisten dalam menyetir,” ujar Andre.
Adapun Passion Drift Awards diberikan kepada para drifter terbaik termasuk Maliq berdasarkan performa mereka sepanjang musim, penilaian juri, serta voting publik. Penilaian ini berdasarkan performa selama 3 seri yang berlangsung sepanjang 2025. Pembalap yang memiliki poin tertinggi berhak mendapatkan titel juara nasional.
Maliq yang merupakan siswa SMA Labschool Jakarta tersebut mengungkap bahwa, untuk tampil maksimal di Kejurnas Passion Drift Challenge 2025, dia menjalani latihan intens dan meningkatkan ketahanan fisiknya.
“Tentunya persiapan skill dan latihan intens selama satu bulan sebelum balapan dan juga latihan di simulator. Lalu, untuk menjaga fisik saya melakukan olahraga jogging dan fitness ringan,” ungkap Maliq.
Keberhasilan atlet pria kelahiran 19 Febuari 2010 ini juga didukung performa mobil dan ban yang memberikan grip maksimal dan stabilitas tinggi di setiap tikungan. Mobil yang digunakannya adalah BMW E36 tahun 1995 dengan kapasitas mesin 3000 cc yang memang dipersiapkan untuk kompetisi drift. Berbagai modifikasi dilakukan agar sesuai regulasi balap drift. Sementara, ban yang digunakan adalah ban jenis semi slick biasa digunakan untuk balap mobil.
Wida Yulianita, ibunda Maliq, mengungkap bahwa putranya mulai belajar menyetir dan menekuni hobi drifting sejak usia 14 tahun. Meski awalnya sempat khawatir, rasa cemas itu perlahan berkurang setelah mengetahui bahwa anaknya sudah mendapatkan perlindungan dan perlengkapan keselamatan yang tepat.
Saat bertanding dilengkapi helm SNI/FIA, wearpack & shoes sesuai standar, seatbelt harness, roll cage yang sesuai standar, dan mobil yang sudah dicek mekanik. Jadi, semua kebutuhan safety checklist terpenuhi dan di dalam mobil juga ada Alat Pemadam Api Ringan atau APAR.
Sebagai orang tua, Wida melihat sendiri bahwa Maliq benar-benar serius menekuni dan mencintai dunia drifting. Dia mendukung anaknya dengan selalu mendampingi setiap proses yang dijalani mulai dari latihan, memastikan keselamatan, membantu memilih mentor yang tepat, hingga memberi ruang untuk berkembang. Selama Maliq tetap disiplin, bertanggung jawab, dan menikmati setiap kemajuannya, Wida akan terus menjadi pendukung terbesarnya.
Kedepannya, Maliq mengungkap bahwa dia dan Intertek Maliq Racing Team akan fokus mempersiapkan diri menghadapi kelas Pro 2. Untuk bisa berhasil menyabet berbagai penghargaan di kelas Pro 2, persiapan utama yang dilakukan adalah upgrade mesin mobil, yakni melakukan modifikasi secara serius untuk menyesuaikan kebutuhan bersaing di kelas Pro 2.
“Selain itu, saya juga akan meningkatkan skill melalui latihan intens selama 2 bulan sebelum seri 1 2026 dimulai,” ujarnya.
“Maliq juga berkomitmen untuk berlatih konsisten serta meningkatkan mental dan fisiknya demi meraih gelar juara di kelas Pro 2 pada Kejurnas Passion Drift Challenge 2026,” tutupnya.
Andre Irawan, sebagai Team Manager timnya, manambahkan bahwa Maliq adalah pembalap berbakat yang cepat beradaptasi dan mudah menerima masukan. Meski emosinya kadang masih naik turun karena usianya yang masih sangat muda, dia tetap memiliki tekad besar untuk menghadapi para pesaingnya pada musim 2026.


