
Black garlic atau yang disebut dengan bawang hitam belakangan ini mulai populer di kalangan pecinta makanan sehat. Bahan ini populer dari hasil dari proses ilmiah bawang putih yang ditingkatkan nilai gizinya. Black garlic acap kali disebut sebagai superfood baru yang menjanjikan banyak manfaat.
Dibuat melalui proses fermentasi dari bawang putih biasa atau Allium sativum, black garlic yang memiliki rasa manis dan tekstur kenyal ini juga menyimpan banyak manfaat kesehatan yang menarik perhatian dunia medis.
Proses fermentasi ini terjadi melalui reaksi Maillard yakni pemanasan pada suhu tinggi yakni 60-90 derajat Celcius dan kelembapan tinggi antara 70-90 persen dalam waktu tertentu. Hasilnya, kandungan nutrisi dalam bawang putih meningkat secara signifikan. Beberapa kandungan meningkat, tapi senyawa antioksidan dan organosulfur jadi yang paling signifikan dan memberi manfaat besar bagi tubuh.
Menurut studi yang dipublikasikan di National Library of Medicine, black garlic mengandung kadar lebih tinggi senyawa S-allyl cysteine, S-allyl-mercapto cysteine, 5-hydroxymethylfurfural, polifenol, serta senyawa volatil dan organosulfur dibandingkan bawang putih segar. Kandungan ini membuat black garlic unggul dalam aktivitas biologis dan farmakologis.
Beberapa manfaat sudah diteliti secara preklinis dan klinis. Pertama, bahan ini mengandung antioksidan dan anti inflamasi yang menbantu melawan radikal bebas dan peradangan dalam tubuh.
Kemudian kedua, ada hepatoprotektif dan nefroprotektif yang melindungi fungsi hati dan ginjal dari kerusakan. Selain itu, black garlic juga berperan sebagai anti obesitas dan hipolipidemik yang membantu mengatur kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh.
Kandungan kardioprotektif juga mampu melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Mirip seperti bawang putih biasa, black garlic juga memiliki zat anti kanker dan imunomodulasi yang berpotensi dalam menekan pertumbuhan sel kanker dan memperkuat sistem imun.
Terakhir, ada manfaat neuroprotektif yang berpotensi melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Selain itu, dengan profil bioaktifnya yang luas, black garlic juga mulai banyak digunakan sebagai suplemen alami. Beberapa penelitian menyarankan konsumsi rutin dapat memberikan efek perlindungan terhadap penyakit kronis.
Namun untuk manfaat yang lebih luasnya, uji klinis jangka panjang masih terus dikembangkan. Para peneliti tetap menekankan perlunya studi lanjutan untuk memahami secara mendalam mekanisme kerja senyawa aktif dalam black garlic termasuk dosis optimal dan potensi efek samping jika dikonsumsi berlebihan.
Namun secara keseluruhan, kandungan senyawa bioaktif yang meningkat setelah fermentasi dari bawang putih pada black garlic ini berpotensi mendukung kesehatan secara menyeluruh dari jantung hingga otak.
Kendati demikian, konsumsi black garlic tetap harus bijak. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter sangat dianjurkan terutama jika digunakan sebagai bagian dari pengelolaan penyakit tertentu.


