
Tahukah Sobat Kovermagz tradisi tukar-menukar hadiah Natal sudah ada sejak zaman dulu sekali? Meski tren hadiahnya terus berubah, makna dari memberi sesuatu yang berharga pada orang tersayang itu nggak pernah luntur.
Sekarang, tradisi ini jadi bagian penting dari perayaan Natal, bahkan sering jadi momen yang paling ditunggu-tunggu, apalagi buat anak-anak dan orang dewasa yang tidak sabar untuk buka kado dari anggota keluarga.
Tetapi, apakah kamu mengetahui asal usul dan sejarah dari tradisi saling memberikan hampers / kado pada saat perayaan Natal? simak selengkapnya di bawah ini
Sejarah Tradisi Memberi Hadiah Natal
Tradisi tukar kado ini bermula saat zaman romawi dan dikenal dengan nama saturnalia, nama tersebut diambil dari nama Dewa Saturnus. Orang Romawi meyakini bahwa kemakmuran yang ada pada saat itu merupakan berkat dari Dewa Saturnalia yang mengajarkan bercocok tanam sehingga membawa kemakmuran di semenanjung Italia.
Sejarah tukar kado kemudian berlanjut kisah para Majus ketika melakukan perjalanan untuk menemui Yesus yang baru lahir di Betlehem di tanah Yudea ketika Raja Herodes berkuasa. Mereka melakukan perjalanan dari timur dengan mengikuti sebuah bintang yang dikenal sebagai bintang Natal. Sebagai bentuk persembahan kepada Yesus, ada tiga hadiah.
Tiga orang bijak yang dikenal sebagai Melchior, Caspar, dan Balthazar datang dengan membawa hadiah simbolis. Hadiah yang mereka bawa mengandung objek-objek yang melambangkan kebesaran, harta berharga, dan ramuan alami. Sejak cerita tersebut, banyak yang mengaitkannya sebagai awal mula kebiasaan memberikan hadiah.
Peran Santo Nikolas dalam Tradisi Pemberian Kado Natal
Kisah Santo Nikolas juga menjadi salah satu asal-usul tradisi memberi kado saat Natal, Beauties. Ia dikenal karena kedermawanannya, terutama kisah tentang bagaimana ia diam-diam memasukkan kantung-kantung emas ke dalam sepatu atau kaus kaki yang dijemur di dekat perapian milik keluarga yang membutuhkan.
Santo Nikolas bahkan dikenal sebagai pelindung anak-anak, dan kebaikannya inilah yang kemudian menginspirasi tokoh Sinterklas di Eropa hingga berkembang menjadi Santa Claus yang kita kenal sekarang. Sosok Santa pun identik dengan tradisi membagikan hadiah kepada anak-anak pada malam Natal.
Memberi Kado Natal di Era Victoria
Mengutip dari English Heritage, beberapa tradisi Natal yang terkenal hingga kini berakar pada budaya Jerman yang dibawa oleh Pangeran Albert, suami Ratu Victoria. Pada awal masa pemerintahan Victoria, keluarga kerajaan merayakan Natal di Kastil Windsor. Namun, setelah Pangeran Albert wafat pada tahun 1861, Ratu Victoria mulai merayakan Natal di Osborne, rumah liburan mereka di Pulau Wight.
Memberi hadiah saat Natal sebenarnya bukan tradisi yang diciptakan oleh masyarakat era Victoria, tetapi merekalah yang menjadikannya bagian penting dari perayaan keluarga.
Tradisi tukar kado pada saat Natal memiliki makna yang sangat dalam. Dengan memahami makna di balik tradisi dan manfaatnya, kita dapat lebih menghargai momen-momen kebersamaan saat Hari Natal.
Jangan lewatkan momen perayaan Hari Natal! Ukir kenangan manis dan jadikan perayaan Hari Natal menjadi lebih hangat dan penuh keceriaan.


