
Pernahkah Sobat Kovermagz mendengar istilah flu menstruasi? Pada dasarnya, flu menstruasi memiliki persamaan dan juga perbedaan dengan flu biasa pada umumnya.
Tiba-tiba merasa lesu, demam, bahkan perut terasa kram dan lemas nggak karuan. Nah, itu bisa jadi kamu sedang mengalami flu menstruasi.
Meski kedengaran dramatis, kondisi ini sebenarnya cukup umum dialami banyak perempuan karena perubahan hormon yang bikin tubuh ‘ngambek’ sementara. Hal ini biasanya sering kali mengganggu aktivitas dan bikin mood auto berantakan.
Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lebih lanjut tentang flu menstruasi berikut, yuk!
Gejala Flu dan Flu Menstruasi
Ketika kamu mengalami flu menstruasi, beberapa gejala yang mungkin kamu rasakan yaitu:
- demam
- sakit kepala
- gangguan pencernaan
- nyeri pada otot
- sakit pada punggung
- mual hingga muntah
- kram perut
Perbedaan utama dari gejala flu dengan flu menstruasi adalah flu menstruasi tidak disertai dengan bersin maupun hidung berair seperti saat kamu terserang flu. Namun, karena ada beberapa gejala yang menyerupai flu sehingga berbagai gejala di atas disebut dengan flu menstruasi.
Perbedaan Flu dan Flu Menstruasi
Influenza atau flu adalah infeksi akibat virus yang terjadi pada saluran pernapasan, yaitu hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penyakit ini bisa menular dari satu orang ke orang lain melalui air liur saat berbicara, bersin, atau batuk. Itulah mengapa, saat kamu sedang terserang penyakit ini disarankan untuk menutup hidung dan mulut dengan masker agar tidak menularkannya pada orang lain. Selain itu, flu juga umum menyerang ketika cuaca sedang dingin, misalnya saat musim hujan.
Flu menstruasi bukan termasuk istilah medis. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan serangkaian gejala yang mirip dengan gejala flu dan dialami sebelum menstruasi dan dikelompokkan sebagai bagian dari PMS. Biasanya, gejala flu menstruasi akan dirasakan secara rutin sebulan sekali, tergantung siklus menstruasi. Umumnya flu menstruasi terjadi sekitar 10-16 hari menjelang menstruasi. Namun, gejala ini tidak akan dirasakan lagi ketika sudah memasuki masa menopause.
Flu menstruasi tidak disebabkan oleh virus sehingga tidak berpotensi menular ke orang lain. Para peneliti belum bisa memastikan penyebab pastinya, tetapi diperkirakan perubahan hormon dalam tubuh yang menyebabkan seseorang mengalami flu menstruasi.
Cara Meredakan Flu Menstruasi
Untuk meredakan flu menstruasi, langkah utama yang bisa dilakukan adalah dengan memberi tubuh waktu untuk beristirahat dan pulih. Pastikan kamu tidur yang cukup serta perbanyak minum air putih. Kompres hangat perut atau pinggang untuk meredakan pegal maupun kram serta membuat otot tetap rileks.
Jangan lupa untuk memperhatikan makanan yang kamu konsumsi, jauhi makanan yang terlalu asin, berlemak dan pedas, ya! Konsumsilah makanan dengan gizi yang seimbang. Selain itu, kamu bisa melakukan olahraga ringan untuk membantu melancarkan aliran darah dan meningkatkan endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami.
Jika gejala terasa lebih mengganggu, pastikan kamu mengonsumsi obat nyeri haid dan kurangi kafein. Kamu juga bisa mengelola stress melalui teknik napas dalam, mandi air hangat, atau melakukan aktivitas ringan yang menenangkan mood.


