
Sepanjang sejarah politik global, banyak pemimpin yang berhasil meraih jabatan presiden di usia yang relatif muda. Dengan energi, semangat, serta gagasan inovatif, mereka kerap membawa perubahan besar dalam sistem pemerintahan dan kebijakan negara masing-masing.
Masing-masing dari mereka menduduki jabatan tertinggi seperti presiden atau perdana menteri. Jabatan itu pun diraih dengan cara berbeda. Mulai dari pemilu, penunjukkan langsung, hingga proses kudeta.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menyaksikan munculnya generasi pemimpin muda yang kini memegang posisi penting di pemerintahan. Berikut daftar lima pemimpin termuda yang tengah memimpin negara
Mohammed bin Salman – Perdana Menteri & Putra Mahkota Arab Saudi
Mohammed bin Salman (MBS) resmi menjadi Putra Mahkota Arab Saudi pada 21 Juni 2017, saat usianya baru menginjak 31 tahun. Kini, ia menjabat sebagai Perdana Menteri sekaligus Putra Mahkota dan menjadi salah satu figur paling berpengaruh di pemerintahan Arab Saudi.
Sebelum terjun ke dunia politik, MBS bekerja di sektor swasta, terutama dalam bidang keuangan dan bisnis. Ia dikenal sebagai sosok yang mendorong modernisasi Arab Saudi melalui visi besar “Saudi Vision 2030,” yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak dan mengembangkan sektor ekonomi lainnya.
Gabriel Attal – Perdana Menteri Prancis
Sementara itu di Eropa, muncul nama Gabriel Attal, yang pada usia 34 tahun diangkat sebagai Perdana Menteri Prancis pada 9 Januari 2024. Ia dinobatkan sebagai perdana menteri termuda sepanjang sejarah negara tersebut.
Melansir Reuters, karier politiknya berkembang pesat, dimulai dari peran sebagai juru bicara pemerintah, kemudian menjadi menteri keuangan junior dan menteri pendidikan. Attal dikenal sebagai sosok yang komunikatif, progresif, dan dekat dengan generasi muda Prancis. Namun, dia mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada 16 Juli 2024.
Daniel Noboa- Presiden Ekuador
Daniel Noboa terpilih sebagai Presiden Ekuador pada tahun 2023. Dengan usia 35 tahun, ia menghadapi tanggung jawab besar di tengah krisis ekonomi dan meningkatnya kekacauan politik. Latar belakangnya sebagai pengusaha memberi warna berbeda pada gaya kepemimpinannya. Rakyat menaruh harapan besar agar ia mampu membawa Ekuador keluar dari masa sulit.
Gabriel Boric – Presiden Chili
Lahir pada 11 Februari 1986, Boric adalah seorang politikus muda dan aktivis sebelum terpilih sebagai Presiden Chili ke-37 pada tahun 2022 silam. Boric sebelumnya mengabdi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari tahun 2014 hingga 2022.
Melansir The New York Times, Boric telah mencoba menggeser politik Chili ke arah kiri selama masa kepresidenannya. Meski beberapa kebijakannya, seperti usulan referendum konstitusi progresif, ditolak oleh masyarakat, Boric tetap menjadi simbol perubahan bagi generasi muda Chili.
Milojko Spajić – Perdana Menteri Montenegro
Masih di wilayah Eropa, Milojko Spajić, 36 tahun, kini menjabat sebagai Perdana Menteri Montenegro. Ia memiliki latar belakang internasional karena pernah bekerja di berbagai bank di Tokyo dan Singapura. Spajić meraih gelar magister ekonomi dari HEC Paris, salah satu kampus bisnis terbaik di Eropa. Sebelum menjadi perdana menteri pada tahun 2023, ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Kesejahteraan Sosial Montenegro dari tahun 2020 hingga 2022.


