Meneropong Bisnis Orang Terkaya di Dunia, Elon Musk Pendiri Tesla dan SpaceX

4.Tesla

Dengan kekayaan bernilai fantastis, Elon juga menjadi bagian dari Tesla dengan mendominasi sebagai pemegang saham terbesar dengan nilai investasi sekitar USD 9 juta. Kini ketika kita mendengar nama Tesla yang terbenak dalam pikiran kita adalah Elon Musk.

Padahal sebenarnya Elon bukanlah pendiri dari perusahaan tersebut. Tesla, perusahaan kendraan bertenaga listrik ini didirikan tahun 2003 oleh Martin Eberhard yang menjabat CEO Tesla hingga sampai tahun 2007 dan kemudian Marc Tarpenning sebagai CEO Tesla. Perjalanan Marc hanya sampai 1 tahun saja. Setelah itu Elon mengambil alih CEO Tesla hingga sampai sekarang. Sejak Elon memimpin Tesla, ia meluncurkan mobil listrik komersial pertamanya, The Roadster.

Perjalanan Tesla sungguh luar biasa, Tesla sebagai market capitalization nomor satu di dunia dengan harga lebih dari USD 1.2 triliun. ia mengimbangi perusahaan yang menembus angka tersebut dalam sejarah Amerika seperti Apple, Amazon, Microsoft, Alphabet (Google) dan Meta Platform (Facebook).

5. The Boring Company

Kepintaran Elon tidak dapat diragukan lagi dalam dunia bisnis. Alih-alih menguasai bisnis teknologi, ternyata Elon juga berkecimpung dalam bisnis konstruksi di Amerika. Pada tahun 2016 ia mendirikan perusahaan konstruksi dengan fokus di bidang pembangunan terowongan bertujuan mengurai sistem lalu lintas dari kemacetan.

6. Neuralink Corporation

Perusahaan ini berfokus pada bidang Neurotechnology dengan tujuan memproduksi implant otak manusia dengan sentuhan teknologi seperti cip dan sebagainya guna membuat manusia menjadi lebih pintar. Serta perusahaan ini juga membantu orang lumpuh bisa berjalan kembali.

7. Open AI

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini menjadi topik hangat dalam memasuki era revolusi industri 4.0. Kedepan, teknologi ini mampu menggantikan dan meringankan tugas-tugas manusia pada umumnya. Dari dasar tersebut, Elon mendirikan Open AI pada tahun 2015. Perjalanan elon dalam bisnis ini hanya sampai 3 tahun saja. Meski berhenti dalam perusahaan tersebut, ia tetap menjadi orang yang memberikan bantuan aktif terhadap perusahaan Open AI.

 

Penulis: Ikbar Sinaga