Catat! 5 Kebiasaan Kecil yang Memicu Kecemasan

Banyak orang merasa cemas tanpa benar-benar memahami dari mana perasaan itu berasal. Dalam banyak kasus, kecemasan tidak selalu muncul karena masalah besar, melainkan justru dipicu oleh kebiasaan kecil yang kamu lakukan setiap hari secara berulang dan dianggap sepele. 

Tanpa disadari, pola hidup, cara berpikir, hingga kebiasaan digital bisa membentuk respons tubuh dan pikiran yang terus berada dalam mode siaga. Dari situ, rasa gelisah, takut, dan overthinking semakin sulit dikendalikan.

Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa kebiasaan yang memicu kecemasan. Yuk, kenali sebelum kebiasaan ini membuatmu terus gelisah dan susah fokus.

Kurang Tidur Berkualitas

Tidur ternyata bukan hanya kebutuhan fisik, tapi juga kebutuhan mental. Saat kamu kurang tidur, otak tidak punya cukup waktu untuk memproses emosi dan stres. Akibatnya, kamu menjadi lebih mudah merasa gelisah, khawatir, atau bahkan merasa kecemasan berlebihan saat bangun.

Kebiasaan begadang sambil menonton drama atau scrolling media sosial hingga larut malam bisa memengaruhi pola tidur dan meningkatkan kecemasan secara tidak langsung. Cobalah rutinitas tidur yang lebih teratur, matikan ponsel satu jam sebelum tidur, dan jaga suasana kamar agar lebih tenang.

Terlalu Sering Mencari Kepastian

Kebiasaan terus-menerus meminta pendapat orang lain atau mencari jawaban di internet untuk menenangkan diri juga dapat memicu kecemasan. Akibatnya, seseorang merasa perlu terus diyakinkan agar merasa aman. Anders menyarankan orang untuk sebisa mungkin menghindari kebiasaan ini.

Terlalu Fokus pada Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan

Ketika kamu terlalu memikirkan hal-hal di luar kendali kita, seperti pendapat orang lain, masa depan yang belum pasti, atau hal-hal kecil yang tidak penting, itu dapat menimbulkan kecemasan berlebihan. Pikiran kita sering lupa membedakan antara apa yang bisa dan tidak bisa kita ubah.

Alih-alih memikirkan hal yang tidak bisa dikendalikan, fokuskan energimu pada apa yang bisa dilakukan sekarang. Ini termasuk merencanakan tindakan yang realistis, bernafas dalam, atau mengalihkan perhatian ke aktivitas yang lebih menyenangkan.

Terlalu Perfeksionis

Perfeksionisme berlebihan membuat seseorang sulit merasa puas dan selalu merasa kurang. Standar yang terlalu tinggi bisa menimbulkan tekanan, kecemasan dan stres yang tidak perlu. Penting untuk memahami bahwa melakukan kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan tidak selalu harus sempurna.

Menunda Tugas dan Deadline

Apakah kamu sering merasa terganggu karena tugas yang menumpuk dan tidak langsung dikerjakan? Kebiasaan menunda pekerjaan membuat otak menumpuk kekhawatiran tentang deadline, dan ini bisa menjadi pemicu kecemasan besar ketika batas waktu semakin dekat.

Alih-alih menunda, buatlah daftar tugas kecil yang bisa kamu selesaikan sedikit-sedikit setiap harinya. Mencoret tugas dari daftar kerja bisa memberi rasa lega dan mengurangi rasa cemas yang sering muncul saat deadline mendekat.