
Stretch mark adalah guratan atau garis halus pada kulit yang dapat muncul di beberapa bagian tubuh, seperti payudara, perut, pinggul, paha, dan bokong. Stretch mark dapat dialami oleh siapa saja karena berbagai faktor. Namun, kondisi ini sering kali muncul pada ibu hamil, terutama saat memasuki trimester terakhir.
Meskipun tidak berbahaya, tetapi garis halus ini dapat mengurangi rasa percaya diri ibu hamil. Oleh karena itu, baca artikel ini untuk mengetahui lebih dalam apa itu stretch mark dan cara mengatasinya. Keep Scrolling!
Apa itu Stretch Mark?
Stretch mark adalah guratan halus yang biasanya muncul di bagian tubuh yang mengandung lemak dan biasanya disertai rasa gatal. Ketika disentuh, stretch mark terasa seperti guratan kecil yang melekuk ke dalam atau ke luar kulit.
Adapun warna dari stretch mark sendiri bervariasi, mulai dari merah, merah muda, merah keungu-unguan, hingga putih atau kelabu. Secara medis, stretch mark merah dikenal sebagai striae rubra, sedangkan stretch mark berwarna putih dikenal sebagai striae distensae alba.
Stretch mark berwarna merah merupakan jenis stretch mark yang baru saja muncul di permukaan kulit. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh peningkatan berat badan secara drastis dan mengakibatkan terjadinya peregangan kulit yang terlalu cepat sehingga menunjukkan pembuluh darah di bawah kulit.
Di sisi lain, stretch mark berwarna putih menandakan bahwa pembuluh darah di bawah permukaan kulit telah menyempit karena sudah terjadi terlalu lama. Akibatnya, proses penghilangan stretch mark pun menjadi lebih sulit karena pengobatannya kurang efektif dan cenderung membutuhkan waktu yang cukup lama.
Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Benar
Stretch mark tidak dapat dihilangkan seutuhnya, tetapi Anda bisa menyamarkannya sehingga tidak terlihat terlalu jelas. Banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari pengobatan secara medis dengan terapi laser, microneedling, dan mikrodermabrasi, hingga pengobatan di rumah menggunakan krim dan obat herbal.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai cara menyamarkan stretch mark dengan benar.
1. Mikrodermabrasi
Mikrodermabrasi adalah prosedur menghaluskan kulit menggunakan sebuah perangkat seukuran pulpen.
Prosedur ini akan mengikis lapisan kulit mati di sekitar stretch mark menggunakan bagian ujung perangkat yang memiliki kristal berlian.
Menurut penelitian yang dimuat Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery, prosedur mikrodermabrasi cukup efektif dalam menyamarkan stretch mark, terutama jika dikombinasikan dengan perawatan menggunakan serum plasma kaya trombosit (PRP atau platelet rich plasma).
Serum PRP ini mengandung plasma darah yang diambil dari pasien. Kemudian, serum tersebut dapat dioleskan ke permukaan kulit pasien saat prosedur dermabrasi.
2. Microneedling
Microneedling adalah prosedur membuat luka kecil di kulit dengan jarum tipis. Luka-luka kecil tersebut dapat merangsang pertumbuhan kolagen dan elastin baru untuk membuat kulit lebih kencang.
3. Eksfoliasi (Chemical Peels)
Eksfoliasi adalah pengangkatan sel-sel kulit mati menggunakan cairan yang dioleskan ke permukaan kulit. Jika kulit mati di bagian permukaan kulit dibuang, pertumbuhan kulit di bagian bawah menjadi lebih baik.
Eksfoliasi akan merangsang produksi kolagen dan elastin, sehingga stretch marks menjadi lebih samar.
Tujuan dari eksfoliasi adalah merangsang produksi kolagen. Dengan begitu, luka stretch mark menjadi samar.
4. Laser
Di antara sejumlah jenis terapi untuk menyamarkan stretch mark, terapi laser adalah yang paling cepat terlihat hasilnya.
Pada terapi laser, kulit pasien akan disinari oleh laser. Prosedur ini akan membuang lapisan kulit di bagian atas. Tujuannya adalah meningkatkan produksi kolagen dan elastin di dalam kulit yang dapat memudarkan luka stretch mark.
Selain itu, terapi laser juga dapat mengurangi warna kemerahan pada area stretch mark.
5. Retinoid
Krim retinoid juga dapat digunakan untuk menyamarkan luka stretch mark. Menurut Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery, krim retinoid dapat menyamarkan stretch mark yang masih baru berwarna merah atau merah muda.
Hal ini dikarenakan retinoid merangsang penebalan lapisan kulit luar. Selain itu, retinoid juga dapat merangsang produksi asam hialuronat yang dapat meningkatkan hidrasi kulit sehingga kelembapan kulit tetap terjaga.
6. Lidah Buaya
Lidah buaya memang dikenal dengan khasiatnya dalam perawatan kulit.
Hal ini dikarenakan gel lidah buaya dapat membantu kulit pulih dari luka bakar dan luka lainnya, termasuk menyamarkan luka stretch mark.
Anda cukup mengoleskan gel lidah buaya di sekitar permukaan kulit yang terdampak stretch mark.
7. Terapi Frekuensi Radio (Radio Frequency/RF)
Terapi frekuensi radio juga dapat menjadi terapi alternatif untuk menyamarkan luka stretch mark.
Terapi frekuensi radio dapat dikombinasikan dengan terapi microneedling.
RF bekerja dengan cara mengirimkan gelombang radio ke lapisan lebih dalam dari kulit. Hal ini akan merangsang produksi kolagen dan elastin.
Dengan begitu, stretch mark pun dapat lebih tersamarkan.
8. Krim Asam Hialuronat
Selain krim tretinoin, krim yang mengandung asam hialuronat juga dapat digunakan untuk menyamarkan stretch mark.
Asam hialuronat bekerja dengan cara merangsang hidrasi pada kulit, sehingga elastisitas kulit meningkat. Seiring waktu, hal ini dapat menyamarkan stretch mark.


