Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya

Kolitis ulseratif

Kolitis adalah radang usus, kolitis adalah salah satu jenis penyakit autoimun. Kolitis ulseratif merupakan jenis penyakit autoimun yang menyerang saluran pencernaan, khususnya usus. Penyakit ini dapat menimbulkan peradangan kronis hingga borok pada lapisan usus besar terdalam dan rektum. Gejala yang ditimbulkannya antara lain diare, sakit perut, dan kesulitan buang air besar. Gejala akan semakin memburuk jika pasien tidak menerapkan pola makan sehat atau sedang stres.

Penyakit Crohn

Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya
Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya

Crohn’s disease atau penyakit Crohn dapat menyerang seluruh saluran pencernaan, khususnya usus kecil dan usus besar. Gejala penyakit Crohn di antaranya buang air besar (BAB) berdarah, diare, penurunan nafsu makan, dan melambatnya perkembangan seksual pada anak-anak.

Jika tidak segera mendapat perawatan, penyakit Crohn bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti penyumbatan usus, fistula, hingga kekurangan gizi.

Anemia Pernisiosa

Jenis anemia satu ini terjadi karena terhambatnya produksi vitamin B12 di dalam tubuh. Padahal, vitamin B12 berperan penting untuk pembentukan sel darah merah. Ketika kekurangan vitamin B12, tubuh akan memproduksi makrosit atau sel darah merah dengan ukuran abnormal. Namun, sel darah tersebut tidak bisa keluar dari sumsung tulang. Akibatnya, jumlah sel darah pembawa oksigen dalam tubuh tetap kurang. Anemia pernisiosa ditandai dengan sakit kepala, tubuh lesu, penurunan berat badan, hingga cara berjalan yang tidak seimbang (kasus langka).

Sindrom Sjogren

Melansir dari laman Mayo Clinic, mata dan mulut kering merupakan dua gejala umum dari penyakit autoimun Sjogren syndrome. Kondisi ini akan membuat mata Anda menjadi lebih sensitif, sedangkan mulut akan kesulitan menelan dan mengunyah.

Sjogren syndrome sendiri disebabkan oleh sistem imun yang menyerang kelenjar air mata, air liur, dan zat lain. Kondisi ini akan menimbulkan peradangan, bahkan hingga ke paru-paru dan ginjal.

Penyakit Hashimoto

Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya
Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya

Gejala utama pada penyakit Hashimoto yaitu pembengkakan pada bagian depan tenggorokan. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menyebabkan hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif) dan komplikasinya. Penyakit Hashimoto juga kerap disertai dengan ukuran lidah yang membesar, nyeri otot, penurunan daya ingat, hingga depresi.

Penyakit Celiac

Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya
Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya

Tubuh pasien penyakit celiac menganggap gluten sebagai zat asing yang berbahaya. Gluten sendiri merupakan sejenis protein yang ditemukan pada biji-bijian, seperti gandum. Saat pasien mengonsumsi makanan mengandung gluten, sistem kekebalan tubuhnya akan menyerang protein tersebut dan merusak jaringan usus. Jika dibiarkan, penyakit ini bisa menyebabkan malabsorbsi atau gangguan pada proses penyerapan zat gizi penting bagi tubuh.

Gejala penyakit celiac terbilang cukup umum, antara lain diare, sakit perut, sembelit, dan penurunan berat badan. Namun, pada kasus yang lebih serius, penyakit ini bisa menyebabkan ruam hingga pelunakan pada beberapa tulang.

Alopecia

Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya
Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya

Kebotakan rupanya juga bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang akar rambut. Jenis penyakit autoimun yang menyebabkan kondisi ini adalah alopecia. Selain rambut yang mudah rontok, alopecia juga ditandai dengan kulit kepala berwarna kemerahan dan terasa terbakar.

Berdasarkan jenisnya, alopecia terbagi menjadi tiga, yaitu: Alopecia areata (kebotakan pada titik tertentu), Alopecia totalis (kebotakan di seluruh bagian kepala), dan Alopecia universalis (hilangnya semua rambut pada tubuh).

Guillain-Barre Syndrome (GBS)

Guillain-Barre Syndrome (GBS) adalah penyakit autoimun yang menyerang saraf penghubung otak dan tulang belakang dengan seluruh saraf otot. Akibat kondisi ini, otak kesulitan untuk memberikan perintah pada saraf otot dan berisiko menimbulkan kelumpuhan.

Skleroderma 

Penyakit autoimun ini juga dikenal sebagai sklerosis sistemik. Ini menyebabkan peradangan pada kulit dan tempat lain di tubuh. Peradangan ini menyebabkan tubuh membuat terlalu banyak kolagen yang menyebabkan pengerasan kulit yang terlihat dan kerusakan pada pembuluh darah dan organ dalam lainnya, seperti jantung, paru-paru, dan ginjal. 

Vitiligo

Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya
Kenali 18 Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejalanya

Kondisi autoimun lainnya yang juga berdampak pada kulit yakni vitiligo. Vitiligo terjadi ketika kulit tidak dapat memproduksi melanin, yang berfungsi menentukan warna kulit dan melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari. Gejala utama yang paling menonjol adalah munculnya bercak-bercak pada kulit. Awalnya bercak ini berwarna lebih muda dari kulit normalnya, kemudian berubah menjadi lebih putih.