Mengenal Aneka Camilan Bakwan di Berbagai Negara, Manakah Favoritmu?

Bukan rahasia lagi, bila gorengan menjadi salah satu camilan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang beragam, mulai dari manis hingga gurih, kerap membuatnya sebagai lauk pendamping disaat makan.

Dari sekian banyak jenis gorengan, salah satu yang populer adalah bakwan. Di Indonesia sendiri, ada beberapa daerah memiliki sajian serupa bakwan sayur, tetapi yang membedakan adalah namanya, seperti weci, bala-bala,hingga ote-ote di Jawa Timur.

Selain di Indonesia, ternyata bakwan juga memiliki kembaran di berbagai negara di dunia loh. Penasaran seperti apa kemiripan camilan lezat satu ini? Melansir dari berbagai sumber, berikut rangkuman informasinya. Simak!

Kakiage – Jepang

Bukan hanya di Indonesia, gorengan juga sangat populer di Jepang, biasa disebut dengan tempura. Salah satu variasi tempura yang populer adalah Kakiage. Sering disebut “bakwan Jepang”, kakiage terdiri dari campuran tepung terigu, air es, dan irisan sayuran (wortel, buncis, bawang bombay, dan seledri) atau makanan laut untuk proteinnya.

Sedikit berbeda dengan bakwan sayur versi Indonesia, kakiage memiliki adonan tepung yang tipis sehingga teksturnya cenderung lebih garing dan renyah saat digigit. Biasanya, kakiage disajikan dengan saus tentsuyu (campuran kecap asin, mirin, dan kaldu) atau saus teriyaki, serta populer sebagai lauk pendamping udon, soba, atau nasi hangat.

Yachaejeon – Korea Selatan

Korea Selatan juga memiliki kuliner serupa bernama yachaejeon, atau sering disebut sebagai pancake sayur ala Korea. Kudapan ini terdiri dari irisan sayuran seperti wortel, kubis, dan daun bawang, seringkali ditambah udang.

Berbeda dengan bakwan khas Indonesia yang lebih dominan tepungnya, yachaejeon justru menonjolkan isian sayuran yang melimpah dan bentuknya lebih lebar. Yachaejeon banyak disediakan di restoran-restoran Korea, biasanya dinikmati sebagai camilan atau lauk pendamping nasi, dengan saus cocolan yang manis-gurih.

Pakora – India

Berasal dari wilayah Asia Selatan, jajanan gorengan mirip bakwan ini sangat populer di India dan Pakistan. Pakora, sering disebut sebagai bakwannya orang India karena kemiripannya, bahkan bahan dasarnya juga menggunakan tepung terigu dan irisan sayuran. Sayuran yang digunakan seperti kentang, bayam, kol, terong, dan bawang bombay (bhaji), lalu dicampur tepung kacang Arab/besan dan dibumbui dengan berbagai rempah.

Meskipun terlihat mirip, pakora memiliki cita rasa khas rempah yang lebih kuat dibandingkan bakwan sayur Indonesia. Mudah ditemukan di pedagang kaki lima, biasanya disantap dengan kuah kari atau saus cocolan.

Corn Fritters – Amerika Serikat

Siapa sangka, kembaran bakwan juga ada di Amerika Serikat. Bernama corn fritters, sajian ini lebih mirip bakwan jagung di Indonesia, karena bahan dasarnya memang dari jagung. Secara keseluruhan, keduanya sama-sama menggunakan jagung pipil yang dicampur adonan tepung terigu, lalu digoreng hingga renyah. Hanya saja, corn fritters menambahkan keju cheddar, bubuk cabai, dan buttermilk, sehingga cita rasanya lebih gurih dan creamy.

Tod Man Khao Pod – Thailand

Baca Juga:  10 Selebritis Indonesia yang Punya Bisnis Kuliner

Bernama Tod Man Khao Pod, bakwan jagung di Thailand ini hampir mirip 100% dengan bakwan jagung di Indonesia. Bedanya, camilan gorengan ini disajikan dengan cocolan manis, pedas, dan segar khas Thailand.

Bahan-bahannya terdiri dari jagung manis, dengan campuran pasta kari merah, daun ketumbar, dan terkadang parutan kelapa atau biji wijen, sehingga aromanya cenderung lebih kuat. Untuk rasanya, Tod Man Khao Pod lebih dominan ke manis-gurih, akan terasa nikmat setelah dicocol ke saus asam-manis Thailand.

Latkes – Eropa Tengah dan Timur

Latkes merupakan hidangan tradisional berupa kentang goreng parut yang digoreng hingga renyah. Teksturnya yang mirip dengan bakwan sayur di Indonesia, membuatnya sering disebut sebagai “bakwan”-nya orang Eropa, terutama wilayah Eropa Tengah dan Timur.

Sajian ini terbuat dari kentang parut yang dicampur telur, bawang, dan tepung terigu, dengan bumbu garam dan lada. Menariknya, bakwan asal Eropa ini biasanya disajikan dengan krim asam (sour cream) atau yogurt. Perpaduan rasa gurih, asam, dan manis, membuatnya terasa begitu nikmat di lidah. Kudapan sederhana ini dikaitkan dengan tradisi kuliner di beberapa negara Eropa, membuatnya sering ditemui saat perayaan Hanukkah, sebuah tradisi Yahudi.

Okoy – Filipina

Okoy, atau sering disebut sebagai Ukoy, merupakan makanan ringan khas Filipina yang memiliki kemiripan dengan bakwan di Indonesia. Jajanan kaki lima ini terdiri dari udang kecil, tauge, labu siam, wortel, ubi jalar atau singkong, dengan dicampur adonan tepung beras.

Teksturnya terkenal sangat renyah, biasanya dipadukan dengan saus cocolan cuka berbumbu (campuran cabai, bawang merah, dan bawang putih) untuk mengimbangi rasanya. Masyarakat Filipina sering menikmatinya sebagai camilan sore, makanan pembuka, atau lauk pendamping nasi hangat.

Cucur Sayur – Malaysia

Di Malaysia, bakwan sayur dikenal dengan sebutan cucur sayur. Makanan ini terbuat dari adonan tepung terigu, dengan irisan sayuran seperti kubis, wortel, daun bawang, dan terkadang ditambah udang.

Berbeda dengan bakwan di Indonesia, kadang adonan cucur sayur menggunakan tambahan ragi sehingga teksturnya lebih renyah di luar, namun tetap empuk di dalam. Biasanya dinikmati selagi panas dengan cocolan saus sambal manis-pedas, membuat cita rasanya digemari banyak orang.