Mengenal Apa Itu Jerawat Nodul dan Cara Mengatasinya

Jerawat merupakan kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak (sebum) dan sel-sel kulit mati, seringkali disertai peradangan atau infeksi bakteri.[1] Jenis-jenis jerawat ada banyak, Salah satunya adalah jerawat Nodul.

Jerawat nodul ini juga disebabkan oleh bakteri Cutibacterium acnes (C. acnes) yang terperangkan di bawah kulit, sehingga menimbulkan infeksi dan peradangan. Selain bakteri tersebut, jerawat nodul juga bisa terjadi akibat pori-pori kulit tersumbat, produksi minyak yang meningkat, hingga fluktuasi hormon.

Gejala Jerawat Nodul

Gejala utama jerawat nodular adalah munculnya hard lesions di wajah, dada, atau punggung. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya. Nodul mungkin berwarna sama dengan kulit atau tampak merah dan meradang. 

Jerawat nodul dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Tanpa pengobatan yang tepat dan efektif, jerawat nodular dapat menyebabkan luka dan bekas jerawat.

Terdapat beberapa faktor mengapa tidak semua orang mengalami jerawat nodular. Kemungkinan karena genetika, sistem kekebalan tubuh, dan kadar hormon. Sebagian orang mungkin menghasilkan sebum terlalu banyak atau sensitif terhadap normal skin bacteria.

Cara Mengatasi Jerawat Nodul dengan Tepat

Jerawat nodul tergolong ke dalam jenis jerawat parah. Oleh karena itulah, membutuhkan perhatian ekstra dengan melakukan treatment khusus. Berikut cara aman mengatasi jerawat nodul supaya tidak bertambah parah.

1.  Kompres Es Batu

Adanya peradangan di jaringan kulit bagian dalam, membuat jerawat nodul terasa nyeri. Untuk mengurangi rasa nyeri pada jerawat, kamu bisa mengompres jerawat nodul menggunakan es batu yang terbalut kain atau plastik bersih.

2.  Melakukan Injeksi

Cara yang aman dan efektif memberantas jerawat nodul adalah melakukan injeksi di dokter kulit. Injeksi yang digunakan dokter berisi cortisone. Obat tersebut bisa mengurangi peradangan dan mempercepat kesembuhan.

3.  Minum Obat

Pada kondisi jerawat yang parah seperti jerawat nodul, beberapa dokter akan merekomendasikan obat minum agar proses penyembuhannya cepat. Umumnya dokter akan memberikan obat antibiotik atau obat hormon yang harus diminum sesuai dengan resep.

4.  Memberikan Obat Oles

Selain dalam bentuk injeksi dan obat minum, untuk mengobati jerawat nodul biasanya dokter memberikan jenis obat oles atau topikal. Di dalam jenis obat topikal terdapat bahan aktif seperti retinoid, salicylic acid, dan benzoyl peroxide yang bersifat anti-bakteri dan bisa membuka pori-pori tersumbat.

5.  Menjaga Kebersihan Kulit

Salah satu kunci menjauhkan kulit dari timbulnya jerawat adalah dengan merawat dan menjaga kebersihan kulit. Caranya dengan rutin melakukan eksfoliasi seminggu sekali, mencuci muka dengan metode double cleansing, dan memilih skincare sesuai jenis kulit.

6. Prosedur Kecantikan

Jerawat nodul dapat meninggalkan bekas pada kulit, bahkan setelah jerawat telah hilang. Ada berbagai langkah perawatan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter atau dokter kulit untuk memperbaiki penampilan kulit dan mengurangi bekas jerawat. Prosedur yang diambil juga bergantung pada tingkat keparahan jerawat masing-masing. Di antaranya pengelupasan kimia (chemical peels), dermabrasi, terapi cahaya biru (blue light therapy), terapi laser (laser therapy), dan pencangkokan kulit (skin grafting).

Baca Juga:  7 Manfaat Masker Pisang untuk Kesehatan Rambut