Masalah Kesehatan yang Sering Ditimbulkan Bila Terlalu Lama di Ruang AC

Air Conditioning (AC) sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, terutama masyarakat perkotaan. Kehadiran AC dapat membantu menyejukkan ruangan sehingga membuat orang lebih nyaman menjalankan aktivitasnya. Namun, tahukah kamu bahwa terlalu lama berada dalam ruangan ber-AC juga memiliki risiko?

Ada beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi jika kita terlalu lama berada di ruangan ber-AC. Berikut ini Kovermagz telah merangkum beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi akibat terlalu lama berada di ruangan dengan AC. Simak!

Sakit Kepala

Jika kamu sering mengalami sakit kepala, pusing, atau kelelahan yang tidak bisa dijelaskan setelah berada di lingkungan ber-AC, AC tersebut mungkin menjadi penyebabnya, Dear.

Paparan suhu dingin yang berkepanjangan dapat mengurangi sirkulasi darah dan aliran oksigen yang menyebabkan sakit kepala tegang dan kelelahan. 

Perubahan mendadak antara panas di luar ruangan dan ruang dalam ruangan yang dingin juga dapat memicu migrain pada beberapa orang. Efek ini seringkali memburuk ketika suhu AC diatur terlalu rendah. 

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya atur suhu AC antara 24°C dan 26°C dan hindari pengaturan ekstrem, terutama jika kamu sering berpindah antara lingkungan dalam dan luar ruangan.

Kulit Kering

Paparan udara dari AC dapat menghilangkan kelembapan kulit. Lapisan epidermis kulit lama-kelamaan akan mengelupas. Hilangnya kelembapan itu mengakibatkan kulit menjadi kering dan pecah-pecah. Dalam jangka panjang, keriput atau kerutan akan muncul.

Untuk menghindari dampak itu, ada cara mudah yang bisa dilakukan. Anda cukup mengoleskan pelembab, khusunya di bagian tubuh yang tepapar langsung AC atau tidak tertutup oleh pakaian. Dengan cara itu, kesehatan kulit tetap bisa terjaga selama berada di ruangan ber-AC.

Dehidrasi

AC menghilangkan kelembapan dari udara sebagai bagian dari proses pendinginannya yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi. 

Ketika udara di sekitarmu kering, tubuh juga kehilangan air lebih cepat melalui pernapasan dan keringat, bahkan jika kamu tidak merasa haus. Gejala dehidrasi meliputi mulut kering, sakit kepala, kelelahan, dan pusing. 

Tetap terhidrasi sepanjang hari sangat penting untuk mengatasi efek ini. Minum banyak air dan memasukkan makanan yang menghidrasi seperti mentimun dan semangka dalam diet dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Mata Kering

Menurunnya kelembapan dalam ruangan ber-AC bukan hanya membuat kulit kering, tapi juga pada mata. Terlalu lama berada di ruangan AC dapat meningkatkan risiko peradangan kelopak dan selaput mata, atau lebih dikenal dengan blefaritis dan konjungtivitis.

Risiko itu semakin tinggi jika mata Anda instens terpapar cahaya dari komputer saat berada dalam ruangan ber-AC. Jika mata sudah merasa kering, Anda bisa mengggunakan cairan tetes mata untuk mengatasinya. Namun perlu diingat, penggunaan tetes mata juga tak boleh berlebihan.

Inspeksi Saluran Pernapasan

Udara yang dihasilkan AC tidak melalui mekanisme alami seperti fotosintesis, melainkan dengan siklus refrigerasi maupun penguapan. Karena itu, udara buatan pada AC yang terus menerus masuk ke paru-paru manusia dapat menimbulkan penyakit inspeksi saluran pernapasan.

Selain itu, inspeksi saluran pernapasan juga muncul karena selaput lendir pada hidung mengering akibat paparan AC. Kondisi tersebut membuat fungsi hidung untuk menyaring bakteri agar tidak masuk ke tubuh, menjadi menurun. Gangguan pada pernapasan akibat AC ini juga bisa menimbulkan komplikasi seperti batuk dan flu.