Mengenal Profil Sosok Rayyan Arkan Dhika, Bocah Penari Pacu Jalur yang Jadi Duta Wisata Riau

Nama Rayyan Arkan Dhika mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah aksinya menari di atas perahu Pacu Jalur yang berhasil mencuri perhatian publik. Bocah berusia 11 tahun asal Desa Pintu Gobang Kari, Riau, ini bahkan dinobatkan sebagai duta wisata Riau. 

Melalui video yang tersebar di media sosial, tampak Dhika tampil percaya diri saat menari di ujung perahu yang sedang melaju kencang. Dia menari dengan penuh semangat sambil menjaga keseimbangan perahu yang bergoyang di atas arus sungai Batang Kuantan. 

Gaya unik Dhika saat menari di atas perahu Pacu Jalur memicu tren global yang kini dikenal sebagai aura farming. Ini adalah istilah gaul yang populer di kalangan Gen Z dan Gen Alpha, yang merujuk pada aksi percaya diri dan penuh karisma seolah-olah seseorang sedang “memanen” pesona mereka sendiri.

Istilah ini menggabungkan kata aura, yang berarti pancaran energi atau pesona seseorang dan farming yang dalam konteks ini berarti upaya berulang untuk mencapai tujuan tertentu. Ini mirip dengan konsep dalam permainan video di mana pemain berulang kali melakukan tugas untuk memperoleh poin.

Viral hingga Mancanegara

Setelah viral secara global, gaya menarinya banyak ditiru oleh para pesohor dunia. Klub sepak bola PSG bahkan sampai menulis “Auranya sampai ke Paris.” Maskot AC Milan ikut menyebut “Aura Farming 1899% akurasi.”

Dikutip dari TribunJakarta.com, aksi Dikha juga diikuti oleh bintang Achraf Hakimi yang mengadopsi gerakan khas anak Tari Pacu Jalur sebagai Aura Farming saat melakukan selebrasi seusai mencetak gol. Tak hanya itu, rapper KSI dan atlet NFL Travis Kelce juga membuat video ala Dhika. Ini menjadikan bocah ini sorotan global.

Meski viral, kehidupan Dhika tetap sederhana. Dia tetap sekolah, membantu orang tua, dan latihan rutin Pacu Jalur. Cita-citanya pun mulia, ingin menjadi tentara. Kini Dhika menjadi inspirasi bagi anak-anak sebayanya di Indonesia.

Awal Mulai Menari Pacu Jalur 

Dhika diketahui mulai menari Pacu Jalur sejak usia 9 tahun. Dia menempati posisi Togak Luan atau penari di ujung perahu, peran yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan serta menyemangati para pendayung. Kecintaannya terhadap menari dan pacu jalur diwarisi dari sang ayah, Jufriono, yang merupakan mantan atlet Pacu Jalur, serta pamannya yang juga pelaut jalur.

Dhika merupakan siswa kelas V di SD Negeri 013 Pintu Gobang Kari. Sehari-harinya, dia dikenal sebagai anak yang suka bermain di sungai bersama teman-temannya. Popularitas Dhika tidak hanya berhenti di dunia maya. Dia kini ditetapkan sebagai Duta Wisata Riau oleh Gubernur Abdul Wahid pada 8 Juli 2025. 

“Atas jasanya memperkenalkan Pacu Jalur ke khalayak luas, Dhika kami nobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau. Sekarang hampir semua orang tahu bahwa budaya di Riau sangat hidup dan berkembang, salah satunya Pacu Jalur,” ujar Abdul Wahid, Selasa (8/7/2025).

Perlu diketahui, Perahu Pacu Jalur merupakan perahu tradisional besar, dibuat dari kayu bulat tanpa sambungan, diisi 40 hingga 60 pendayung. Dhika menunjukkan bahwa tradisi Pacu Jalur bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang bisa membawa nama daerah ke tingkat dunia.

Selain itu, Dhika juga menerima beasiswa pendidikan senilai Rp20 juta dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam melestarikan budaya daerah. Popularitas Rayyan Arkan Dhika, diharapkan bisa membuat para generasi muda mengenal dan mencintai tradisi Pacu Jalur. Adapun Pacu Jalur adalah perlombaan dayung tradisional khas Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, yang sudah digelar sejak abad ke-17. 

Awalnya masyarakat setempat menggunakan perahu panjang yang disebut jalur sebagai alat transportasi di Sungai Batang Kuantan untuk membawa hasil bumi dan penumpang. Sampai akhirnya tradisi ini berkembang menjadi ajang kompetisi perahu jalur antar kampung.

Pacu Jalur jua bukan sekadar lomba dayung, tapi warisan budaya Riau yang hidup. Aksi Dhika membawakan festival ini ke kancah dunia. Gubernur Abdul Wahid mengundang secara terbuka bagi masyarakat nasional dan internasional untuk datang menyaksikan langsung Pacu Jalur di Tepian Narosa, Kuantan Singingi, yang akan digelar 20-24 Agustus 2025 mendatang.